anime / film / Resensi

The Girl Who Leapt Through Time

“Time waits for no one.”

Anime ini salah satu yang cukup terkenal, terutama untuk genre science fiction dan tema time travel. The Girl Who Leapt Through Time (時をかける少女 Toki o Kakeru Shōjo) dirilis tahun 2006. Film berdurasi 98 menit ini disutradari oleh Mamoru Hosoda (Digimon serial, Digimon movie) dan diproduksi oleh studio Madhouse yang juga sudah menangani dunia animasi dari tahun 1981.

Film ini merupakan sekuel dari novel berjudul sama yang terbit tahun 1967 dan ditulis oleh Yasutaka Tsutsui. Pada tahun 2007, film ini menyabet banyak penghargaan di Tokyo Anime Awards, termasuk Animation of The Year, Director Award, Best Original Story, dan Best Scriptwriting. Sebelum perilisan, film ini juga dibuat versi manganya.

Berkisah tentang Makoto yang pada suatu hari terjatuh dan mengalami keganjilan. Setelah itu, ia mendapatkan kemampuan untuk melintasi waktu. Makoto mulai mengubah hal-hal yang tidak menyenangkan hatinya. Bibinya kemudian mengingatkan bahwa jika Makoto bahagia, maka akan ada orang lain yang bersedih akibat pilihan Makoto tersebut. Hal itu pelan-pelan terlihat setelah Makoto menyuruh salah satu teman sekelasnya menggantikannya dan mengalami insiden. Si teman sekelasnya itu di-bully, dan akhirnya hampir membalas dendam kepada Makoto, yang malah nggak sengaja nyaris melukai teman-teman Makoto. Ia pun bertekad kembali mengubah hal tersebut. Banyak hal yang kemudian malah makin berantakan. Sampai Makoto harus hampir kehilangan sahabat-sahabatnya.

Termasuk ketika sahabatnya, Chiaki ternyata menyukainya. Makoto ingin tetap bersahabat bertiga, ia, Chiaki, dan Kousuke. Ia berusaha mengubah kenyataan dengan melompati waktu demi waktu. Pada satu masa, ia menjadi jauh dengan Chiaki. Pada akhirnya, Makoto tahu jika Chiaki secara tidak langsung yang menyebabkan Makoto bisa melintasi waktu. Makoto pun menyadari bahwa sesungguhnya ia menyukai Chiaki. Terakhir, dengan sisa jatah melintasi waktu yang Makoto punya, ia mengejar lagi Chiaki. Tetapi, Chiaki akhirnya tetap kembali ke masa dia berasal dan berjanji akan menunggu Makoto di masa depan.

Gue selalu berpikir bisa lompat melompat antar waktu itu akan menyenangkan banget. Akan tetapi, setelah nonton berbagai film tentang ini, yang gue inget banget selain The Girl Who Leapt Through Time adalah Looper, bisa bolak-balik waktu nggak selalu bisa menyelesaikan masalah. Hmm… lebih tepat, menyelesaikan satu masalah, tapi menimbulkan masalah lainnya, terlebih kalau fixed timeline, seperti Looper.

Film ini ngingetin gue sama The Butterfly Effect, tapi kalau TBE kan efek perubahannya kelihatan besar, berbeda dan ekstrim, sementara TGWLTT efek jadi lompat waktunya terlihat minor, hanya melingkupi Makoto dan sekitarnya.

Gue nggak ada komplain dengan time travel-nya. Jadi, setiap kali Makoto melompat akan bikin garis waktu baru, tapi masa lalu nggak berubah ya. Cuma cara dia menentukan momen tempat dia ingin kembali itu… hanya dengan dibayangin aja.

Keseluruhan cerita ini dibungkus dalam storytelling yang apik dan rapi. Informasi yang dikasih sedikit demi sedikit setiap kali Makoto lompat. Menjadikan cerita time travel ini mudah dicerna dan diterima oleh akal. Lagi pula cerita ini lebih berat drama dari pada sisi ilmiahnya (yang nyaris nggak ada, kecuali deksripsi lompat antar waktunya).

Karakter-karakternya juga lovable. Meski Makoto kadang bikin geregetan karena bolak-balik mulu. Pada akhirnya, perjalanan-perjalanan yang dia lakukan ngasih banyak pelajaran buat dia untuk menghargai waktu.

Grafisnya juga bagus. Rapi. Begitu pula musik latarnya yang dapet banget. Bikin adegan-adegan di dalamnya jadi hidup sekali.

Adegan favorit gue ada di bagian-bagian akhir, ketika Chiaki menghentikan waktu, mencegah Kousuke dan si cewek itu tertabrak kereta, menyisakan Chiaki dan Makoto di tengah lautan manusia yang membeku. Mereka berjalan berdua, kemudian Chiaki cerita banyak. Sampai akhirnya, Chiaki hilang di tengah kerumuman manusia. Benar-benar hilang…. Satu lagi adegan favorit gue adalah ketika Chiaki dan Makoto berpisah untuk terakhir kali dan Chiaki janji untuk nunggu Makoto di masa depan. Gue nggak ngerti bagaimana nanti mereka ketemu di masa depan…. Tetapi, gue ngeliat cinta pada mereka berdua.

Secara keseluruhan, ini adalah film animasi yang menarik dan menggelitik. Cukup realitis juga (meski time travel belum bisa dilakukan sekarang ya). Seenggaknya, kalau memang lagi mulai nonton anime, masukin film ini dalam daftar nonton, karena nggak akan nyesel.😀

Bogor, 23/08/13

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s