film / Resensi

The Hobbit The Desolation of Smaug (non-spoiler)

1397132_590398330995776_469160882_o

Setelah nunggu setahun dan akhirnyaaa… tadaaaa! The Hobbit The Desolation of Smaug akhirnya tayang juga!

Kisahnya lanjutan dari The Hobbit An Unexpected Journey, perjalanan Thorin, dkk. bersama Bilbo dan Gandalf ke Lonely Mountain. Setelah diburu oleh Orcs, mereka ditolong oleh kawanan Elang raksasa dan diturunkan di Carrock.

Jadi, cerita berlanjut dari situ.

Bilbo dkk. melanjutkan perjalanan dan harus berpisah dengan Gandalf. Perjalanan yang mereka hadapi bukan bertambah mudah, tetapi malah lebih sulit. Banyak yang harus mereka lawan, kayak laba-laba raksasa, sampai ditawan oleh kawanan peri hutan. Namun, setelah semua itu, akhirnya Thorin dan rombongan bisa sampai di Erebor dan bertemu Smaug.

Dibanding dengan AUJ, DoS jauh lebih seru. Banyak aksi di mana-mana. Bikin deg-degan dan memekik di sana sini. Pokoknya menghibur banget kalau nontonnya nggak pakai dipikirin.

Nonton dipikirin itu terutama untuk yang udah baca buku dan… kenal sejarah Middle-earth.

Adegan laba-laba seru, adegan tong menegangkan, dan adegan di Erebor itu luar biasa. Dari film ini, yang bikin gue nggak nyesel duduk selama dua jam sebelumnya ada 40 menit terakhirnya, adegan-adegan di Erebor yang bikin speechless dan bikin gue pengin salim tangan sama PJ.

Cuma karena terlalu banyak aksi, pengembangan karakter yang kaya di AUJ nggak kerasa di sini. Terlalu banyak karakter baru, Thranduil, Legolas, Tauriel, Bard… errr. Gue bisa mencerna karakter-karakter yang hampir semuanya dimainkan dengan apik oleh aktor-aktornya. Luke Evans yang keren banget. Lee Pace yang bisa ngidupin karakter Thranduil, Benedict Cumberbatch yang benar-benar bikin gue pengin nyium Smaug, bahkan Evangeline Lily.

Bilbo malah nggak ada pengembangan karakternya. Cuma kelihatan lebih dihormati dan didengarkan aja di rombongan. Momen heroik dia… entah kenapa hilang. Ya, dia masih heroik, tetapi bagaimana para dwarf berubah sikap jadi makin menghormati itu, kayaknya PJ lupa taruh di mana.

Thorin lumayan masih dapat banyak screen time. Di sini dia jauh lebih bagus dibanding dengan di AUJ. Dia bukan lagi leader yang asal membawa rombongannya ke mulut bencana, tetapi yup, dia tahu apa yang dia lakukan. Adegan di Erebor, bikin gue salut, dan dia memang pantas jadi raja. Ketika dia melangkah masuk ke Erebor, gue nggak bisa menahan rasa haru dalam hati.

Yang bagus juga di DoS adalah investasi PJ di hubungan keluarga Durin, Thorin-Fili-Kili. Itu udah kelihatan banget di DoS ini. Di film ketiga kalau sampai PJ nggak ngeluarin Dis (ibunda Fili-Kili) bakal keterlaluan banget. Karena ada dua momen ketika Kili ngomongin nyokapnya di sini.

Tentang Beorn, gue ngerasa duh dikit banget. Lalu, Necromancer. Kayaknya adegan itu banyak di-cut ya. Yes, kita tahu Necromancer adalah Sauron. Tapi adegan itu miskin penjelasan… buat apa? Ada sih penjelasan, tapi kabur banget. Gue aja menebak-nebak jadinya.

Di DoS ini juga kerasa banyak adegan yang dicut dari versi theatrical version. Seperti ketika Bombur pingsan di Mirkwood dan pesta di Lake-town. Sementara itu, adegan tambahan di AUJ extended edition malah ada yang dimasukin ke sini (wtf, PJ?).

Secara keseluruhan film ini emang lebih seru dari bagian yang pertamanya. Meski rasanya kayak nikmatin fanfiksi bikinan PJ, tapi terbayarkan dengan adegan di Erebor (ini tambahan yang bagus banget dan memang DIBUTUHKAN, tanpa harus ngebumbuin ini itu). Dan tentu aja, detail latar yang luar biasa, dari Istana Thranduil, Lake Town yang jadi hidup banget, dan Erebor yang bikin hue berdecak kagum. Gue harap bisa ngelihat Erebor lebih banyak. Erebor yang hidup…

Saran aja, kalau belum baca buku, sebaiknya nontonlah dulu film pertamanya, jangan dateng ke bioskop dengan kosongan. Kalau gitu, ya sayang aja, meski tetep terhibur dengan cowok-cowok yang ganteng, aksi seru, dan pemandangan yang ajaib!
Kalau sudah baca buku (dan ngerti sejarah Middle-earth), alangkah baik bawa teman yang sepengertian. Jadi, kalau habis nonton banyak uneg-uneg langsung bisa dimuntahin.

Tetapi, gue tetep sarankan untuk harus nonton film ini kalau suka banget fantasi. Naganya benar-benar menggagumkan dan empat puluh menit terakhir di Erebor, bakal bikin bengong sampai tahu-tahu layar gelap!

Hahay, tunggu review full opini dan spoiler. Ini gue ngetik dari tablet, jadi seadanya. Dan sampai jumpat di bagian terakhir The Hobbit, TH: There and Back Again di Desember 2014!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s