film / Resensi

Little Favour

Little Favour adalah proyek perdana dari Sunnymarch, perusahaan milik Benedict Cumberbatch dan beberapa temannya. Film pendek ini dibiayai bersama lewat situs indiegogo, dan berhasil mengumpulkan donasi jauh lebih besar dari yang diharapkan. Patrick Viktor Monroe menulis dan menyutradari film ini.  Kemarin, tanggal 5 November, akhirnya film ini dirilis juga lewat iTunes worldwide.

Dalam Little Favour, karakter Wallace/Ace (Benedict Cumberbatch) diminta oleh rekannya, James (Colin Salmon) untuk menjaga anaknya. James sedang dalam kondisi yang terjepit *halah*, maksudnya terlilit masalah serius sehingga khawatir anaknya, Lilah (Paris Winter Monroe) bakal kenapa-kenapa. Dulunya, Ace dan James ini pernah turun ke medan perang bersama (eks prajurit).

Tetapi, kemudian nggak begitu saja berjalan lancar. Sekelompok orang menyelinap ke kediaman Ace dan menculik Lilah. Ace juga dipukulin dan dibawa serta ke markas mereka. Ditanya di mana James berada, tetapi sampai bonyok dan nggak sadarkan diri, Ace nggak mau bilang tentang James.

Dan seterusnya…. 

Benedict Cumberbatch sebagai Wallace/Ace

Gue sangat antusias ketika mendengar proyek ini. Cumberbatch main film action! Pukul-pukulan, darah-darah, tembak-tembakan beneran. Yup, semua itu ada di dalam film ini. Ngeliat Cumberbatch dipukul dan mukul dan berdarah-darah. Cumberbatch berdarah-darah kelihatan seksi banget menurut gue… apa cuma gue yang mikir gitu ya?😄

Paling kena ke gue dari film ini adalah atmosfer sinematografi yang dibangun. Pakai tone gelap, plus warna-warna suram, bikin dari awal udah ngerasa kalau film ini menawarkan ketegangan dan mungkin nggak happy ending. Bukan cuma pencahayaan, tapi juga pemilihan latar yang suram, serta hal-hal lainnya juga. Tegang, udah jelas, karena warna-warna itu udah bikin perasaan penonton nggak keruan duluan. Kalau endingnya, gue nggak mau bilang gimana ya…

Adegan-adegannya sendiri menurut gue nggak terlalu istimewa, nggak bagus banget juga. Favorit gue ketika Lilah mengambil tangan Ace yang disimpan di saku untuk digandeng sehabis dititipin James. Cakep dan dramatis banget! Sisanya, kayak film-film spionase gitu. Suasananya sendiri ngingetin gue sama film The Raid, yeah, The Raid.

Untuk adegan berantemnya sendiri, kerasa kurang sih. Gue ngerasa porsi ngomong dan berantemnya, banyakan ngomongnya. Banyak angle adegan berantem yang diambil dari depan, maksudnya dibalik badan orang yang dipukul, jadi nggak kerasa deskriptif. Kemudian, beberapa kali juga ambil setengah badan, Ace dan lawannya ke atas, sehingga bagian nendangnya kagak kentara. Jujur aja, pas nonton gue mengernyitkan dahi.

Akting Cumberbatch di sini juga nggak terlalu istimewa. Justru gue lebih suka karakter yang diperanin Nick Moran dan tentunya Paris Winter Monroe yang kick-ass banget! Justru itu yang bikin cerita ini jadi hidup banget dan nggak ngebosenin.

Karena suasana cerita yang udah kebangun banget sama penggunaan warna, gue nggak terlalu ngeh sama musik latarnya. Yang mencuri perhatian, bagian piano yang dibuat James Rhodes. Yah, itu cakep dan manis *inget adegan Lilah ambil tangan Ace*.

Menurut gue sih, dari keseluruhan film gue paling suka dengan Ace nyetir Range Rover Evoque. XDD

Secara keseluruhan film ini menegangkan dan menghibur (terutama bagian Cumberbatch mendesah-desah dan berdarah-darah). Kalau memang suka film spionase atau beranteman kayak The Raid, bolehlah ditengok film ini. Kalau memang Cumbercollective ya wajib nonton sih, nggak boleh dilewatkan banget ngeliat akting BC berkelahi!

Little Favour bisa kamu beli di iTunes Indonesia seharga Rp. 19.000,- (HD) dan Rp. 9.000,- (standar).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s