Resensi / Serial

Sherlock S03E01: The Empty Hearse

“Sorry, but the holiday is over, brother dear. Back to Baker Street, Sherlock Holmes.”

tumblr_mx0r7dI83n1r3qiywo2_1280

Sherlock is back! He lives!

Itu yang semua orang harapkan, kan? Tetapi, hati-hati dengan permintaanmu, gitu katanya.

Spoiler ahead!

Ya, akhirnya John dikejutkan dengan kedatangan Sherlock di tengah makan malamnya bersama Mary. Setelah, terus marah dan nolak, akhirnya John pun bersedia melibatkan diri lagi dalam petualangan Sherlock. Mereka memecahkan kasus teroris yang melibatkan London Below *maaf masih kebawa cerita Neverwhere*–eh maksudnya, London Underground, jaringan kereta bawah tanah London.

Episode pertama season tiga ini yang selama dua tahun ditunggu… ya tentu saja nggak mengecewakan. Bahkan sesuai banget dengan apa yang gue harapkan. Sesuai dengan standar episode Sherlock yang udah-udah. Malah gue rasa ini tulisan Mark Gatiss yang terbaik dibanding dua yang sebelumnya.

Dipadu dengan arahan Jeremy Lovering–yang sesungguhnya gaya awalnya agak bikin gue nggg gitu. Karena potongan adegan satu dan lainnya cepet banget dipadu padan. Selain itu, potong sana-potong sini. Kayak nonton potongan puzzle yang disebar terus diurutin gitu. Gue sempat berharap, plis balikin Sherlock yang dulu, yang gaya penceritaannya tradisional aja. Tetapi ya, kemudian, gue rasa ini sisen baru, arahan baru, gaya baru, jadi ya nggak masalah sih.

Yah, yang jelas patut dikasih tepuk tangan sambil berdiri, tentu cast dan kru. Semuanya luar biasa. Ya, kayak apa yang diharapin dari Sherlock sih. Ini nggak akan mengecewakan lo. Apalagi kalau udah dua tahun nunggu gimana sebenarnya Sherlock bisa selamat dari atap St. Bart–ini harus ditonton banget.

Di episode ini, beugh fanservice di mana-mana dan gue bisa bilang ini episode yang didedikasikan banget buat fans. Pokoknya penuh fanservice deh, hahaha… Kalau dijabarin daftarnya di sini. Itu nggak akan seru lagi ditonton.

Sherlock. Dia berubah. Kemudian, gue sadar kalau dia bukan cuma berubah, tetapi karakternya semakin ‘berkembang’. Kalau lo pengin lihat Sherlock yang manusiawi–di sini. Meski masih selalu nolak ngaku kalau punya perasaan dan ngerti manusia. Udah jelas banget deh. Udah jelas. Iya jelas.

Karakter lain. Semua ngaku udah move on. Yup, mereka melakukan itu. Dan itu bikin gue nangis deh. Terutama bagian John dan Molly. Bagian Molly itu… duh sesuatu banget. Karakter lainnya, Lestrade, Mrs. Hudson, Anderson, Mycroft–pokoknya lo sadar kalau Sherlock nggak akan lengkap tanpa mereka. Bahkan episode ini, menceritakan hubungan Sherlock dan Mycroft lebih eksplisit daripada enam episode yang sebelumnya. Juga, ada cameo orang tua mereka berdua yang diperanin kedua orang tua Benedict Cumberbatch sendiri! Yahaaa!

Episode ini bercerita tentang karakter-karakter itu dibanding kasus terorismenya sendiri. Gimana mereka menyambut kehadiran Sherlock lagi. Dan pastinya episode ini tentang gimana Sherlock bisa selamat.

Penasaran, kan gimana? Tetapi, semua terbayar lunas dan puas. Sebenernya banyak banget yang pengin gue tulis dan ceritain. Hanya saja, rasanya harus nahan diri karena semua belom nonton. Yang pasti gue senang banget akhirnya Sherlock kembali.

Yup, I believe in Sherlock Holmes.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s