Catatan Tia

Cerita kecil tentang apa yang kubaca dan kutonton.

The Sandman: Overture #2

“Time goes in so many ways, Henrietta. It runs. Sometimes it even flies.”

sandman-overture-2-gaiman

Gue nggak tahu mana yang lebih bikin berkaca-kaca, akhirnya baca Overture #2 setelah nunggu berbulan-bulan, atau karena kangen Morpheus, atau… karena artwork dari J.H. Williams III yang benar-benar luar biasa.

Nunggu komik dwibulanan begini sebenarnya capek di nunggunya. Cuma sekitar 28-32 halaman sekali terbit dan udah pasti selesai baca dalam sekali duduk. Akan tetapi, Overture ini beda sih, artwork-nya bikin takjub. Bahkan, bisa gitu kerasa polosnya Daniel dan suramnya Morpheus cuma dari lihat gambarnya aja.

Yak, chapter kedua ini dibuka dengan kemunculan Daniel. Senang banget lihat dia, nggak puas ketika di Sandman dulu yang cuma beberapa chapter. Daniel pergi menemui Henrietta alias Mad Hettie. Mereka pergi ke rumah sakit jiwa tempat dulu Henrietta ditempatkan. Di sana, Daniel ngambil sebuah jam yang menurut Mad Hettie rusak. Setelah itu, Daniel ngebalikin lagi Mad Hettie dan perempuan tua itu bangun dengan pertanyaan: apa yang udah dilakukan.

Mad Hettie sempat nggak percaya kalau Daniel adalah Dream of The Endless. Iyak! Karena polos dan sopan banget. Pokoknya beda deh sama Dream. Artwork Daniel juga cakep abis. Begitu rapuh dan berharga. Daniel bahkan minta maaf ke rombongan Knight of Clouds and Shadow yang dia buat menunggu.

Dari Daniel, panelnya berpindah ke Morpheus yang ada di tengah-tengah semua ‘Dream’ yang pernah ada. Mereka saling berdebat dan bertanya satu sama lain. Sampai akhirnya mereka memutuskan kalau cuma bermonolog (karena sebenarnya mereka semua satu hanya dari sudut pandang yang berbeda!). Morpheus¬†mengambil alih dengan bertanya apa yang membuat mereka semua berkumpul di situ. Dan muncullah Dream yang tertua, yang paling mengerikan, karena bertudung kayak Destiny dan bermata. Dia bilang, dialah yang tertua, dan Morpheus pun menanyakan ¬†di mana mereka berada. Si Dream tertua itu menjawab yang intinya bilang bakal ada perang. Kemudian satu persatu aspek dari Dream (sosok Dream yang lain) lenyap satu-satu dan meninggalkan Morpheus serta Dream of Cats.

Dream pun menemui sosok dari First Circle, yaitu Glory, untuk menanyakan lebih lanjut. Lagi-lagi, Glory bilang kalau bakal ada sesuatu yang terjadi. Morpheus sempat menyangkal itu bukan urusannya, tapi Glory bilang kalau itu adalah kesalahannya.

Usai bertemu dengan Glory, Morpheus pun ngerti kalau akar masalahnya ada di dream vortex yang dia biarkan dulu. Ditemani si Dream of Cats yang sempat berargumen dengan Morpheus, Morpheus pun menemui ayahnya.

Ayah dari para Endless?

Houh.

Gue terpana lama di bagian itu.

Diem dan diem. Karena ceritanya bersambung sampai di situ dan harus nunggu dua bulan lagi buat tahu. *nangis*

overture 2 - 1

Meski singkat, gue baru sadar setelah nulis rekap di atas, cerita ini kaya banget. Banyak hal yang tetap bikin gue bertanya-tanya meski udah tahu akhir cerita ini bakal seperti apa. Rasa tegang dan geregetan itu membuncah, bikin pengin buru-buru dua bulan lagi.

Di chapter ini nggak ada Corinthian, atau bagian dari Dream yang lain, kecuali Lucien. Itu juga cuma Lucien dan Daniel. Kalau ada Daniel berarti kan… itu kejadian di masa depan dan Morpheus di masa lalu. Daniel itu kan inkarnasi dari Morpheus. Gue benar-benar pengin tahu dan geregetan.

First Cycle juga pertama kali disebut di sini kalau nggak salah. Di 75 volume Sandman rasanya nggak nemu sama sekali tentang itu. Atau bisa jadi gue yang udah baca dua kali selip tentang First Cycle, karena memang cerita Sandman ini kan kaya dan detail banget.

Oh ya, ada satu karakter cewek di sini, mirip sama Despair. Tapi, nggak tahu siapa. Cuma diceritain dia nyanyi…. Penasaran juga, solanya dia mandi dan diilustrasiin badannya penuh bintang-bintang. Apa bakal diceritain di Overture ini ya kenapa Despair yang pertama meninggal? Entahlah. Nggak bisa berspekulasi, pokoknya udah dua chapter dan semua masih terasa remang-remang.

Gue nggak akan berhenti bilang betapa indah artwork dari komik ini. Kalau memang nggak tertarik sama ceritanya, lihat aja bagusnya ilustrasi dari J.H. Williams. Morpheus dan Daniel digambarin indah banget. Pokoknya semua bagus. Mata gue berasa dapet suntikan vitamin ketika baca ini.

Dan… di Overture ini, gue kok ngerasa sosok Morpheus mirip gitu sama Rust Cohle, ada yang ngerasa gitu juga? Haha.

cohle dream

overture 2-4

The Sandman Overture Statue: Morpheus, rilis September 2014. Desainnya juga oleh J.H. Williams.

sandman statue morpheus

Video previewnya. Nonton dan mupenglah!

About these ads

2 comments on “The Sandman: Overture #2

  1. jenfri
    June 16, 2014

    Dear Mba Tia,

    Istri aku suka sekali dengan komik ini, Sandman. Ada referensi dimana beli komik ini yah?
    dan ada berapa episode kah? kalua tidak salah browsing, ada 1 – 75 + special 1 edisi yah.
    Mohon pencerahannya Mba Tia.
    Thank you in advance.

    Regards,

    Jenfri

    • Adis
      June 16, 2014

      Halo Jenfri, untuk sandman versi paperback, semua ada 10 volume (udah mencakup 75 vol) dan dua edisi spesial. Kalau ada di Jakarta, bisa dibeli di toko buku Kinokuniya di GI atau Plasa Senayan. Kalau di luar kota coba lewat toko buku online seperti periplus.com (jangkauan pengirimannya lebih luas) & opentrolley.co.id. Per volume dijual seharga kurang lebih 240k.

      Ada juga versi absolute dan ombinus. Isinya sama. Hanya saja bedanya bentuknya hardcover dan ada fitur2 yg nggak ditemukan di paperback. Cuma harganya sekitar 1,3 – 2,2 juta per volume. Ada sekitar 4-5 volume kalau nggak salah.

      Semoga informasi dariku membantu ya. :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on March 27, 2014 by in komik, Resensi and tagged , .
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,831 other followers

%d bloggers like this: