film / Resensi

Womb (Clone)

Gue denger judul ini dari rekomendasi teman, karena dia tahu gue demen Matt Smith sejak kenal dia di Doctor Who. Saat cari tahu tentang apa film ini, gue makin antusias untuk nonton. Matt Smith dan kloning. Serta premis cerita yang bikin gue tertarik banget.

Suatu masa ketika teknologi kloning udah terbukti bisa bikin kopian manusia. Rebecca (Eva Green) kehilangan cinta masa kecilnya, Thomas (Matt Smith) dalam sebuah kecelakaan. Kemudian, dia memutuskan untuk mengkloning Thomas. Sel hasil kloning itu dikandungnya sendiri. Sampai, Rebecca akhirnya membesarkan anak lelaki yang diberi nama Thomas juga, sampai dewasa. Hingga akhirnya rahasia itu terbongkar.

Rebecca karena begitu cintanya akhirnya membuat clone kekasihnya itu.

Terdengar kayak cerita fiksi ilmiah ya? Iya. Tetapi, di film ini, bukan itu poin utamanya. Tetapi, lebih ke drama dan masalah etika. Ceritanya berkisar pada gimana Rebecca dan Thomas clone berinteraksi satu sama lain. Thomas selalu manggil Rebecca sebagai ibu. Dan ya…

Ya, itu tadi gue bilang–masalah etika, moral. Bisa aja dengan mudah kita ngecap Rebecca salah. Tapi, itu cinta. Cinta bisa bikin rasional apa aja. Menurut gue apa yang Rebecca lakukan nggak salah. Cuma akhirnya, hubungan mereka nggak bisa bertahan sebagai anak dan ibu. Setelah sekian tahun, Rebecca masih/tetap menganggap Thomas clone adalah Thomas yang sama dengan yang dulu. Thomas yang dicintai dan mencintainya.

Film ini bikin patah hati. Sebagai perempuan, gue ngerasain sih apa yang Rebecca rasain. Gue nangis di akhir. Tapi ya, nggak bisa mengharapkan Thomas tetap sama, meski DNA sama, ketika ngebesarinnya kan semuanya beda. Dia jelas tumbuh jadi Thomas yang beda.

Namun semua cerita yang heart-breaking itu disusun dalam adegan-adegan yang bagus banget. Gue suka banget sinematografinya. Pantai. Pantai. Pantai. Gimana adegan-adegannya diambil dari jarak jauh. Cantik banget.

Karena banyak cerita lewat gambar dan ekspresi aktor, film berdurasi 107 menit ini kerasa lambat. Itu nggak masalah sih buat gue, karena gue menikmati betul sinematografinya.

Aktor-aktornya pun bisaan banget. Matt Smith di sini jauh beda dengan Doctor–meski di beberapa adegan ada yang ngingetin dia ke Doctor banget. He’s lovely. Sementara Eva Green juga dapet banget memperlihatkan Rebecca yang cinta sama Thomas, yang depresi dan penuh harapan sekaligus ketika merencanakan mengkloning Thomas, yang cemburu ketika Thomas mulai jatuh cinta dengan perempuan sebayanya.

Aktor yang memerankan Thomas kecil, Tristan Christopher, juga lucu dan imut banget, ya tentu aja aktingnya juga oke.

Womb ini disutradarai oleh Benedek Fliegauf dan dirilis tahun 2011 lalu. Film ini memang bukan konsumsi semua orang sih. Isunya memang agak sensitif gitu, karena selain mengangkat isu kloning, juga incest. Ya, akhir cerita ini memang agak kontroversial sih.

Tapi, kalau memang cinta Matt Smith dan nggak sensitif dengan isu begitu, plus suka drama (yes, ini drama banget), film ini bisa jadi pilihan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s