film / Resensi

Mud

mud

Gue selalu inget ketika beranjak dewasa, duabelas-tigabelas tahun yang lalu. Ketika gue ngeliat dunia orang dewasa yang menarik. Saat gue ngelihat cinta itu sebagai sesuatu yang harus dinikmati. Sewaktu pertama-tama kenal namanya naksir. Pada saat itu, rasanya bingung, bukan anak kecil, belum juga remaja. Namun, satu hal yang sama: dunia orang dewasa, kehidupan dan percintaan yang dijalani, membuat iri–mereka bisa ngapa-ngapain aja.

Film ini ngingetin gue kembali kepada hal itu, kacamata remaja. Mud dirilis tahun 2013 dan dibintangi oleh Matthew McConaughey, yang memerankan karakter dengan nama sesuai judul. Namun seluruh cerita ini dikisahkan dari sudut pandang anak empatbelas tahun bernama Ellis (Tye Sheridan).

Petualangan Ellis dan Neckbone (Jacob Lofland) berawal dari mereka yang mau mengklaim sebuah kapal yang tersangkut pada sebuah pohon di sebuah pulau kecil di tengah Sungai Mississippi. Tanpa diduga, di kapal itu tinggal seorang pria gelandangan, ia meminta kepada Ellis dan Neckbone untuk menukar kapal itu dengan makanan. Penasaran, akhirnya Ellis pun mengikuti kemauan pria tersebut. Nama pria itu adalah Mud dan ia menuturkan tentang penantiannya kepada kekasihnya, Juniper (Reese Witherspoon). Lalu, Mud memberi tahu Ellis dan Neckbone tentang rencananya.

Saat kembali ke kota, Ellis yang dibayang-bayangi rencana perceraian orang tuanya, mendapatkan kabar tentang polis dan sekelompok orang yang sedang memburu Mud. Tanpa takut, Ellis kembali mengajak Neckbone untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi kepada Mud. Pria itu mengaku sudah membunuh seorang pria, karena pria itu sudah membuat Juniper celaka. Mud meminta tolong kepada Ellis dan Neckbone untuk memberikan sebuah surat kepada Juniper setelah kedua remaja itu memberitahu sudah melihat wanita itu di kota. Selain itu, Ellis dan Neckbone akhirnya mau membantu Mud untuk memperbaiki kapal motor tersebut agar bisa lari dari sana bersama Juniper.

Ellis percaya kepada cinta. Percaya kalau Mud dan Juniper saling mencintai. Ellis baru aja jatuh cinta kepada seorang gadis lain bernama May Pearl. Ellis berharap kalau orang tuanya bisa kembali bersama karena saling cinta.

Kamu percaya cinta?

Kayak seperti yang terjadi ketika masih kecil, apa yang awalnya bagus di mata, ketika ngejalanin sendiri ternyata nggak begitu. Sayangnya, Ellis ngeliat itu semua di masa muda. Cinta yang dia percaya nggak seberharga itu. Ada yang teguh mencintai, tapi takut memperjuangkan. Ada cinta yang pelan-pelan hilang. Ada yang berbohong karena cinta.

Akan tetapi, nggak semua sisi bisa dilihat.

Kadang-kadang, kita cuma bisa nerima apa yang terjadi toh. Maju, tanpa menengok ke belakang.

Ketika Ellis sadar bahwa cinta nggak seagung itu, bahwa Mud mungkin pembohong besar dan pengecut, bahwa Tom–tetangganya–dulunya adalah pembunuh–Ellis sadar hidupnya nggak akan berhenti di situ.

Itu yang selalu terjadi kepada seorang orang, kan?

Mud-theMovie

Ellis (Tye Sheridan), Mud (Matthew McConaughey), dan Neckbone (Jacob Lofland)

Semua itu ditangkap apik banget oleh Jeff Nichols, sutradara dari film ini. Dibawakan dengan luar biasa oleh McConaughey, Sheridan,dan Lofland. Mereka bikin cerita ini jadi mengalir dan hidup.

Hal lain yang gue suka adalah penggambaran hubungan antara karakter di sini. Nggak semua hal tentang karakter dibuka, banyak rahasia yang nggak gue tahu sampai akhir. Bahkan nggak diberi tahu apakah Mud itu benar-benar pembohong atau bukan. Semua kembali kepada kita. Tapi hidup gitu kan? Nggak semua pertanyaan diberi jawabannya.

Hubungan antara karakter di sini rasanya dekat dan hangat. Gue suka dengan hubungan paman Neckbone-Neckbone-Ellis, ada adegan yang sederhana tapi gue suka banget dari mereka. Beda sih sama film-film yang berlatar daerah pinggiran Amerika Serikat yang biasanya kumuh dan sebagainya. Di sini, meski beberapa karakter punya sifat keras, tetapi hampir nggak ada kekerasan sih. Ya ada, tapi berantem antar remaja aja, rebutan cewek gitu. Katanya sih film ini cukup menggambarkan kehidupan di Southern US–gue nggak tahu banyak sih tentang itu.

Meski alur ceritanya agak lambat dan terasa tradisional. Akan tetapi, gue rasa itu salah satu yang bikin detailnya ketangkep dan hubungan antar karakternya jadi hidup. Di bagian belakang gue malah makin geregetan dengan adegan-adegan yang bikin gemes! Sinematografinya biasa aja sih. Cuma pemandangan Southern US, bantaran kali Mississippi itu baru buat gue. Rasanya waktu pertama kali lihat, punya ekspresi sama dengan Ellis dan Neckbone yang terpana ngeliat betapa gedenya kali itu. Dialog-dialognya nggak jleb sih, tapi kerasa natural banget. Gue suka dialog-dialog Ellis yang jujur dan polos, jauh beda dengan Mud yang yah dewasa dan banyak metafora. Tapi, dialog-dialognya dapet banget ngegambarin setiap karakternya, terutama jurang umur!

Mud bisa dinikmati bareng keluarga, soalnya memang drama coming-age dan hampir nggak ada adegan seksualnya. Paling juga ada ciuman sekilas remaja-remaja, tapi bener itu kilat banget, malu-malu gitu. Paling asik sih buat bokap dan anak cowoknya kali ya nonton bareng. Soalnya filmnya memang cowok abis, nggak ada sudut pandang cewek. Ada beberapa karakter cewek tapi juga nggak terlalu pengaruh ke plot dan karakter cewek di sini memang digambarkan nggak terlalu dalam.

Film ini bikin betah kalau suka drama yang realistis. Bukan sesuatu yang ngasih mimpi aja. Bukan juga kalau kamu nyari kegantengan McConaughey, soalnya di sini dia kucel banget dan nggak pernah mandi. Tetapi, tetap ada fanservice-nya sih–badan kotak-kotak si McConaughey, hehehe… Yang juara memang akting dia sih, apalagi pas bagian dia patah hati–hati gue ikut menggigil. Sampai Christopher Nolan terkesan dan akhirnya nge-casting dia di Interstellar kan gara-gara film ini juga.

Trailer Mud bisa dilihat di sini:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s