film

Star Trek TOS: Space Seed

Superior ability breeds superior ambition.

– Spock

Ricardo Montalban sebagai Khan

Space Seed adalah salah satu episode dari musim tayang pertama Star Trek The Original Series, tepatnya episode ke-22. Dirilis pertama kali tahun 1967, episode ini masih begitu legendaris sampai sekarang. Ikut serta di dalam episode ini karakter-karakter utama dalam Star Trek TOS, yaitu William Shatner (Kirk), Leonard Nimoy (Spock), dan sebagainya, serta bintang tamu, Ricardo Montalban sebagai Khan.

Sekarang tahu, kan, di mana letak istimewanya episode ini?

Yep, di episode Space Seed inilah pertama-tama diperkenalkan salah satu karakter luar biasa di universe Star Trek, Khan atau Khan Noonien Singh. Sebelumnya, aku sudah pernah bahas beliau dalam review Star Trek Into Darkness (film dan novelisasi/2013), serta dari seri novel The Eugenics Wars vol I dan vol 2 yang ditulis oleh Greg Cox tahun 2001-2002. Episode Space Seed ini memang yang mendasari adanya film The Wrath of Khan (1982), novel The Eugenics Wars, dan yang terbaru adalah Star Trek Into Darkness.

The trip is over. The battle begins again. Only this time it’s not a world we win. It’s a universe.

– Khan

Kisah Space Seed dimulai saat The Enterprise menemukan lokasi Sleeper Ship (SS) Botany Bay. Enterprise mengidentifikasi adanya tanda-tanda kehidupan di pesawat tersebut. Karena Spock nggak bisa menemukan data-data mengenai pesawat itu, akhirnya Kirk, bersama Bone, Scotty, dan seorang ahli sejarah, Marla McGivers pun dikirim ke SS Botany Bay.

Sesampainya di Botany Bay, Marla memberitahu tentang pesawat tersebut. Kehadiran mereka yang tiba-tiba membuat salah satu kapsul aktif dan sosok di dalamnya terbangun. Kemudian, Kirk pun memutuskan untuk membawa si sosok itu ke Enterprise. Bones yang merawat si sosok tersebut terkejut dengan kondisi si sosok yang di atas rata-rata manusia biasa. Ketika si sosok ini sadar, dia sempet mau ngancem ngebunuh Bones, tapi Bones dengan berani melawan, nggak secara fisik sih.

Ketika diajak ngobrol sama Kirk, si sosok ini pun ngasih nama ‘Khan’. Kirk dan Spock pun nyari tentang nama tersebut dan menemukan sejarah mengenai beliau, yang dulunya adalah manusia superior hasil genetic engineering, serta pernah menjadi tiran dan pemicu The Eugenics Wars.

Marla yang tahu itu Khan, salah satu sosok yang dia kagumi pun diam-diam menemui Khan di kamar rawatnya. Et dah, tahu-tahu aja si Khan mendadak genit dan seduktif. Pokoknya si Khan ini ngepedekatein Marla, sampai akhirnya dia minta tolong sama Marla untuk ambil alih Enterprise.

Khan pun memindahkan semua krunya dari Botany Bay ke Enterprise. Khan juga memutus life support ke bridge biar Kirk mau menyerah. Kirk pun akhirnya menyerah. Oleh Khan, Kirk dimasukkan ke ruang dekompresi, sementara seluruh krunya ditawan. Marla yang nggak tega teman-temannya disiksa Khan, akhirnya menyelinap untuk menyelamatkan Kirk.

Spock pun membanjiri Enterprise dengan semacam gas gitu, tapi Khan dkk. bisa melarikan diri dari gas tersebut. Kemudian, Kirk dan Khan berantem, yoi, berantem fisik ma men… Sampai akhirnya, Khan pun dibuat tak berdaya oleh Kirk.

Khan dan seluruh kru dikumpulkan, termasuk Marla. Kirk memutuskan untuk membuat/meninggalkan mereka di sebuah planet, Ceti Alpha V. Marla yang nggak mau menghadapi hukuman di bumi nanti, pun ikut ke Ceti Alpha. Setelah Khan dan kru pergi, Spock dan Kirk sama-sama membayangkan apa yang bakal terjadi di masa depan, setelah mereka melepaskan manusia-manusia superior itu.

I will take her. And I’ve gotten something else I wanted. A world to win, an empire to build.

– Khan

Jreeeeng!

Lanjutan dari Space Seed, dibuat 16 tahun setelah episode ini ditayangkan, dengan judul The Wrath of Khan. Tapi aku nggak ngomongin itu di sini. Sila google aja cerita selanjutnya dari Khan itu. Atau nanti kalau aku udah nonton, aku pasti bikin review-nya.

Space Seed ini umurnya jauuuuhhhh lebih tua daripada aku. Ibuku aja umurnya baru setahun waktu episode ini keluar. Jadi, aku bakal review dengan sudut pandang aku yang sekarang–anak generasi 90-an–dan tertarik pada Star Trek karena JJ Abrams.

Space Seed ini cerita yang menarik, terlepas dari cerita Kirk dan kawan-kawan yang memang selalu menyenangkan diikuti. Nostalgia tentang penguasa masa lalu, yang bangun lagi setelah ratusan tahun dan berhadapan dengan kehidupan yang sama sekali beda. Dan Kirk yang menghadapi legenda masa lalu, seseorang yang dianggap jahat. Meski aku ngerasa ceritanya sendiri banyak plothole di mana-mana, tapi tetep aja seru.

Menariknya cerita ini, terutama secara psikologis, ketika Kirk mengambil keputusan yang akhirnya jadi bumerang bagi dirinya sendiri dan krunya. Dia kira sudah menyelamatkan satu (dan 72 nyawa), tetapi ternyata itu menjadi akar masalah yang lain. Begitu juga dengan Marla, yang jatuh hati dengan Khan. Khan memang punya kharisma yang susah ditolak sih, apalagi kalau dia udah membalas perhatian si cewek–bikin klepek-klepek deh.

Kalau masalah grafis dan teknologi, ya, aku ndak usah komentarlah ya. Itu episode yang dibuat 46 tahun lalu.

Karakter Khan sendiri, karena memang karena karakter inilah aku nonton Space Seed, terlihat superior, intimidatif, berani, dan berkharisma sih. Pesona Kirk aja terasa redup kalau ada di dekat Khan. Ibaratnya, Khan itu singa jantan, sementara si Kirk ini hyena, semacam itulah. Aku suka bagian Khan yang puitis, ketika dia sering mengutip puisi-puisi klasik atau kalimat-kalimat dari buku yang dibacanya.

Tapi yang nyebelin, genitnya itu lho. Aku nyadar mungkin awalnya dia cuma manfaatin Marla. Seterusnya, kok genitnya makin menjadi-jadi, pakai ciuman segala, uwel-uwel rambut Marla (hueeekkk…). Aku pikir sih, seharusnya Khan bisalah mengusahakan menguasai Enterprise sendiri tanpa bantuan Marla. Dia superior gitu lho! Superior!

Beberapa hal yang mengganjalku juga, gerakan-gerakan yoga Khan yang uaneeeeh. Bikin antara pengin ngakak dan mengerutkan kening sekaligus. Jadi, si Khan bangun dari pingsannya, terus ujug-ujug dia ngelakuin gerakan ganjil, yang kalau gue nggak dikasih tahu itu yoga… mungkin akan berpikir aneh. Hahaha… Kemudian, se-superiornya Khan, masa secepat itu ya, recovery setelah ratusan tahun dalam kondisi cryostasis. Aku ngerasa itu ganjil, kalau dipikir secara logika aja, kan harusnya pemulihan tubuh dulu tuh, pikiran, psikologis, dan sebagainya. Mungkin karena keterbatasan waktu tayang sih ya.

Waktu kemarin nonton ini nggak sengaja nemu di yutub sih episode lengkapnya. Karena memang butuh untuk riset nulis fanfiksi Khan, akhirnya aku tonton beneran deh. Karena aku nonton Space Seed ini… udah didahului dengan nonton STID dan baca The Eugenics Wars. Sedikit banyak, kedua hal tersebut memengaruhi penilaianku terhadap Khan di episode ini. Bakal beda kalau aku nonton Space Seed dulu, mungkin akan timbul anggapan sama kalau episode ini bagus banget. Ya, episode ini bagus, salah satu tonggak sejarah penting dalam hidup Kirk dan Spock, dan wajib ditonton kalau memang mau mendalami Star Trek bener-bener. Ya, bagusnya sih nonton seluruh episode TOS.

Akhir kata, Khan adalah pejuang yang tangguh, pribadi yang kharismatik, dan punya kisah hidup menarik serta penuh intrik. Aku secara pribadi mengagumi beliau dan cita-citanya. Hail, Khan!

He was the best of the tyrants and the most dangerous.

– Kirk on Khan

One thought on “Star Trek TOS: Space Seed

  1. Pingback: Star Trek Khan #1 | Catatan Tia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s