film / Resensi

Inseparable

Jreeeeng… nonton ini juga gara-gara Benedict Cumberbatch. Film pendek ini dirilis tahun 2007 dan berdurasi 11 menit. Ceritanya sederhana, nggak banyak dialog. Cara bertuturnya lebih banyak lewat ekspresi karakter dan gestur para pemainnya. 

Sederhana yang kubilang, karena film pendek ini mengisahkan tentang Joe (Benedict Cumberbatch), seorang papah muda yang didiagnosis hmm… kanker otak, pokoknya ada masalah dengan kepalanya. Si Joe ini punya seorang anak lelaki dan istri yang sayang sama dia. Ketika mendapatkan hasil pemeriksaannya Joe menghubungi Charlie (Benedict Cumberbatch), saudara kembarnya. Kehidupan Charlie jauh beda dengan Joe yang seorang pekerja kantoran, Charlie suka berjudi, berantakan, dan sering dipalak preman. Namun, Charlie menyanggupi permintaan Joe untuk bertukar peran. Charlie jadi Joe dan sebaliknya.

Joe

Charlie

Di akhir cerita, Charlie (yang sudah dandan jadi Joe) pulang ke rumah disambut istri Joe yang kaget dan anak laki-laki Joe yang menyongsong kehadiran dia. Hiks…

Nggak ada yang spesial dengan film ini. Meski ceritanya akan menariiiiikkkk kalau diangkat jadi cerpen atau novel. Ekspresi dan akting Benedict, seperti biasa… juara. Raut sedihnya ketika habis dapet vonis penyakitnya itu, gimana frustasinya. Juga ketika jadi Charlie yang ngenes dengan cambang palsu dan wajah kelaparannya.

Di film pendek ini, Benedict memerankan Joe dan Charlie sekaligus. Pemeran penggantinya lumayan mirip sip, nggak terlalu ngeganggu. Kebanyakan juga diambil close up gambarnya ketika lagi berdua, maksudnya satu aja, Joe atau Charlie gitu (gue nggak tahu istilah filmnya apa). Kalau lagi berdua pun, yang satu kelihatan punggungnya aja. Sinematografinya, nggak istimewa sih, tapi gue suka, setempo dengan musik latarnya yang depresi dan lambat.

Buat gue, film pendek ini kayak satu potong cerita yang belum lengkap. Masih banyak pertanyaan di benak gue. Apakah si istri kenal Charlie? Kenapa Joe ngambil keputusan egois yang kayak gitu? Seperti apa sebenarnya hubungan Charlie dan Joe? Kenapa bisa mereka berdua hidupnya seperti langit dan bumi?

Aaaakkkkkk…

Tambahan: habis baca di Sherlockology kalau bakal dibikin versi panjangnya. Akan tetapi entah kenapa gue akan lebih suka kalau dibuat versi novel. Ini bisa jadi novel yang cowok banget dengan eksplorasi perasaan yang mengiris-iris. hiks… 

Bogor, 26-4-13

Sumber gambar: sherlockology

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s