film / komik / Resensi

Star Trek Khan #1

“Superior ability breeds superior ambition.”

130711-startrek_khan-600x910

Gue adalah fangirl dari Khan Noonien Singh, baik versi Ricardo Montalban maupun Benedict Cumberbatch. Versi episode Space Seed, film The Wrath of Khan, novel The Eugenics Wars, maupun film Star Trek Into Darkness. Dan ketika IDW Publishing membeberkan rencana untuk membuat komik yang menceritakan latar belakang Khan Noonien Singh sebagai komik sebagai tie-in ST Into Darkness, gue amat sangat bahagia banget.

Memang sih paling favorit gue adalah Khan yang dikisahkan dalam dwilogi (sebenarnya trilogi) The Eugenics Wars (1 & 2) karya Greg Cox. Kisah itu adalah prekuel dari episode Space Seed. Lalu ada novel bagian ketiganya, Reign in Hell, yang mengambil latar di antara Space Seed dan The Wrath of Khan. IDW juga bikin komik seriesnya ST Ruling in Hell yang menceritakan Khan ketika memimpin Augments di Ceti Alpha V. Yang belum gue baca cuma Ruling in Hell dan Reign in hell aja, sisanya udah gue review semua (klik tautannya aja).

Beberapa bulan setelah diumumkan bakal keluar komiknya. Pakai ada bocoran dari penulis segala ketika Comic-Con. Gue makin excited dong, terlebih ceritanya tentang The Eugenics War. Akhirnya, komiknya keluar juga Oktober ini.

Mengandung spoiler banget. Banget.

Inget ya, Star Trek Khan ini adalah komik TIE-IN dari STAR TREK INTO DARKNESS.

(Cumber)Khan

Cerita dimulai dari tahun 2259, ketika Khan (versi Cumberbatch) diadili karena kesalahannya. Nah, dia juga dituduh ngaku-ngaku Khan, tetapi nggak mirip sama sekali dengan Khan Noonien Singh yang dikenal (versi Montalban). Tetapi, dia menolak nih dibilang salah. Akhirnya, di depan seluruh anggota Federasi pada persidangan itu, dia pun menceritakan sebenarnya.

Balik ke tahun 1971, di kawasan kumuh New Delhi ada beberapa anak yang lagi ngusilin anak lain. Kemudian ada sekelompok orang yang lempar semacam bom gas dan bikin tumbang anak-anak itu. Satu persatu si anak dibungkus dan dimasukkan ke mobil.

Di tempat lain, sekelompok bapak-bapak, ngomongin tentang inovasi membuat prajurit superior dengan mutasi genetik. Eugenik, begitulah istilah populernya.

Kemudian, ganti ke pusat pelatihan anak-anak yang udah ‘dibiakkan’ tersebut. Para saintis, merhatiin satu anak yang beda dari anak-anak lain. Meski dia cacat (kaki kanannya diamputasi entah oleh sebab apa), ternyata dia punya kelebihan dibanding anak-anak lain. Yang kata Dr. Heisen berupa pure, unadultered, dan ferocity. Jadilah, si anak yang belum ngasih tahu namanya ini kesayangan Dr. Heisen. Bahkan, setahun kemudian, dengan teknologi yang dimiliki Dr. Heisen ngasih anak ini kaki kanan baru (kaki sungguhan!). Dr. Heisen juga memperkenalkan anak ini ke komputer lebih dulu dibanding yang lain. Habis itu, barulah dia ngasih namanya ke Dr. Heisen, yaitu Noonien Singh.

Noonien tumbuh jadi anak yang tangguh. Ketika bapak-bapak penyandang dana berkunjung ke fasilitas tersebut, dia nggak ragu-ragu untuk melukai dirinya sendiri demi membuktikan dan ngeliat seberapa jauh kemampuan regenerasi. Otak cemerlangnya dengan mudah bikin dia ngeretas data-data fasilitas lewat akun Dr. Heisen. Setelah itu, ia melarikan diri.

Namun nggak semudah itu untuk lari, Noonien dengan mudah ditemukan dan dilemahkan oleh Dr. Heisen. Ternyata setiap anak di fasilitas sudah ditanam semacam neural inhibitor pada kepala masing-masing. Jadi, kalau mereka macam-macam langsung bisa dikendalikan.

Setelah 14 tahun dididik di fasilitas, akhirnya angkatan Noonien siap ditugaskan sebagai tentara. Tetapi, ternyata Dr. Heisen salah. Noonien memimpin teman-temannya memberontak dengan mengoperasi sendiri chip inhibitor di kepala mereka. Setelah itu, Noonien menghancurkan kepala Dr. Heisen (inget Admiral Marcus?)

Shall we begin?

Noonien

Sebagai awalan, gue kira ini cerita yang bagus dan mancing untuk ingin tahu lanjutannya. Yah, itu sih yang terjadi sama gue. Gue pengin baca lanjutannya.

Gue bukan pembaca komik banget. Menurut gue sih komik ini secara gambar/art udah bagus dan memuaskan. Ekspresi karakternya dapet banget. Detail wajah juga apik. Kegantengan serta kharisma Khan juga terpancar abis. Khan versi dewasa sih pastinya. Warna-warna yang dipakai juga enak buat mata (gue baca di komputer sih).

Beberapa yang membangkitkan rasa penasaran gue, terutama dari segi cerita:

1. Yang mengganjal paling logika aja, terutama kenapa Khan harus ditidurin dulu baru diadili? Ataukah itu timelinenya sebelum Khan akhirnya diboboin dalam cryotube lagi?

2. Di bagian awal, Khan cerita masa lalunya karena dia nggak mirip Khan Noonien Singh, tiran abad 20 (yang diperankan Montalban). GUE PENASARAN dong, kok bisa Khan akhirnya jadi kulit putih gitu? Atau dia nge-rewrite sekuen DNA-nya sendiri untuk jadi putih. Atau dia ngembangin tubuh biologis sendiri untuk akhirnya dipakai transfer memori. Eh, btw, dia punya kemampuan regenerasi, mestinya dia nggak bisa mati. Dan… dan jangan-jangan dia The Doctor yang menyamar. Ah jadi ngelantur.

STID_iTunes1080p_caps-deareje.tumblr.com-__5_

Khan dan superblood dalam STID

Maka, mari bahas kaitannya dengan Star Trek Into Darkness.

Ada hubungannya dengan regenerasi tadi. Asal muasal kekuatan para manusia superior itu adalah dari darah yang mengandung materik genetik sempurna, hasil dari penelitian ahli genetik yang ngumpulin ceceran DNA terbaik kemudian disatukan. Itulah asal muasal ‘superblood’ yang kemudian dipakai untuk menyelamatkan si bocah sakit dan Kirk.

Khan sejak kecil memang udah suka mecahin kepala orang. Jadi, ya, wajar-wajar aja ngegepingin kepala Marcus udah semacam bikin adonan kue aja. Sifat-sifat Khan di film juga udah digambarin banget di bagian pertama ini.  Plus, kalimat pamungkas dia, ‘Shall we begin?‘.

Sekarang, gue bahas perbandingan dengan universe aslinya (termasuk novel yang ditulis Greg Cox).

Gue kaget ketika kali pertama dapet preview komik ini. He? Kenapa beda dengan yang udah ada? Berarti seluruh hidup Khan STID ini ada di alternate universe. Padahal, yang gue cek dari situs official STID, kalau alternate universe-nya itu hanya sejak Spock keluar dari lubang hitam. Ternyata nggak, Khan di sini sepenuhnya punya Abramverse.

Latar terjadi:

Original: 1974 di sebuah gurun di India. Fasilitasnya namanya Chrysalis di Gurun Great Thar, Rajashtan, India.

Abramsverse: 1971 di New Delhi. Fasilitasnya terletak di Gurun Gobi.

Khan:

Original: Lahir dan besar di Chrysalis. Murni hasil rekayasa genetik. Ibunya adalah Sarina Kaur, kepala Chrysalis. Dia cuma sampai umur 4 tahun di sana. Sisanya ada di bawah asuhan paman dan bibinya.

Abramsverse: Anak yatim piatu yang diambil oleh fasilitas dan dikembangkan jadi superhuman. Ada di fasilitas sampai umur 22 tahun (dari umur 8 tahun, 1971-1985). Yang bertindak kayak bapaknya adalah Dr. Heisen.

Karena komik ini baru volume pertama, jadi gue nggak tahu gimana pengembangan karakter Khan selanjutnya. Di novel The Eugenics War, Khan kecil/Noon memang udah beda dari lainnya, tetapi nggak sejahat itu. Titik balik dia adalah ketika peristiwa Bhopal, waktu umurnya 14 tahun. Sementara di komik, dari awal Khan/Noonien udah kejam, dan kejam, dan kejam banget.

Secara keseluruhan, ini adalah cerita yang menarik dan boleh banget diikutin kalau memang suka Star Trek Into Darkness dan penggemar Khan versi Benedict Cumberbatch. Pada dasarnya karakter Khan ini memang menarik dan dari dulu udah banyak suara-suara untuk dijadikan serial/film tersendiri.  Komik ST Khan terdiri dari enam volume, setiap bulan bakal terbit satu. Setiap edisi juga punya beberapa kover.

Ngomong-ngomong, StarTrek.com punya obrolan bagus dengan writer dari komik ini, Mike Johnson, tentang behind the scene dari pembuatan komik ini. Bisa dibaca di sini (gue juga ambil foto-fotonya dari situ).

Bonus: kover Khan #3

1110_khan_03

ganteng maksimal! memang hasil genetik terbaik!

Bogor, 27-10-13

4 thoughts on “Star Trek Khan #1

  1. Original: 1974
    Abramsverse: 1971

    Hm, dua-duanya tetep dedek kalau dalam hitungan ambu sih XDD

    Trus soal dia jadi kulit putih (kenyataannya sih karena mereka ga bisa nyari bintang kulit warna yg cakep kaya dedek Ben #dikeplak) mungkinkah karena kemampuannya regenerasi jadi semakin lama kulitnya semakin memudar –> luntur gitu? #dikeplaklagi

    …diakhiri dengan cliffhanger XDD

    • Iya, dari awal dia udah bunuh satu temannya. Selama 14 tahun nggak tahu berapa banyak yang dia habisin. Semacam Tom Marvolo lah. Suka menyombongkan diri (nusuk dirinya sendiri di depan banyak orang: sombong!). Suka menjajal kekuatan diri sendiri. Suka menantang diri sendiri (kabur dari fasilitas dengan bikin terowongan dan muncul di tengah gurun).

      Ya, kalau dibandingin dengan Noon di original. Noon itu kan bikin simpati banget. Sementara ini, kalau bukan dia gedenya kayak Benedict Cumberbatch, ih… jahat deh pokoknya.

      Jadi lebih tua daripada Original. Tapi nggak apa-apalah, sesuai sama muka Kak Ben. hihihi

      Kalau luntur dipakein attack colour dong, biar warna nggak pudar dan tetap cemerlang. hahaha…

  2. Pingback: Star Trek Khan #2 | Catatan Tia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s