Resensi / Serial

Pada Akhirnya, Cinta

“The difference between how you look and how you see yourself is enough to kill most people …the reason vampires don’t die is because they can never see themselves in photographs or mirrors.” 
― Chuck Palahniuk, Haunted

Aidan Turner membawaku sampai ke sini.

Catatan: ini adalah review serial Being Human.

Being Human

Seri 1-3 (2009-2011)

Genre: Supranatural, drama, komedi

Channel: BBC Three/BBC HD

Pada satu belahan dunia, tepatnya di Bristol, Inggris, ada tiga sahabat yang tinggal serumah, mereka adalah Mitchell (Aidan Turner), George (Russel Tovey), dan Annie (Lenora Crichlow). Mereka bertiga berusaha menjadi normal di antara lingkungan sekitar mereka. Gezz… bukan mereka mereka nggak normal atau gimana, tapi karena mereka berbeda dan istimewa. Mitchell adalah vampir yang berusia sekitar 117 tahun, George adalah werewolf, dan Annie adalah hantu.

Cerita utamanya memang berkisar tentang kehidupan mereka sehari-hari. Bagaimana mereka berusaha menjalani hidup seperti kebanyakan manusia ‘normal’ lainnya. Ya, nyatanya itu nggak mudah, Mitchell dengan buntut-buntut masalah dari masa lalunya, George yang masih terus berusaha adaptasi dengan kehidupannya sebagai manusia serigala, dan Annie yang mencari tahu apa ‘unfinished bussines’-nya yang harus dituntaskan.

Seri 1 (6 episode)

Mitchell, George, dan Annie

Where do I belong? Where do I fit? Who are my people? Where do my loyalties lie? We all choose our tribe. It’s that need to belong. To live within boundaries. ‘Cause it’s scary on the outside; on the fringes. Some labels are forced on us. They mark us, set us apart ’til we’re like ghosts, just drifting through other people’s lives. But only if we let the labels hold. You can piss your whole life away trying out who you might be. It’s when you’ve worked out who you are that you can really start to live. – Mitchell

Mitchell dan George pindah ke rumah yang ternyata dihantui Annie. Ketiganya akhirnya berteman baik sambil membantu satu sama lain menyelesaikan masalahnya. Di awal cerita, Mitchell membunuh teman sekerjanya, Lauren dan mengubahnya menjadi vampire. Karena itu, Mitchell diburu-buru oleh Lauren. Belum lagi, ada Herrick, vampire senior yang dulu mengubah Mitchell. Herrick yang merupakan pemimpin klan vampire di Bristol, menginginkan dan membujuk Mitchell untuk bergabung lagi dengan klan vampire. Herrick dengan manipulasinya akhirnya bisa membuat Mitchell bergabung dengannya. Akan tetapi, ternyata Herrick nggak sebaik yang Mitchell kira. Mitchell pun marah dan memutuskan nggak mau mmebantu Herrick lagi. Herrick pun mengejar Mitchell dan berhasil melukai Mitchell.

Lauren dan Mitchell

Pada saat bersamaan, pintu untuk Annie bisa keluar dari dunia manusia pun muncul karena ‘unfinished bussines’-nya sudah selesai. Namun Annie ikut kaget dengan peristiwa penusukan Mitchell dan bersama George ke rumah sakit. Ketika Annie kembali ke rumah, pintu tersebut sudah hilang. Setelah menyelesaikan masalahnya dengan mantan tunangannya, Annie masih harus tinggal di dunia lagi. Ternyata mantan tunangannya itulah yang membunuh Annie dan berkat bantuan George dan Mitchell, Annie berhasil membuat mantan tunangannya itu mengaku ke polisi.

Mitchell pun bisa diselamatkan. Dengan kekuatan vampirenya, Mitchell bisa pulih dengan cepat. Setelah itu, Mitchell menantang Herrick untuk duel. Namun, Herrick tidak datang karena George juga memaksa Herrick untuk datang kepadanya. George ingin menyelamatkan Mitchell. Annie pun memberi tahu Mitchell tentang hal tersebut dan mereka berdua pun mencari George. Ketika sedang mencari George, Mitchell dan Annie bertemu Nina, pacar George. Nina yang ingin tahu pun akhirnya mengikuti Mitchell dan Annie.  Mitchell sempat membujuk George untuk mundur. Akan tetapi, George percaya bahwa dia bisa menyelesaikan Herrick.

Akhirnya, Herrick pun bisa mati dengan ditebas kepalanya. Mantan tunangan Annie yang ditangkap polisi, ternyata membocorkan rahasia Mitchell, George, dan Annie ke seorang pendeta yang memburu makhluk-makhluk supranatural seperti mereka.

Seri 2 (8 episode)

Cerita berlanjut dengan Mitchell yang harus berurusan dengan polisi setelah kematian Herrick. Efek dari ketidakadaan Herrick membuat nasib vampire-vampire di Bristol pun luntang-lantung tanpa pemimpin. Beberapa dari mereka pun mulai membunuhi orang-orang tanpa peduli apa-apa. Mitchell, sebagai salah satu vampire yang cukup tua terkenal pun akhirnya turun tangan untuk mengurusi vampire-vampire alay tersebut. Polisi pun mulai memeras Mitchell dan meminta Mitchell mengerjakan tugas nggak penting, agar pembunuhan-pembunuhan karena vampire tersebut bisa disamarkan. Meski begitu, Mitchel tetap bertahan dan mengedukasi vampire-vampire yang lain agar berhenti minum darah.

Pada saat bersamaan, Mitchell kenalan dengan dokter baru bernama Lucy. Mereka berdua akhirnya saling suka. Mitchell meminta tolong kepada Lisa untuk menyelamatkan dia dari kebiasaannya minum darah. Lucy akhirnya menyetujui dan Mitchell pun memutuskan untuk mundur sebagai pemimpin klan vampire. Namun, ternyata Lucy berkhianat dan membocorkan rahasia pertemua vampire yang diadakan Mitchell. Sebuah bom meledak di ruangan tempat diadakan petemuan dan membuat banyak vampire meninggal, tetapi Mitchell selamat.

Mitchell di bekas puing-puing tempat pertemua yang meledak bersama Daisy.

Mitchell merasa dikhianati oleh Lucy. Bertahun-tahun ia mencoba melindungi manusia dan membuat dirinya menjadi manusiawi, tapi malah dikhianati. Mitchell pun melakukan balas dendam dengan membunuh seluruh penumpang di sebuah gerbong kereta. Peristiwa ini disebut Box Tunnel 20.

Si pendeta yang memburu Mitchell dkk, akhirnya berhasil menemukan mereka. Dengan dalih mempunya obat penawar untuk manusia serigala, Nina dan George pun mengikuti si pendeta, begitu juga Annie yang dijanjikan bisa keluar dari dunia manusia. Mitchell tahu di balik si pendeta ada Lucy Jaggat, maka dia pun memburu sampai ke tempat Nina, George, dan Annie berada. Mitchell membunuh orang-orang yang ada di sana. Annie malah terjebak di purgatory/limbo karena masuk ke pintu yang tidak seharusnya.

Seri 3 (8 episode)

“You surround yourself with good people. That’s what you do. Find someone better than you. ‘Cause then when you fail, you have to deal with their disappointment. And that’s what keeps you true.” – Mitchell (S302)

Insiden Box Tunnel 20 terus coba dikuak sampai di seri ketiga. Di sini, Mitchell, George, dan Nina pindah ke tempat baru di Wales. Mitchell berusaha menyelamatkan Annie dari purgatory dan akhirnya Mitchell berhasil. Ketika masuk ke purgatory, Mitchell diberi sebuah ramalan kalau dia akan mati terbunuh oleh werewolf. Sementara itu, Herrick kembali bangkit dan membuat Mitchell mendesaknya untuk memberi tahu bagaimana cara bangkir kembali. Namun Herrick yang hilang ingatan tidak memberi tahunya.

Selain tertekan karena ramalan, Mitchell juga diburu oleh seorang polisi perempuan. Nina yang diberi tahu Herrick tentang scrapbook berisi kliping berita Box Tunnel 20 yang ditemukan Herrick diam-diam akhirnya menghubungi polisi. Herrick juga memberi tahu polisi perempuan tersebut tentang hal itu. Annie pun juga ikut melakukan investigasi sendiri tentang kasus tersebut. Pada akhirnya, setelah si polisi perempuan itu mendapatkan sidik jari Mitchell, ketahuanlah kalau Mitchell merupakan pelaku pembunuhan di Box Tunnel 20.

Herrick yang sudah mendapatkan ingatannya kembali, mengeluarkan Mitchell dari penjara. Dalam perjalanan menuju Inggris, Mitchell pun membunuh Herrick. Terakhir, Mitchel mendatangi rumah tempat mereka tinggal. Mitchell meminta George untuk membunuhnya agar Mitchell bisa berhenti membunuh lagi. Dan ya… George melakukannya untuk Mitchell.

—-

Being Human sebenarnya sekarang sudah sampai ke season lima (tayang 2013) ini, tapi karena gue sampai di serial ini dari daya tarik Aidan Turner, ya jadinya gue nonton cukup tiga seri aja. Seri satu gue selesaikan dengan nonton di YouTube, seri dua dan tiga gue nonton dari DVD.

Di awal ketika gue ngikutin serial ini, ekspektasi gue nggak tinggi. Ya, yang penting Aidan (Mitchell) banyak muncul aja udah cukup. Emang muka manis nan indahnya itu yang pengin gue lihat. Namun, semua berubah ketika negara api menyerang… eh maksudnya saat gue hanyut di cerita seri 1.

Gue nggak pernah suka vampire dan werewolf karena keduanya menurut gue termasuk makhluk supranatural yang nggak cantik. Vampire yang mengisap darah dan berceceran, werewolf yang mencabik-cabik tubuh korbannya. Errghh… Akan tetapi, semua berubah ketika John Mitchell datang.

Do you people have any fucking idea who I am? My name is John Mitchell. And I’ve killed more people than you’ve met. If I can do it, so can you. – Mitchell (S203)

John Mitchell

Itu ketika Mitchell memperkenalkan diri di depan kelompok vampir Bristol yang kebanyakan masih labil dan junior. Mungkin kalau bersimpang jalan dengan Mitchell di trotoar, kita nggak akan pernah tahu dia adalah vampire. Mitchell bisa berjalan di bawah sinar matahari tanpa harus berkilau, pun bisa makan dan minum dengan normal. Persis sama dengan orang-orang normal lainnya, bedanya, dia abadi dan selamanya akan tetap sama.

Tentang keabadian Mitchell ini dibahas jleb banget di season satu. Pada suatu waktu dia ketemu mantan kekasihnya di tahun 69, Josie. Josie udah berusia tua, sementara Mitchell masih sama aja. Kepada Mitchell, dengan pandangan simpatik, Josie bilang:

“Look at you. Frozen. Like photograph.” – Josie (S105)

Josie sampai bilang dua kali tentang hal itu. Hal itu juga kemudian dibahas ketika Mitchell mau menyelamatkan seorang anak remaja yang juga tetangganya, Bernie. Ketika itu, Mitchell membujuk ibu Bernie, Fleur, untuk dibolehkan mengubah Bernie menjadi vampire.

Mitchell: I died a hundred years ago. A young man just sent off to war. But I’ve lived more since then than I ever thought was possible.
Fleur: Alright, you tell me this then. Honestly. If this is the choice that I’m left with. If you were me, would you choose that life for your son? Because I don’t see much happiness in you, Mitchell. 

Inilah yang membuat gue makin simpatik sama cerita Being Human ini. Saat mereka pikir mereka bisa normal dengan mengikuti orang-orang ‘normal’ lainnya, tapi ternyata perbedaan mereka nggak selamanya bisa disembunyikan. Pada akhirnya, Mitchell, George dan Annie menerima kalau seperti inilah mereka.

Cerita itu ada di season satu. Bagian paling fun dan menyenangkan dari seluruh seri. Mitchell, George, dan Annie dapet sekali chemistry-nya sebagai teman serumah. Di sini, karena memang baru seri pertama, mereka sering sekali kumpul bertiga dan Mitchell-George pun sering banget keluar bareng. Ini beda banget dengan seri kedua yang lebih suram dan nggak banyak ketawa, bikin capek nontonnya. Sementara itu, seri ketiga kembali fun sekaligus kelam.

Meskipun ada tiga tokoh utamany, tone kisah Being Human ini terkait banget sama Mitchell. Kalau Mitchell lagi happy, ceritanya bakal fun. Kalau Mitchell lagi marah, bah… langsung muram gitu deh ceritanya.

Karena di antara mereka bertiga memang Mitchell yang masalahnya terkait banyak ke orang-orang, terutama para vampire, serta masa lalunya. Mitchell berusaha berhenti membunuh, meski dia nggak pernah lupa setiap orang yang dibunuhnya–ingat setiap nama, setiap kata terakhir yang diucapkan korbannya. Padahal yang dibunuhnya udah… nyaris ribuan orang.

Karakter Mitchell ini diperankan apik banget sama Aidan Turner. Dari wajahnya, dapet banget ekspresi misterius vampire. Meski nggak pucat, tapi ketika Mitchell minum/berlepotan darah sama sekali nggak kelihatan menjijikkan, malah tambah seksi. Hahaha… Bukan hanya, karakter Mitchell yang apik, George dan Annie juga sama bagusnya. Dengan sifat yang beda-beda, mereka bertiga bener-bener klop. Apalagi Mitchell dan George, persahabatan mereka itu unyuuuuu banget. Sementara, Mitchell dan Annie, hubungan mereka di seri tiga akhirnya berlanjut jadi lebih dari hubungan sahabat.

Hanya saja hubungan Mitchell dan Annie nggak berjalan mulus. Yaiyalah, pacaran sama hantu gitu lho, nggak bisa ngerasa apa-apa. Ada satu adegan ketika Annie yang udah belajar ‘merasakan’ meminta Mitchell untuk mengencani orang lain dan Annie bakal ngerasain lewat cewek itu. Poor Annie…

S1

Drama di Being Human memang remaja banget, nggak remaja juga sih lebih ke dinamika orang-orang umur pertengahan 20-an, sesuai dengan umur tokoh-tokohnya. Meski gitu, tetap menarik diikuti–persahabatan dan cinta, kapan sih matinya dua tema tersebut? Apalagi dengan tambahan tema supranatural yang digemari remaja sekarang. Jadi, makin memikat deh.

Di akhir seri ketiga, Mitchell ‘terpaksa’ dimatikan. Meski nggak menyimpang dari alur yang disiapkan, akhir seri ketiga ini nggak bikin gue puas. Rasanya ada yang kurang, apalagi dengan adegan sahabat yang mengakhiri hidup sahabatnya sendiri–itu harusnya bisa dibuat dramatis banget. Gue sih cuma ngerasa sayang Mitchell harus mati, tapi gue berharap dia mati dengan lebih heroik. Ya, lebih heroik.

Mitchell mati heroik sih karena habis itu dia bereinkarnasi jadi Kili di trilogi The Hobbit. :)))

George: I’m doing this because I love you  |  Mitchell: I know

Adegan terakhir di Being Human itu mau nggak mau bikin gue ngebandingin dengan episode terakhir anime Code Geass R2, yang juga diakhiri dengan adegan yang mirip. Suzaku dipaksa Lelouch membunuh dirinya sebagai hukuman dan agar dunia bisa damai lagi. Begitu juga Mitchell yang memaksa George membunuhnya sebagai hukuman bagi Mitchell karena sudah mempengaruhi hal buruk kepada George dan selama ini sudah memanfaatkan George, serta agar Mitchell nggak membunuh lagi. Dua-duanya sedih, tapi waktu nonton Code Geass R2 gue nangis lebih banyak.

Pada akhirnya, cinta dan perasaan bersalah Mitchell ke orang-orang yang ada di sekitarnya, terutama yang dekat dengannya membuatnya mengambil kesempatan tersebut. Bisa aja, Mitchell memilih tinggal terus bersama Annie, saling mencintai, tapi hal itu nggak akan membuatnya berhenti membunuh. Dan dia akan terus membunuh…

Secara keseluruhan, Being Human ini menarik untuk mengisi waktu luang, apalagi yang demen Aidan Turner dan cerita fantasi. Dramanya juga bagus, terutama di seri satu. Kalau memang nggak demen Aidan Turner, ya aku ngerekomendasiin season satu aja, karena itu yang paling nyenengin dari semua.

Januari 2013

Adit

Sumber foto: aidan-turner.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s