buku / Resensi

Notasi

20130711_170828_Lumina_Nolariod

Notasi adalah hasil polling read-along Reight book club untuk bulan Juli.

Sinopsis:

Rasanya, sudah lama sekali sejak aku dan dia melihat pelangi di langit utara Pogung.
Namun, kembali ke kota ini, seperti menyeruakkan semua ingatan tentangnya; tentang janji yang terucap seiring jemari kami bertautan.

Segera setelah semuanya berakhir, aku pasti akan menghubungimu lagi.

Itulah yang dikatakannya sebelum dia pergi.
Dan aku mendekap erat-erat kata-kata itu, menanti dalam harap.
Namun, yang datang padaku hanyalah surat-surat tanpa alamat darinya.
Kini, di tempat yang sama, aku mengurai kembali kenangan-kenangan itu….

 

Ini buku ketiga Morra Quatro yang gue baca. Dua sebelumnya, Forgiven dan Believe membuat gue udah pasti banget bakal beli buku-buku Morra selanjutnya, karena gue suka cara dia bercerita.

1. First Impression

Pertama tahu, ini bukunya Morra, peduli amat kovernya gimana. Huihihihi… Kovernya sederhana. Ada radio, sesuai dengan satu sublot cerita di dalem. Sederhana aja sih dan hijau, menurut gue cukup menggambarkan suasana ceritanya.

2. How did you experience the book?

Di awal-awal, banyak banget diceritakan tentang UGM, Jogja, tentang ini, dan itu. Di buku-buku sebelumnya, Morra juga ngangkat Jogja dan UGM. Buat gue itu cukup. Jadinya, gue banyak skip bacanya.

Karena udah baca kedua buku Morra sebelumnya, rasanya udah cukup paham cara dia bercerita dan memotong-motong kisahnya. Jadi, ya, asik aja bacanya.

3. Characters

Aku suka Nino. Naila mengingatkan gue ke karakter-karakter perempuan lain di buku-buku sebelumnya.

4. Plot

Morra selalu jago urusan plot dan alur. Tapi buku ini, menurut gue temponya terlalu lambat. Oh iya, bacanya butuh dua jam saja.

5. POV

POV utama di Notasi menggunakan sudut pandang orang pertama dari karakter Naila. Di bagian akhir, ada sudut pandang dari Nino.

6. Main idea/Theme

Tema novel ini keren banget. Kejadian 98, pendirian Swaragama FM, itu dituturkan apik banget. Pokoknya temanya kasih dua jempol deh.😀

7. Quotes

Gue malah terngiang-ngiang kutipan Tan Malaka yang disisipkan Morra: “Padi tumbuh tidak berisik.”

8. Ending

Memuaskan kok.

9. Pertanyaan

Apa ya…?

10. Benefits

Meluaskan wawasan, jelas. Cerita-cerita tentang kejadian 98 itu… memang patut diingat.

 

Bogor, 11-7-13

One thought on “Notasi

  1. Pingback: July Wrap-Up Post | reightbookclub

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s