film / Resensi

Frailty

Frailty

Kayak nonton apa yang banyak terjadi sekarang, orang-orang yang diberi perintah oleh Tuhan untuk membunuh sesama. Bahkan dari dulu, bukankah begitu?

Pada suatu malam, seorang pria muda (Matthew McConaughey) datang ke kantor perwakilan FBI dan memberi tahu kalau ia tahu pembunuh berantai ‘God’s Hand’. Pria itu, mengaku bernama Fenton, mengatakan kalau adiknyalah yang menjadi  pembunuh. Maka, ia meyakinkan si petugas FBI itu untuk pergi bersamanya, melihat kuburan tempat saudara laki-lakinya dikubur. Sebelum datang ke kantor, pemuda itu baru saja menguburkan saudara laki-lakinya yang mati. Terbujuk oleh cerita si pemuda, akhirnya anggota FBI itu mau pergi dengannya. Dan sepanjang jalan meluncurlah cerita asal muasal pembunuhan terjadi.

Tuhan mengirimkan pesan lewat salah satu malaikatnya kepada seorang pria yang baik (Bill Paxton) dan memiliki dua anak laki-laki. Pesan yang diterimanya adalah agar ia menghancurkan setan-setan yang berkeliaran di muka Bumi. Setelah mendapatkan pesan, ia memberi tahu kedua anaknya, Adam dan Fenton. Hari-hari selanjutnya ia pulang membawa senjata-senjata yang diakunya dikirim oleh Tuhan untuk memulai misi mereka. Senjata-senjata itu berupa kapak, potongan besi, dan sepasang sarung tangan.

Fenton, anak tertua, tidak menyetujui ide ayahnya, sementara Adam lebih pro. Ketika harinya tiba, ayah mereka membawa seorang perempuan dalam daftar yang katanya diberikan oleh malaikat kepadanya. Di depan mereka, ayah mereka menyentuh tubuh perempuan yang terikat itu dan membunuhnya dengan kapak. Kedua kali dan fenton masih tidak setuju, akhirnya ayahnya menghukum Fenton. Sampai akhirnya, Fenton mengaku mendapat pengelihatan dari Tuhan untuk ikut dalam aksi bersama ayahnya.

Gue rasa gue harus berenti cerita sampai di situ.

frailty2

Kalau familier dengan gaya bercerita The Usual Suspect dan suka twist, cerita Frailty ini patut diikuti. Karya perdana dari Bill Paxton ini apik, menengangkan, horor, dan sadis. Memang nggak menujukkan secara eksplisit gimana pembunuhan itu dilakukan. Cuma yang namanya ngebunuh di depan anak-anak, itu adegan paling brutal deh menurut gue.

Gue suka temanya. Gimana seseorang menghalalkan membunuh hanya karena mendapat visi dari Tuhan. Yang parah sih gimana si Ayah itu ngajak kedua anaknya untuk terlibat pembunuhan. Itu bener-bener bikin bergidik. Sedih dan ngeri sekaligus. Apalagi akting kedua bocah itu polos dan keren banget. Kayaknya sepanjang film pengin banget ngutukin si ayah dan nyelamatin Adam-Fenton.

Alur yang digunakan dalam cerita ini bolak-balik. Diceritakan dari sudut pandang si pemuda yang pertama kali datang. Nggak akan membingungkan kok. Ini nggak serumit True Detective yang menggunakan naratif yang dasarnya serupa. Sinematografinya rapi. Dapet banget ngebangun suasa horor yang dialami Fenton dan Adam. Terutama, musik latarnya yang suka ngagetin dan bikin deg-degan abis.

McConaughey sungguh creepy. Kayaknya ini akting dia paling nyeremin dari sekian banyak film yang gue tonton. Bahkan Joe di Killer Joe yang brutal atau Rust di True Detective yang stoic, kalah mengerikan sama karakter dia di sini. Ketika pertama kali ngeliat, matanya tuh udah kayak… salah satu faktor yang bikin karakternya jadi misterius dan menyeramkan gitu. Ya, dia bagus di sini dan nggak akan mengecewakan. Dan kayaknya baru gue sadari kalau pandangan mata dia yang sorotnya bisa berubah-ubah secara karakter itu salah satu kekuatan dia sebagai aktor, selain kemampuan akting yang oke, bodi bagus (nggak terhitung di Dallas Buyers Club), muka ganteng mutlak, suara dan vokal yang khas, serta kharisma. Ekspresi karakternya memang nggak terlalu variatif sih di sini, cuma ngubah dari polos jadi creepy itu, dia berhasil.

Gue memang suka film-film kayak gini. Misterius, tapi nggak asal ngejual horor dan gore. Sepuluh menit terakhir, gue ber-hah! hah! hah! sendiri ketika nonton. Bakal dibawa bingung sejenak sampai di akhir baru deh terjawab semua. Haha.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s