film / Resensi

Architecture 101

Setelah sekian lama akhirnya gue tergerak untuk bikin review lagi. Bahkan dengan susah payah (karena gue ngetik pakai tab yang sering typo), gue tetep bela-belain ngetik review. Kali ini reviewnya istimewa, karena biasanya gue ngereview buku (tapi udah lama nggak), sekarang gue akan ngereview film yang baru gue tonton semalem. Film yang sangat istimewa sebab film tersebut adalah film Korea pertama yang gue tonton di bioskop.

Oke cukup basa-basinya. Judul filmnya adalah Architecture 101. Hiyaa, yap, judulnya adalah pemikat utama gue untuk bela-belain nonton film ini meski masuk angin dan mengarungi perjalanan Bogor – Jakarta yang penuh cobaan.

*peringatan: banyak spoiler*

Film ini bertema utama cinta, dengan sentuhan arsitektur sebagai pengikat keseluruhan cerita. Berkisah tentang seorang arsitek, Seung-min dan kliennya, Seo-yeon (lihat di sini untuk tahu siapa aja pemainnya). Seo-yeon meminta Seung-min untuk mengerjakan rumahnya di Pulau Jeju. Dulunya mereka adalah teman di kelas Pengantar Arsitektur (Architecture 101). Sebagai catatan: Seung-min adalah mahasiswa jurusan Arsitektur sedangkan Seo-yeon adalah mahasiswa jurusan musik. Yuk lanjutkan ke kuliah Architecture 101.

Tugas 1: Perhatikan apa yang ada di sekitar tempat tinggalmu

Tugas pertama tersebut yang membuat Seung-min dan Seo-yeon berkenalan. Karena tinggal di tempat yang sama, akhirnya Seo-yeon mengajak mengerjakan tugas bersama. Tugas berkeliling inilah yang bikin mereka menemukan sebuah rumah terbengkalai.

Tugas 2: Pergilah ke tempat terjauh dari tempat tinggalmu

Tugas kedua ini kembali mereka kerjakan bersama. Karena Seo-yeon orang baru maka ia meminta Seung-min untuk mengajaknya ketempat terjauh. Berbekal peta bis, Seung-min mengajak Seo-yeon ke sebuah gedung di (pinggiran) Kota Seoul. Di sini, pertama kalinya Seo-yeon memperdengarkan Etude of Memory kepada Seung-min.

Tugas 3: Bayangkan seperti apa tempat tinggalmu di masa depan

Pada saat ini, hubungan Seung-min dan Seo-yeon makin dekat. Berdua mereka pergi ke daerah pedesaan. Meniti rel kereta sampai minum di daerah pinggir hutan gitu deh. Di sini, Seo-yeon menggambarkan rumah impiannya kepada Seung-min dan meminta Seung-min mengerjakannya secara gratis untuk Seo-yeon. Namun Seung-min menolak, kemudian Seo-yeon pun memberikan CD Etude of Memory sebagai uang muka untuk Seung-min. Satu lagi adegan yang cuteee di sini, ketika Seung-min curi-curi cium waktu Seo-yeoun ketiduran di pundaknya. Dasar Seung-min emang cupu sih, hahaha…

Jreng… Apakah akhirnya mereka bersama?

Di awal cerita, dikisahkan Seung-min dan Seo-yeon bertemu lagi setelah sekitar 10 tahun berpisah (gue pikir lebih lama, soalnya di wiki dibilang Seung-min berumur 35th). Seperti yang udah gue bilang di atas, Seo-yeon minta Sung-min untuk mengerjakan rumahnya.  Nah, di antara cerita-cerita pengerjaan rumah itulah, diceritakan kilas balik hubungan Seung-min dan Seo-yeon. Ternyata ketika kuliah mereka batal bersama…

Alasan mereka batal bersama, bener-bener berkaitan dengan alasan Seo-yeon mencari kembali Seung-min. Ketika kamu jatuh cinta kepada seseorang, rindu itu bisa kembali kapan saja dan mendadak kamu ingin tahu bagaimana kabar orang yang kamu cintai itu, bagaimana kehidupannya sekarang, bagaimana hal-hal yang tak sempat selesai antara kalian dulu. Pada suatu ketika, tak ada alasan apapun yang tepat untuk menjelaskan apa yang kamu lakukan, kecuali penasaran.Selama rumah itu direnovasi (karena semua rancangan baru Seung-min ditolak Seo-yeon) ketahuanlah jika Seo-yeon sudah bersuami (dan bsru bercerai) dan Seung-min akan segera menikah. Tapi, seperti yang pepatah banyak bilang: ‘cinta pertama tak akan pernah mati’.

Seperti kenangan akan detail-detail kecil yang membuat film ini terasa begitu hidup. Jejak kaki Seo-yeon kecil di lantai pancuran (yang akhirnya jadi kolam), tinggi Seo-yeon yang digoreskan di dinding, kaus GEUSS (bukan GUESS), sup babi, 11 november, dan masih banyak lainnya, terutama hari pertama turun salju dan pintu rumah yang dirusak oleh Seung-min muda. Justru hal-hal kecil seperti yang gue sebutkan itu yang benar-benar menyita perhatian gue selama nonton dan bikin terharu.

Hal lain yang menyita perhatian gue adalah kantor Seung-min. Sumpah ya, kantornya baguuuusss bangeeeettt. Suka deh pokoknya. Bikin Seung-min kelihatan charming gitu. Dan tentu saja, rumah Seo-yeon yang dikerjakan Seung-min. Jendela gesernya, dinding kayu yang juga bisa digeser, dan atap berumpuuut. Wiihhh… dengan pemandangan pantai, rumah itu benar-benar bikin jatuh hati. Terakhir, Seo-yeon meminta tambahan ruang piano di rumah itu, sayangnya sama sekali nggak ada adegan dia main piano.

Selain itu, hal lain yang mengusik gue adalah sikap Seung-min. Gue anggap dia nggak gentleman dengan membiarkan kejadian itu merusak hidupnya, padahal udah seharian dia nunggu dengan maket rumah yang pernah Seo-yeon gambarkan. Yap, memang bikinin maket rumah adalah salah satu cara paling manis dari seorang arsitek ketika nyatain cinta (akan lebih manis kalau bikinin rumah beneran sih *ditoyor*).

Satu hal yang sangat gue setuju dengan Seo-yeon adalah arsitek itu keren! (semoga ada arsitek yang dengar kata hatiku inih!)

Film ini memberikan pengertian tentang rumah dan tentang pilihan-pilihan. Seperti pintu yang nggak bisa Seung-min perbaiki malam itu, ada banyak pilihan-pilihan di masa lalu yang akan menetap menjadi luka. Namun, pada akhirnya semua luka akan dikubur waktu–mau tak mau, sebab apa pun pilihanmu untuk hidup itu yang terbaik.

Gue nggak suka ngasih rating. Tapi buat gue pribadi film ini bagus, memuaskan (apalagi endingnya), dan bikin gue menitikkan air mata. Kalau lo punya kekasih arsitek atau sedang rindu cinta pertama lo, atau bimbang karena cinta lama yang datang lagi, nontonlah… Semoga bisa memberi pencerahan.

Oke sekian review gaje gue. Hahaha…

Trailer Architecture 101 (English sub)

OST Architecture 101: Etude of Memories by Kim Dong Ryul

Bogor, 22 September 2012

5 thoughts on “Architecture 101

  1. Dit, bapak kosku arsitek jg, masih muda tp dah berkeluarga, rumahnya yg tak tempatin ini mungil, simple, tapi bagus, rencananya mau ditempatin sendiri tp gak jadi(maklum rumahnya buanyaak)🙂
    Rumah ini terpisah dr 14 kamar kos yg lain, krn aku yg pertama nempati kadang aku suka ngayal ‘ anggap aja rumah sendiri..hihihi

  2. Saya arsitek juga.. dulu kuliah di jurusan Arsitektur. keren kah saya? hahaha (toyor kepala cicak di sebelah),
    Saya denger kog pas kamu bilang “arsitek itu keren”.. makasih banget ya..

    anehnya, si Seo Yun itu dari akademi musik, tapi kenapa nggak diliatin dia main musik ato minimal si Seung Min diajak ke kampusnya Seo Yun lah..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s