buku / Resensi

CoupL(ov)e

“Something better left unsaid. Something better if written.”
Hlmn. 365

Read along Reight book club bulan September adalah buku gue, Reasons. Jadi, akhirnya gue harus ngereview buku yang beda dengan yang lain. Hiks… Danis yang bertanggung jawab memilihkan buku bulan ini menugaskan gue untuk membaca dan bikin resensi CoupL(ov)e karya Rhein Fathia untuk bacaan Reight bulan ini.

Gue baca buku ini dalam semalem. Untungnya pas nginep di kosan si Iif, jadi pas baca gue langsung diskusiin sama dia. Gue pun bisa cepet bacanya.

Oke, here we go…

CoupL(ov)e (susah bener judulnya… serius ya gue…) bercerita tentang dua sahabat, Halya dan Raka. Mereka bikin janji asal-asal waktu SMA yang berbunyi Raka bakal nikahin Halya kalau sampai umur 30, si Halya ini masih belum juga menikah. Dang! Hati-hati ya sama omongan. Ternyata akhirnya, mereka nikah beneran. Gimana bisa mereka nikah dijelaskan dalam flashback yang hampir makan 3/5 buku.

Jadi, dari mereka SMA, terus lulus. Raka kuliah di Bandung, Halya kuliah di Depok. Waktu kuliah Raka ketemu Rina, sehabis lulus hampir nikah, kalau aja Rina nggak dijodohkan oleh orang tuanya. Begitu juga Halya, sehabis kuliah dia terlibat hubungan serius dengan Gilang, tapi nasib si Gilang ternyata mesti mati muda. Dalam kondisi masih cinta banget sama Gilang, plus mau membahagiakan orang tuanya, akhirnya Halya menerima pinangan Raka.

Di awal nikahan mereka sempat canggung banget. Malah berasa orang yang dijodohin daripada yang udah sahabatan belasan tahun. Tapi, Raka pelan-pelan mulai meyakinkan diri kalau Halya adalah istrinya dan dia berhak dong dapet hak sebagai suami. Awal-awalnya Halya nolak, tapi ya, lama-lama luluh jugalah. Nah, masalah dateng ketika Rina muncul lagi dan Raka tahu si Halya masih cinta sama Gilang. Waktu itu, Halya udah mulai cinta sama Raka dan cemburu dong si Rina ini dateng. Akhirnya, tetep Raka balik sama Halya dong, apalagi ketika tahu Halya hamil dan keguguran, aduh tambah makin cinta. Yihaaa! Happy ending!

General Discussion Questions:
1. First impression
Saat pertama kali memegang buku tersebut, apa yang kamu pikirkan? Apa menurutmu covernya bagus?

Kovernya biasa aja sih. Malah nggak menarik. Judulnya bok, susah dilafalin dan ditulis. Kopel-lop? Gitu bukan ya bacanya? Gue sama Iif bacanya gitu semalem suntuk.😄

2. How did you experience the book?
Apa kamu langsung nyaman membaca buku tersebut, atau perlu waktu untuk memahami plot dan karakternya?

Geeezzz… gue kira fokus cerita novel ini adalah kehidupan Halya dan Raka setelah menikah. Gimana mereka mengatasi kecanggungan di sana, berdamai satu sama lain, malam pertama gimana (sahabat belasan tahun bo! pasti lucu!), dan gimana akhirnya mereka sama-sama mencintai. Cinta kan nggak dateng seminggu dua minggu. Yang ada, novel ini malah lebih banyak cerita tentang masa lalu mereka, hampir 3/5 novel dari halaman 74-254.

Dan entah mengapa, gue ngerasa banyak hal yang nggak penting di sana. Ngomongin bakso? Ngomongin kopi? Ngomongin hobi Raka ngoleksi mainan kayu? Gue nggak tahu apa kaitannya dengan benang merah cerita yang sebenernya (kehidupan setelah menikah Raka dan Halya). Yaiya sih, bakso emang kesukaan Raka dan satu-satu yang Halya bisa masakin buat Raka😄. Terlalu banyak detail yang dimunculin dalam flashback itu, kayak nyeritain emaknya Raka atau Gilang ya yang punya halaman rumah luas dan suka berkebun, dan entah apalagi. Itu bikin gue mumet. Akhirnya, gue lewatin sekitar 50 halaman di masa-masa flashback itu dan gue nggak ngerasa kehilangan apa-apa.

Sisanya, secara teknis novel ini udah rapi banget. Temponya seragam (akibatnya banyak deksripsi basa-basinya). Plotnya rapi. Alurnya juga rapi. Karakternya hidup dan manusiawi banget (kasih jempol!), meski gue merasa masih kurang abu-abu ya–masih anak-anak baik-baik banget semua, haha. Kesan gue ke tulisan Rhein, tulisannya santun banget. Kapan-kapan pengin nulis sesantun dan sehalus ini.

3. Characters
Apakah tokohnya mengalami perubahan pada ending cerita? Apakah ia mendapatkan sesuatu? Menjadi dewasa?

Halya: Iya sih, dari cinta jadi nggak cinta sama Raka. Cuma sifat manjanya agak-agak lebay gimana gitu. Kayak flashback beli kapas, beli kapas hadiah kotak pensil atau hadiah jepit rambut? Dan dia nanya itu ke Raka, sahabatnya–Gue ngerasa itu aneh banget, sepergi-perginya gue sama sobat cowok gue, gue nggak pernah melibatkan mereka untuk milihin barang-barang pribadi/wanita. Kecuali, kalau dia pacar, itu sih udah pasti ikut-ikutan milihin tanpa diajak.

Halya ini diceritakan juga karakter yang super gaul, tapi gue nggak ngerasa temen dia banyak dan terlihat gaul. Justru temen-temen deketnya berasal dari dunia maya, kecuali Puput.

Raka: Cowok ini genius nan kuper dan pendiam. Tapi semasa kuliah berubah sih, jadi lebih gahul… Akhirnya, ya dia juga cinta beneran sama Halya.

Yang gue sayangkan, dengan background Rhein yang anak Fisika Nuklir, kenapa nggak coba tunjukkin kejeniusan si Raka ini. Dari depan, cuma ditulis jenius-jenius aja, tapi gue nggak ngerasa ada bukti, jadi ya… dia karakter yang biasa aja jadinya menurut gue. Coba dikasih nerangin rumus Fisika apa kek gitu sedikit, biar cewek-cewek pada gemes (atau gue aja kali ya yang bakal gemes?) :))

4. Plot
Apakah plotnya menarik? Butuh berapa lama membaca buku ini? Bagaimana dengan alurnya: cepat atau lamban? Maju atau mundur?

Plotnya biasa aja sih, tapi terjalin rapi banget. Baca buku ini dalam semalam. Alurnya… haduh lamban karena tadi deksripsi yang kaya dan detail-detail bertebaran di mana-mana.

5. POV
Dari sudut pandang siapa CoupL(ov)e diceritakan? Apakah penulis menggunakan single/multiple POVs?

Dari sudut pandang orang ketiga. Kadang Halya, kadang Raka, ada juga Rina.

6. Main Idea/Theme
Apa main idea dari novel CoupL(ov)e? Temanya tentang apa? Apa ada simbol/metafor yang digunakan penulis?

Tentang sahabat jadi cinta. Metafornya… hmmm kopi pahit(?).

7. Quotes

Apakah ada kalimat/percakapan yang menurutmu mengandung arti yang dalam? Atau kalimat yang lucu?

“Sometimes, people get married not because they’re in love. They’re couple, who only have some future dreams and decide to get happy life.”

8. Ending
Apakah endingnya memuaskan? Jika tidak, bisakah dijelaskan dan bagaimana seharusnya endingnya?

Memuaskanlah, itu yang semua orang harapkan dari pernikahan sepasang sahabat yang kemakan janji muda.

9. Questions

10. Benefits
Apakah novel CoupL(ov)e membuat cara pikirmu berubah? Meluaskan wawasanmu? Adakah hal baru yang kamu dapat dari novel ini?

Ya, menikah nggak mudah. Bahkan kalau menikah dengan sahabat sendiri.

Bogor,8/9/13

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s