buku / Resensi / Uncategorized

Redshirts

“Well, that’s science fiction television for you, though,” Abnett said. “Someone’s got to be the red shirt.” 

Gue nemu judul ini ketika lagi browsing-browsing geeklit *halah*. Direkomendasiin bareng Eleanor & Park-nya Rainbow Rowell pada daftar buku-buku yang cocok untuk geek yang disusun Huffington Post. Redshirts yang ditulis John Scalzi ini jadi lebih populer *di kalangan geeks* setelah memenangkan Hugo Awards tahun 2013 ini.

Waktu baca rekomendasi Huffington Post dibilang kalau kamu penggemar Star Trek wajib baca buku ini. Karena gue nggak asing dengan Star Trek, bisa disebut menggemari juga, akhirnya gue nggak mikir dua kali untuk pesan buku ini. Dan ternyata setelah gue baca memang bener… buku bakal cocok banget buat penggemar Star Trek karena ya, trekkie pasti ngerti tentang ‘Redshirts’.

Redshirt berkisah tentang Andy Dahl yang baru saja diangkat menjadi Ensign di starship Interpid. Hari pertama dia di sana, udah disuguhi cerita-cerita tentang pendahulu-pendahulunya yang kebanyakan mati mengenaskan. Andy bertukar cerita dengan anak-anak baru yang masuk bareng dia ke Interpid tentang itu. Dan nggak seorang pun dari mereka yang punya cerita bagus.

Hari-hari Andy bergulir di Interpid. Dia sedikit-sedikit dikasih tahu sama senior-seniornya di lab Xenobiology tentang sehari-hari di starship tersebut, terutama jangan deket-deket dengan petinggi-petinggi starship. Soalnya, setiap kali ada tugas lapang dan pergi bareng mereka pasti ada yang mati. Setelah itu, Andy tahu kalau senior-senior di starship itu punya kode rahasia yang ngasih tahu setiap kali ada dedengkot pesawat yang dekat-dekat situ. Andy yang ngerasa nggak diberi tahu akhirnya mencari dalang di balik kode rahasia tersebut.

Andy bertemu dengan Jenkins yang bersembunyi di sebuah lorong rahasia. Ia memiliki blue-print pesawat tersebut dan menceritakan bagaimana ia bisa sampai di situ. Selain itu, Jenkins juga menceritakan kepada Andy dan teman-temannya tentang sebuah pesawat lain yang punya nasib seperti Interpid.

Cerita tersebut menggoncang Andy dan teman-temannya. Akhirnya, mereka memutuskan untuk pergi ke masa itu lewat mesin waktu. Mereka menculik salah satu petinggi Interpid agar mereka semua bisa selamat melewati lubang hitam. Di masa tersebut, petualangan untuk memperbaiki nasib dengan risiko tinggi pun dimulai…

“I don’t care whether I really exist or don’t, whether I’m real or fictional. What I want right now is to be the person who decides my own fate.” 

Ini buku yang asik dan seru banget. Gue bisa bilang ini salah satu buku terbaik yang gue baca sepanjang 2013.

Ceritanya memang nggak terlalu istimewa, tetapi cara Scalzi mengambil sudut pandang, itulah juaranya. Para kaos merah adalah kaum teraniaya dalam cerita ST. Pokoknya selalu mati deh, sementara jagoan-jagoannya nyaris selalu selamat. Di sini, itu dibalik, dilihat dari sudut pandang kaos merah. Gimana perasaan dan nelangsanya mereka. Pikiran-pikiran dan ketakutan mereka. Mereka ini hidup lho. Bagian dari manusia yang terbang bareng Interpid juga.

Simpati dan empati, itu sih yang jadi kekuatan di cerita ini juga.

Setelah dibawa ngelihat Interpid dari sisi kaos merah. Kita diajak ngelihat sebuah cerita dari sudut pandang karakter. Kalau suka nulis atau bikin skenario film, bakal tertohok nih. Kadang-kadang sebagai yang punya ide, kita ngerasa kayak tuhan dan nggak ngasih karakter kita ‘free will’. Kemudian, bayangkan kalau di luar sana ada yang nasibnya kayak karakter kita dan takdirnya ada di ujung tangan kita. Itu bikin gue… hoaaahhh… mindblowing.

Cerita ini nggak disajikan dengan bahasa yang berat. Justru cara bercerita Scalzi kasual banget. Apalagi masukin pop-culture dicampur dengan bahasa ilmiah. Asik deh. Dialog-dialognya juga seru (bikin ngakak dan senyum-senyum). Termasuk plot yang bikin gue nggak bisa berhenti baca.

Gue suka banget istilah spaghettification dipakai di buku ini. Itu salah satu istilah favorit gue sepanjang masa sejak pertama kali tahu. Dari dulu pengin pakai ketika bikin cerita, tetapi nggak pernah nemu momen yang tepat.

Pokoknya kalau suka fiksi ilmiah, geek-culture, dan Star Trek buku ini wajiiiiibbb banget dibaca. Jangan sampai ketinggalan.🙂

“Whether you’re an extra or the hero, this story is about to end. When it’s done, whatever you want to be will be up to you and only you. It will happen away from the eyes of any audience and from the hand of any writer. You will be your own man.” 

Bogor, 26/10/13

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s