film / Resensi

Contact

“The universe is a pretty big place. If it’s just us, seems like an awful waste of space.”

Contact poster

Ini film yang sangaaaaat kaya. Dari tema cerita, karakter, serta event-event di dalemnya nggak habis buat bahan diskusi. Gue sendiri udah lama denger judul buku yang kemudian diadaptasi jadi film ini, Contact yang ditulis oleh Carl Sagan. Kalau filmnya sendiri, jujur baru tahu setelah melakukan marathon McConaughey ini.

Dalam dua belas menit, gue langsung bilang gue suka film ini! Ya, suka!

Contact menceritakan tentang Dr. Ellie Arroway (Jodie Foster) yang merupakan bagian dari peneliti SETI (Search for Extraterrestrial Intelegence). Tempat penelitiannya di Puerto Rico akhirnya ditutup karena tanpa hasil oleh David Drumlin. Dia bahkan terpaksa ninggalin cowok yang menarik perhatiannya, Palmer Joss (Matthew McConaughey), seorang penulis buku. Ellie tidak menyerah dan meminta bantuan dana dari S.R. Hadden seorang pengusaha dan dikabulkan untuk membangun antena penangkap radio yang luar biasa besar (mari hindari menggunakan bahasa ilmiah terlalu banyak di sini). Setelah empat tahun lama tanpa hasil, dana penelitian akan dicabut akhirnya ada sebuah sinyal yang berasal dari Vega tertangkap oleh Ellie.

Ketika dicek ke stasiun radio astronomi lainya, akhirnya terkonfirmasi kalau benar: sinyal itu berasal dari Vega.

Setelah itu, cerita yang awalnya berskala personal ini akhirnya bergerak sesuai dengan efek dari penemuan sinyal dari Vega itu. Dunia pun geger. Berbagai reaksi muncul. Terutama dari pihak-pihak yang percaya kepada Tuhan. Gedung putih apalagi, kebakaran jenggot. Bagian ini sih yang paling gue suka dan digambarkan dengan apik banget di film ini.

Setelah press conference, rapat di gedung putih (yang bikin Ellie ketemu Palmer lagi), dan sebagainya. Akhirnya sampai ke titik, ya itu pesan dari Vega, tapi maknanya apa?

Di tengah kebingungan Ellie, ia diundang oleh S.R. Hadden ke tempat tinggal pribadinya. Oleh Hadden diperlihatkan kode/primer kunci dari dokumen-dokumen kiriman dari Vega tersebut. Setelah diterjemahkan ternyata berisi instruksi pembangunan sebuah mesin yang disebut ‘The Machine’ yang akan digunakan sebagai alat transportasi ke Vega.  Pembangunan pun dimulai. Tahap yang lebih panjang dan menegangkan pun harus dijajaki. Sampai beberapa tahun setelahnya, The Machine pun berhasil dibangun.

Contact The Machine

The Machine

Gue benar-benar menikmati film ini. Durasi 150 menit rasanya udah pas banget dan gue masih pengin nonton lagi. Karena gue suka berbagai macam hal dalam film ini. Gue kagum dengan skala ceritanya yang personal ke Ellie, tapi juga diperlihatkan gimana efek penemuan itu ke dunia luas. Itu adalah salah satu hal yang nggak pernah bener-bener gue pikirin. Nemu alien? Ya! Tentu aja itu bagus banget! Ternyata banyak yang terusik dan nggak sepikiran sama Ellie (dan gue ya).

Karakter Ellie ini luar biasa. Gue kagum banget sama dia. Udah lama banget nggak ngeliat karakter yang gigih dan penuh tekad lagi cerdas kayak gini, setelah Maya (Jessica Chanstain) di Zero Dark Thirty. Pokoknya Ellie ini keren banget. Jenius, ramah, berani menyuarakan pendapat dan keinginannya. Dia juga berani mengakui kesalahannya. Akting Jodie Foster pokoknya udah pas banget. Adegan favorit gue di bagian terakhir, ketika Ellie harus klarifikasi apa yang udah dia lakukan di depan forum. Itu adegan yang heart breaking banget. Bikin nangis banget. Mungkin karena sama-sama perempuan, jadi kerasa gitu tekanannya kayak apa.

Gue harus ngakui suka hubungan Ellie dan Palmer. Meski agak aneh, Joss semuda itu dengan kepopuleran setingkat gedung putih. Mungkin karena masih muda, cerdas, ganteng, dan menarik, itulah mengapa dia begitu populer. Mereka berdua sweet. Iri banget ketika keduanya ngedate di Arecibo Observatory–huhuhu mupeng deh. Mereka berdua yang beda sudut pandang itu bisa akur–Palmer yang percaya Tuhan dan Ellie yang nggak. Mereka ngobrolin itu layaknya lagi ngegosipin apa film baru yang layak tonton, itu bener-bener bikin gue iri (sekali lagi). Mereka saling kagum satu sama lagi dan saling menghormati. Apa coba yang lebih bagus daripada itu? Belum lagi, Palmer yang memang perhatian banget sama Ellie. Tetapi, yang paling gue suka, jelas posisi Palmer yang ngasih sudut pandang lain kepada Ellie–sudut pandang yang mewakili manusia kebanyakan.🙂

Contact foster 2

Ellie Arroway (Jodie Foster), idola baru gue!

Konflik di film ini, baik sub atau yang utama, juga terasa pas banget. Tenang aja, film ini nggak menjual roman menye-menye atau teori ngawur. Benar-benar kita diajak untuk mengikuti kegigihan Ellie melewati segala halangan dan rintangan untuk membuktikan kontak antara manusia dan makhluk dari Vega itu. Tentunya, konflik di luar para ilmuwan itu. Dari aksi proteslah, kemudian orang-orang yang ketakutan dan fanatik yang berusaha menghalangi misi ke Vega tersebut. Itu ceritakan dengan bagus.

Semua itu nggak akan hidup tanpa dialog yang cerdas. Ini bagian yang paling gue suka dari keseluruhan film. Dialog-dialog Ellie ini yang bikin gue betah dengerin percakapan mereka. Cerdas dan mengena. Meski ada istilah-istilah ilmiah, tapi nggak sulit dan rumit kok. Lagi pula, karena Ellie menghadapi orang-orang biasa kayak gue, ya bahasa ilmiah itu dijelaskan dengan sederhana juga. Dialog-dialog favorit gue tentu dia dan Joss.

Sinematografinya cakep. Gue suka adegan ketika Ellie lari ke ayahnya yang kena serangan jantung. Itu bagus banget. Selain itu, wideshoot ketika Ellie ada di New Mexico dengan latar radio teleskop gede-gede itu, itu bagus. Grafisnya sendiri untuk ukuran tahun 1997, ditonton sekarang masih menyenangkan. Bahkan untuk penampakan The Machine di Hokkaido. Itu benar-benar kerasa megahnya. Gue aja sampai terganga.

Ketika sampai di interaksi dengan makluk ekstraterestrial, gue suka gimana mereka menggambarkan mereka. Bukan makhluk hijau, aneh, berlendir, atau mirip serangga. Sama sekali nggak. Karena mereka punya teknologi lebih canggih, jadi mereka memproyeksikan diri seperti manusia.😀

Endingnya, tergantung dari sudut pandang melihatnya dari mana sih. Bisa happy atau nggak, tergantung. Memenuhi ekspektasi atau nggak juga tergantung tujuan nonton. Mungkin ada satu hal yang jelas, tapi tetap ada pertanyaan, apa itu benar adanya? Atau semua hanya imajinasi Ellie. Dan untuk Ellie sendiri, gue senang selalu ada Palmer di sebelah dia. Itu sisi drama yang cukup banget untuk film fiksi ilmiah.🙂

Contact McConaughey

Palmer Joss (Matthew McConaughey). Ganteng dan unyu!

Akting Matthew McConaughey di sini juga menyenangkan dilihat. Karakternya manis. Pesonanya keluar banget. Tapi ya, mukanya di sini masih rom-com banget–pretty boy. Iyalah, umurnya baru mid-20 pas main film ini! Kayaknya film ini adalah tangga setapak untuk dia main di Interstellar yang sama-sama bertema fiksi ilmiah. Ya, gue akui gue cukup suka dia di sini, mewakililah karakter-karakter dia di rom-com (kayaknya).

Gue jelas akan baca novelnya setelah ini. Cerita film ini juga ditulis sendiri oleh Carl Sagan dan istrinya. Lalu diadaptasi menjadi naskah skenario oleh James V. Hart dan Michael Goldenberg. Kalau pengin ngecek keilmiahan film Contact ini, kamu bisa cek review dari Phil Plait atau milik Larry Klaes (yang ini panjang dan detail banget).

Film ini, meski membahas hal yang sensitif untuk beberapa orang. Menurut gue juga ngasih sudut pandang lain dari masalah tersebut. Sampai akhir, gue jatuh simpati ke Ellie dan terus mendukung dia kalau apa yang dipercayanya memang benar.

Secara pribadi, gue bilang film yang disutradari oleh Robert Zemeckis ini sampai kok pada pesan yang memperlihatkan apa yang sebenarnya jadi tujuan manusia di dunia ini: mencari kebenaran. Dari manapun dan ke manapun jalan yang ditempuh, apa yang dicari adalah jawaban. Karena pertanyaan-pertanyan adalah sesuatu yang membuat kita menjadi manusia.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s