buku / Resensi

American Gods (Dewa-Dewa Amerika)

“Gods die. And when they truly die they are unmourned and unremembered. Ideas are more difficult to kill than people, but they can be killed, in the end.”

Gue nemu buku ini tahun lalu di sebuah sale sebuah toko buku dekat kos-kosan. Gue beli karena nama penulisnya yang termahsyur (yang bikin gue, anjis, gue penggemar fantasi tapi belum pernah baca bukunya!). Karena tebal dan gue dapet buku itu 1/5 dari harga aslinya. Intinya, gue nemu buku ini sebelum gue jadi fansnya Neil Gaiman.

Gue nggak punya teman dekat yang fans Gaiman banget, tetapi gue tahu kalau buku ini legendaris. Setelah, gue menyelesaikan Ocean at The End of The Lane (bikin terkesan), Stardust (hmm bagus kok), Neverwhere (suka banget!) dan komik/novel grafis The Sandman (yang bikin gue pengin cium tangan Neil Gaiman). Akhirnya, gue berani maju ke buku ini. Beberapa bulan lalu gue mulai baca, tetapi macet di 1/6 buku dan gue tinggal. Awal tahun ini gue bertekad menyelesaikan dan… selesai.

Ceritanya adalah tentang petualangan Shadow setelah dia keluar dari penjara dan nggak tahu mau ngapain setelah istrinya meninggal karena kecelakaan. Dia direkrut oleh Wednesday untuk bekerja kepadanya. Selama bekerja dengan Wednesday ini, Shadow mengalami banyak hal-hal aneh. Dia bertemu dengan dewa-dewa–yah, yang dulu dianggap dewa dan sekarang terlupakan di seantero Amerika Serikat.

Di tengah perjalanan dia disembunyikan di Lakeside, sebuah kota kecil, dan menyamar menjadi Mike Ainsel. Di sini, Shadow memulai hidup baru dan sesekali memenuhi panggilan Wednesday untuk membantunya. Pelan-pelan, Shadow tahu kalau tujuan Wednesday adalah menghimpun kekuatan para dewa-dewa lama yang dulu dibawa dari tanah asing untuk melawan dewa-dewa baru yang sekarang dipuja manusia. Nyaris, ketika dimulai perang, Wednesday dibunuh oleh para dewa-dewa baru. Shadow pun harus melakukan ritual pemujaan, yaitu digantung di pohon kehidupan selama sembilan hari.

Shadow bisa bertahan dibantu oleh Laura, istrinya yang mati tapi hidup. Lalu dibebaskan oleh Horus dan Easter. Selama digantung itu dia beri penglihatan tentang burung halilintar dan pesan-pesan dari sosok berkepala banteng. Shadow tahu kebenaran-keberanan, terutama tentang perang yang akan terjadi. Dia harus menentukan sikap karena semua tergantung kepadanya.

Kalau aku cerita apa yang terjadi selanjutnya, mungkin gue akan ngerusak seluruh twist yang udah terbayang di kepalamu dari awal. Hahaha!

Gue baca versi terjemahan dari Gramedia yang terbit tahun 2012. Terjemahannya bagus kok. Cuma untuk sekaliber Gaiman, kalau memang punya duit lebih coba baca aslinya aja deh.

American Gods adalah cerita yang panjang banget. Serius, gue ngerasa ini panjang banget. Agak melelahkan dan ngos-ngosan bacanya. Rumit dan banyak nama. Tetapi, menyenangkan untuk dibaca dan brilian banget deh tulisannya! Wajib baca banget kalau memang suka urban fantasi yang berdasarkan mitologi gitu.

Gue suka tulisan Gaiman. Di sini, beliau mencampur mitologi-mitologi dari berbagai tempat, dengan Nordik sebagai yang utama. Cara beliau mendeskripsikan dewa-dewa dan membuatnya begitu hidup di abad modern ini nyenengin banget untuk dibaca. Gue nggak membantah kalau misalnya aja American Gods itu mungkin nyata–mungkin dewa-dewa lama itu masih hidup di antara kita sekarang.

Cerita ini agak ngingetin gue kepada seri Nicolas Flamel-nya Michael Scott. Tapi, kalau Nicolas Flamel lebih remaja dan banyak aksi. Sementara ini lebih humanis dan kaya sih menurut gue, juga ini novel dewasa.

Kisah ini dituturkan dengan alur maju, diselipkan beberapa flashback. Gue baca buku ini setelah menamatkan Sandman, jadi, gue terbiasa dengan cara flashback yang dituturkan Gaiman. Setiap kali flashback, itu kayak cerita tersendiri, yang terpisah seperti terpisah dari cerita utama. Sebenarnya, tentu aja bagian pengulangan itu ada maksud dan tujuannya.

Selain bagian flashback, cerita ini dituturkan dari sudut pandang orang ketiga dan sebagian besar dari mata Shadow. Jadi, kita diajak ngikutin Shadow berpetualangan lewat kota-kota di Amerika dengan diiringi cerita dari Wednesday. Gue sempat merasa baca American Gods kayak baca buku sejarah Amerika deh. Haha!

Karakter utamanya adalah Shadow, Wednesday, dan Laura. Sisanya, lumayan banyak sih. Gue aja nggak hafal semua. Shadow, karakter utamanya ini orang yang rendah hati, kalem, dan selalu mikir positif. Shadow juga suka main sulap koin. Digambarin punya badan besar dan entah kenapa gue keingetan Chris Hemsworth sepanjang baca. Haha… Dan dia ngingetin gue betul sama Destruction, salah satu dari The Endless dari Sandman. Padahal beda sih. Kalau mau lihat karakternya dan fan casting, gue nemu punya Tor dot com nih.

Di bagian akhir buku, gue ngerasa agak-agak tersesat gitu deh. Kayaknya gue agak kehilangan fokus karena memang ceritanya panjang banget. Jadi, ending-nya kerasa biasa aja. Sebenernya bagus kok, yep ada perang dan diselesaikan khas Shadow juga. Setelah klimaks juga masih ada sekitar puluhan halaman untuk cooling down. Ada penjelasan ini itu yang bikin penyelesaian buku setebal itu kerasa memuaskan.

Kabarnya, American Gods ini bakal diserialkan oleh HBO, tapi ternyata nggak jadi. Mungkin karena HBO lebih fokus kepada Game of Thrones yang udah sukses duluan dan masih punya PR beberapa season lagi. Gue sih… asal jangan dijadiin film aja. Karena ceritanya kompleks dan rumit banget, sayang aja kalau ada bagian-bagian yang dipotong. Kalau memang suatu hari, kisah ini benar diadaptasi jadi ke cinema atau small screen, semoga dia jatuh di tangan orang-orang yang pantas dan sesuai! Ha!

One thought on “American Gods (Dewa-Dewa Amerika)

  1. gue juga baru namatin bukunya kemarin. panjang, banget. bayangin gue ngebacanya dari 2012 lalu dan baru kemarin tamatnya. untuk kabar mengenai kalo bukunya bakal diserialkan, gue sih baru tau. tapi gue sepakat lah sama kamu. nice posting.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s