buku / Resensi

Neverwhere

“Beware of Doors.”

Gue tahu judul ini pertama kali dari drama radio BBC. Ya, gue memang agak telat kenalan dengan Neil Gaiman. Baru-baru mulai baca akhir-akhir ini. Itu juga drama radio BBC-nya karena ada Benedict Cumberbatch (haha… pas nulis ini gue nginget-nginget berapa banyak hal yang gue mulai dari nama itu. Banyak.).

Maka gue mulai deh dengerin drama radionya. Terdiri dari enam episode yang dirilis Maret 2013 lalu. Selain diisi oleh Benedict Cumberbatch, ada juga James McAvoy (Richard Mayhew), Natalie Dormer (Door), dan lain-lain.

Gara-garanolongin seorang cewek yang berdarah-darah di pinggir jalan, Richard Mayhew terjebak di London Below. Bagian lain dari London yang penuh hal-hal mystical. Cewek itu ternyata adalah Lady Door yang keluarganya baru saja dibunuh. Padahal selama ini Door merasa keluarganya nggak punya musuh. Jadilah, Richard bergabung dengan Door yang ditemani Marquis deCarabas untuk membalas dendam. Lalu, ikut juga dalam rombongan mereka, Hunter, seorang bodyguard cewek.

Perjalanan dimulai dari petunjuk di jurnal milik ayah Door yang menyuruh mereka bertemu Angel Islington. Di tengah jalan, Marquis berpisah dari rombongan. Ketika, menemui Angel Islington, hanya Door dan Richard yang ikut, sementara Hunter tetap tinggal di London Below.

Dari Angel Islington, mereka diminta untuk mendapatkan kunci yang disimpan oleh Black Friars. Setelah mendapatkan kunci tersebut, mereka kembali menemui Angel Islington dengan jalan yang nggak mudah tentunya. Tapi, ternyata dalam rombongan tersebut ada pengkhianat-pengkhianat, selain Mr. Vandemar dan Mr. Croup yang dari awal mengejar mereka.

Namun, Door, dengan kemampuannya membuka pintu ke manapun akhirnya memenuhi permintaan sosok yang jadi otak pembunuhan keluarganya itu.

Pintu.

Yap, kisah ini tentang pintu dan London. Dan pintu. Dan London yang mistis. Setelah baca buku ini, London nggak akan sama lagi—hmm, setelah penuh misteri dari Harry Potter atau dari cerita-cerita si jin Bartimaeus atau dari Doctor dan TARDIS-nya—cerita ini akan menambah satu lagi, satu lagi bagian London yang pengin ditemuin.

London Below. Bagian kota yang itu terletak di bawah tanah London Above, pada lorong-lorong kuno, labirin arkaik, sampai jalur-jalur kereta bawah tanah Underground. Tempat itu penuh makhluk yang bagi orang-orang London Above nggak terasa normal, bukan hanya makhluknya sih, orang-orangnya juga. Orang London Above bisa jadi bagian dari London Below kalau mereka jatuh lewat retakan.

Gue suka cerita dari Neverwhere ini. Plotnya rapi banget dengan alur maju dan diceritakan dari sudut pandang orang ketiga. Penggunaan sudut pandang ketiga, bikin dapet ceritanya lengkap banget.

Karakter-karakternya hidup banget (apalagi kalau udah dengerin drama radionya—pokoknya fit aja gitu pengisi suaranya dengan karakter-karakter di buku). Imajinasi Neil Gaiman ini emang keren betul. Gimana dia bikin London Below dan Market-nya itu terasa begitu nyata. Gue juga suka cara nulis dia. Sebenernya, yang paling pentin fantasi dia ketangkep dan nyaman di gue, makanya gue suka banget.

Kalaupun nggak terlalu suka tulisan dia, gue rasa ini salah satu buku yang harus dibaca penyuka fantasi (terutama yang suka campuran urban fantasi-myth/folklore). Karena cerita yang disajikan emang rapi banget. Banyak hal yang bisa dipelajari dari buku ini. Selain elemen fantasi, ya tadi teknis nulisnya.

Gue baca versi English-nya, versi paperback terbitan Harper torch. Gue nggak tahu gimana terjemahannya, yang kalau nggak salah dikeluarin Gramedia. Novel ini sendiri keluar tahun 1996 dan merupakan novel pertama yang ditulis Neil Gaiman setelah menyelesaikan komik The Sandman.

Karakter Islington di sini ngingetin gue sama karakter Lucifer+Duma, malaikat-malaikat yang ada di cerita The Sandman. Gue pikir terlepas dari kemalaikatannya, dia karakter paling menyedihkan dalam Neverwhere ini. Sendirian, kesepian, dihukum setelah membiarkan Atlantis tenggelam. Gue juga suka banget gimana Gaimana mendeskripsikan Islington dan sifat-sifat malaikatnya—entah kenapa ketika dia ngomong/ada adegan, semua kerasa jadi lambat dan lebih gimana gitu. Atau mungkin itu perasaan gue aja.

Karakter lainnya, Richard—tipikal protagonist yang ngalamin banyak perubahan dalam petualangannya. Paling jelas sih dia dideskripsikan dari tampang bocah dan berakhir sebagai pemuda beneran. Haha… Lady Door sendiri cewek yang pemberani. Gayanya yang berantakan, pakai baju bertumpuk-tumpuk ngingetin gue sama karakter Delirium di Sandman. Tapi, keduanya nggak ada yang nyebelin kok. Gue juga suka dengan karakter Hunter, kerasa bener-bener cewek tangguh dan luar biasa banget.

Ceritanya sendiri cukup seru dan menegangkan. Ada beberapa adegan kekerasan yang agak eksplisit, terutama di bagian akhir. Juga, ada pertarungan sama monster gitu dong–namanya juga cerita fantasi. Favorit gue adalah ketika pertama kali mereka ketemu Islington. Mungkin, gue udah terpesona duluan dengan gimana Gaiman mendeskripsikan Islington.

Sorry, kalau banyak ngebandingin dengan drama radionya. Gue baca sambil dengerin dramanya sih. Kayak saling melengkapi aja gitu sih. Kalau baca buku jelas, banyak banget detail yang nggak bisa didapatkan di drama radionya. Dari drama radio jelas dapet suara-suara yang keluar dari tiap dialog karakter pas baca buku. Lagi pula, drama radionya sendiri masih digawangi Neil Gaiman, jadi jangan ragu untuk dengerin.

cast drama radio Neverwhere

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s