film / Resensi

Following

Following ini adalah film debut dari Christopher Nolan. Diproduksi tahun 1998, ditulis dan disutradarai oleh Christopher Nolan sendiri. Film ini nggak berwarna, yang kesannya malah jadi seperti film klasik atau noir. Durasi film ini hanya satu jam sembilan menit, tetapi khas Nolan banget deh. Film ini wajib tonton banget untuk yang ngefans dengan Nolan.

Ceritanya tentang seorang penulis yang suka ngikutin orang untuk riset karakternya. Akhirnya, itu jadi kebiasaan. Dia ngikutin orang secara acak, cuma untuk tahu mereka mau pergi ke mana. Semua berubah ketika dia mulai ngikutin orang yang kedua kalinya. Ternyata, dia kepergok dong sama orang itu. Tetapi, si penulis ini, malah diajak untuk melakukan sesuatu.

Ternyata cowok necis yang dia ikutin itu adalah pencuri. Bukan pencuri juga, tapi dia suka masuk ke rumah orang tanpa izin. Ngambil barang-barang sepele, kayak CD, jam meja, tempat lilin, pokoknya barang-barang kecil yang mungkin kita sendiri nggak sadar kalau hilang. Satu hal penting yang diajarin cowok necis ke si penulis adalah setiap orang punya ‘kotak rahasia’, bukan kotak untuk nyimpen barang bernilai kayak uang gitu, tetapi sesuatu yang lebih berharga. Kotak yang isinya barang-barang kecil yang penuh kenangan.

Suatu hari, si cowok necis dan si penulis hampir kepergok sama orang yang rumahnya mereka masukin. Si cowok necis marah sama si penulis dan nyuruh dia ganti gaya biar lebih rapi, nggak awut-awutan kayak waktu itu.

Akhirnya, si penulis ini pun ngubah style-nya. Dia potong rambutnya yang panjang, cukup brewoknya, ganti kaos kumelnya dengan kemeja dan jas. Mulailah dia melakukan hal itu sendirian, menyusup ke rumah orang-orang. Sampai, dia pun mulai menguntit seorang cewek….

Hehehe… nontonlah lanjutannya kalau ingin tahu gimana.

Twist-nya nggak akan mengecewakan kok. Khas Nolan banget, meski cerita ini jauh lebih sederhana dibanding Inception, The Prestige, atau Memento.

Plot yang dipakai di film ini juga, standar kayak yang dipakai di judul-judul di atas. Bisa jadi, film ini lebih mudah dicerna karena ceritanya nggak terlalu kompleks atau udah terbiasa dengan cara bercerita Nolan (ya, gue udah nonton The Prestige dan Inception belasan kali XD). Kalau yang belum pernah nonton filmnya Nolan, plot yang digunakan itu bentuknya non-linear. Jadi, bolak-balik dari beberapa event yang kalau ditonton sampai akhir baru kelihatan pola linearnya. Adegan mana yang duluan, mana yang bagian belakang. Kenapa si tokoh melakukan hal itu, mengapa si tokoh tiba-tiba luka atau berubah.

Salah satu karakter di sini, si penulis itu namanya Cobb. Inget Dominic Cobb dari Inception, kan? Hohoho… Tapi, nggak tahu sih kaitannya apa.

Karya debut Nolan ini memang nggak sefantastis yang sesudahnya. Tapi, cara dia bercerita dari awal ini memang udah jago dan gue suka banget. Dan film ini nggak akan mengecewakan sama sekali.😀

4/12

Edit 26/6/14

Ah, ternyata Christopher Nolan sempat bikin audio commentary buat film ini. Berdurasi sekitar satu jam, dia cerita tentang pembuatan film ini yang cuma berbiaya $6000 aja. Tentang Emma Thomas (Nolan), istrinya yang jadi cameo di sana. Tentang lokasi-lokasi syuting Following, yang termasuk pakai flat orang tuanya. Wajib dengerin!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s