Catatan Tia

Cerita kecil tentang apa yang kubaca dan kutonton.

Shingeki no Kyojin (Attack on Titan, anime)

Ini adalah review singkat, tepatnya kesan-kesan setelah nonton sih. Awas spoiler.

Sudah lama sekali gue nggak menjamah dunia peranime-mangaan. Sejak Naruto nggak tamat-tamat, Bleach jadi membosankan, One Piece yang karakternya segudang, akhirnya gue berhenti dan menjauh, cari gacoan lain. Dan… dang! Tiba-tiba judul Shingeki no Kyojin muncul di mana-mana (serius di mana-mana, timeline twitter dan newsfeed facebook gue sih terutama). Gue pun penasaran, ada apa sih dengan anime ini. Mengapa begitu booming? Sampai adik gue tiba-tiba menawarkan untuk nonton dan gue pun nggak menolak.

Sekarang, Shingeki no Kyojin sendiri masih on-going, akhir pekan ini baru sampai di episode 19. Belum telat kalau kamu mau mengikuti. Gue nggak akan ngomongin siapa orang-orang di balik layarnya, karena gue memang nggak bisa membahas apa-apa tentang mereka (karena gue belom kenal dan tahu!). Jadi, gue akan menuturkan jalan ceritanya aja.

Tema besar Shingeki no Kyojin (Attack on Titan) adalah dystopia. Pada suatu masa manusia diserang oleh titan-titan (raksasa) yang nggak berkelamin dan nggak berbaju. Asal raksasa-raksasa itu nggak diketahui. Sampai akhirnya manusia membangun benteng–semacam dinding tebal gitu deh, bayangin anti-Kaiju wall-nya Pacific Rim atau The Wall-nya Game of Thrones, ya semacam itulah. Dinding itu untuk melindungi mereka dari serangan titan.

Pada suatu hari muncul titan yang beda dari biasanya. Lebih tinggi, lebih kuat, dan bisa berpikir. Si titan ini menghancurkan dinding kota, yang akhirnya bikin titan-titan biasa bisa masuk. Si titan-titan berwajah innocent (cenderung ke nggak waras) masuklah ke dalam kota, makanan orang-orang. Nom… nom… nom…

Salah satu korban dan saksi mata dari serang itu adalah Eren Jaeger. Anak laki-laki ini melihat ibunya ditelan hidup-hidup oleh titan. Ada bersamanya juga Misaki dan Armin. Akhirnya, Eren ini termotivasi untuk menghancurkan titan dan masuk ke semacam pasukan yang dilatih untuk melindungi manusia gitu dari titan. Mereka bertiga pun masuk, ikut pelatihan di sana. Si Eren jadi siswa yang biasa-biasa aja tapi punya tekad kuat, Mikasa selalu jadi yang terbaik, dan Armin yang fisiknya lemah tapi otaknya cemerlang.

Di ujung-ujung masa pelatihan mereka, tiba-tiba si titan yang beda ini muncul lagi. Serangan besar kedua pun menimpa kota. Banyak teman-teman seangkatan Eren yang meninggal dimana titan, termasuk Eren sendiri untuk menyelamatkan Armin. Tapi, daaang!, tiba-tiba muncul raksasa yang melawan raksasa. Serangan kedua itu pun akhirnya bisa dikendalikan berkat bantuan si raksasa aneh ini. Eh, tak disangka-sangka dia adalah… Eren!

Cerita berlanjut dengan Eren yang sempat dimusuhi oleh orang-orang pasukan. Hingga kepala pasukan pun turun tangan dan mengungkapkan niat untuk ‘memanfaatkan’ Eren. Di bawah pengawasan kopral Rivaille, Eren pun bisa tetap hidup. Ketika hari penentuan masuk ke pasukan apa, akhirnya teman-teman Eren, termasuk Armin dan Mikasa pun milih bergabung dengan Scout Legion (pasukan penjelajah) agar bisa bersama Eren.

Dan… ya baru sampai situ deh ceritanya!

Kalau mau lengkap coba baca manganya, udah lebih jauh dari animenya.

Kesan pertama gue nonton anime ini adalah… gue sebel banget sama karakter-karakternya. Bisa ketebak banget gitu lho. Sampai akhir, gue masih nggak bisa simpati ke Eren, atau Mikasa, atau Armin. Gue ngerasa tipikal karakternya nggak istimewa sama sekali, pola yang biasa ditemuin di manga-manga sejenis. Kenapa sih nggak ngasih karakter yang pinter sekalian, macam Lelouch di Code Geass? Kondisi dystopia gitu, rasanya nggak rela aja kalau nasibnya ada di tangan remaja yang punya tekad kuat doang.

Ide ceritanya sendiri menarik sih–lumayan menarik. Cuma storytelling-nya gue ndak suka dan ndak nyaman sama sekali. Kayak motong-motong adegannya itu kurang terasa pas. Belum sempat sedih, udah diganti scene lain. Jadi, nggak cuma karakter yang terasa dua dimensi, bahkan ceritanya juga kurang mengena ke gue. Walau beberapa adegan memang seru, terutama episode belasan. Ada juga yang lucu, terutama waktu titan-titan makan orang, ekspresi dodol mereka itu bikin pengin noyor pakai pedang.

Anime ini juara untuk grafis dan musik latarnya yang keren. Gue nggak terlalu ngerti jenis-jenis grafis dalam anime, tapi yang ini memang enak dilihat dan ditonton. Detailnya juga bagus. Pemilihan warna-warna yang cenderung soft agak ke gelap menegaskan situasi tegang dalam cerita. Musik latarnya sendiri, keren! Beberapa adegan jadi hidup banget. Beberapa lagu yang ada di dalam episode juga keren-keren.

Oh ya, adegan-adegan dalam anime ini agak eksplisit, biasanya sih cuma bagian-bagian tubuh yang terpotong. Ya, titan kan makan asal aja, yang penting kegigit. Atau dipenyetin dulu pakai tangan. Kenapa banyak manusia yang jadi korban? Di universe Shingeki no Kyojin, manusia melawan titan dengan konfrontasi langsung. Menggunakan pedang yang dibuat dari metal anti-titan, serta alat pelontar yang bikin pasukan-pasukan itu lompat-lompat ke tubuh titan dari dinding ke dinding. Hidup manusia di Shingeki no Kyojin terisolasi di dalam dinding, mereka nggak pernah lihat laut, gurun, dan beberapa hal keren lainnya. Teknologi mereka pun terbatas, padahal kalau bunuh titan itu pakai laser atau long-range torpedo pasti lebih mudah. Haha…

Setelah gue pikir-pikir, kayaknya anime ini ditujukan untuk orang dewasa, tapi ceritanya standar anak-anak.

Bagus atau tidak itu masalah selera. Teman-teman gue banyak juga yang memfavoritkan anime ini dan bilang kalau Shingeki no Kyojin adalah anime paling oke saat ini. Nggak sedikit juga yang berpendapat ceritanya bagus dan keren. Ya, ada juga sedikit yang berpendapat kayak gue. Jadi, kalau nggak ingin ketinggalan hip hura di dunia peranimean tonton aja. Grafis dan musik latarnya nggak akan mengecewakan! :D

Bogor, 19/08/13 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on August 19, 2013 by in anime, Resensi, Serial and tagged .
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,838 other followers

%d bloggers like this: