film / Resensi / Uncategorized

A Time to Kill

a time to kill poster

Akhirnya gue sampai ke ujung marathon film-filmnya Matthew McConaughey yang gue lakukan sejak dua minggu lalu. A Time to Kill (1996) jadi film terakhir yang gue pilih untuk menutup perjalanan ini (#halah) karena ini adalah peran besar pertama yang didapatkan McConaughey dalam karirnya yang baru berumur dua tahun! Sebenernya masih pengin berusaha nyari Amistad (1997) yang disutradarai Steven Spierlberg dan film indie berjudul Thirteen Conversation about One Thing (2002), tapi ya gitu, susah. Jadi, sementara sampai di A Time to Kill dulu.

Matthew McConaughey berakting brilian sebagai Jake Brigance, seorang pengacara muda. Kasus yang ditanganinya adalah pembunuhan yang dilakukan Carl Lee, seorang kulit hitam, terhadap dua pemuda kulit putih yang sudah memperkosa anak perempuannya yang berumur 10 tahun. Carl Lee dituntut hukuman mati karena itu dan Jake berusaha membuktikan pada saat melakukan itu, Carl Lee sedang dalam kondisi mental yang tidak sehat.

Ceritanya nggak sesederhana itu. Di Missisippi kala itu, kulit putih dan kulit hitam kayaknya nggak akur, jadi makin memperuncing keadaan. Terlebih setelah, keluarga dari pemuda kulit putih meminta bantuan Ku Klux Clan untuk meneror Jake dan teman-temannya. Jake kehilangan rumah, suami asistennya juga meninggal karena teror, dan terakhir, partnernya, Ellen (Sandra Bullock) diculik dan ditelanjangi.

Jake sempat diminta untuk berhenti untuk membela Carl Lee, tapi dia nggak mau. Gue inget banget kata-kata si asisten Jake setelah pemakaman suaminya ke Jake, kalau dia tahu Jake melakukan apa yang dia anggap benar, dan mungkin orang-orang menganggap itu berani. Tapi, dia nggak menganggap begitu. Jake bisa aja menang, namun bagi dia semua yang terlibat kasus itu udah kalah.

A-Time-to-Kill

Jake dan Carl Lee di ruang sidang

Bintang-bintang bertabur di film ini ada Kevin Spacey,  Samuel L. Jackson sebagai Carl Lee, Donald Sutherland, Chris Cooper, dan lain-lain. Namun, McConaughey sama sekali nggak kalah bersinar. Gue kira malah ini aktingnya sebagai pengacara yang paling apik dibanding di Bernie dan The Lincoln Lawyer.

Salah satu hal yang bikin peran pengacaranya terasa mengesankan adalah karena detailnya adegan persidangan. Kayak nonton rekaman persidangan gitu jadinya. Apalagi bagian sidang yang terakhir, waktu penentuan vonis untuk Carl Lee, itu beneran dari awal sampai akhir.

Film ini berdurasi sekitar dua jam setengah. Agak terasa terlalu panjang gitu. Untungnya, terselamatkan akting dari aktor-aktornya yang keren. Gue suka gimana interaksi karakter McConaughey dan Spacey di ruang sidang, keren ih. Spacey gitu lho! Juga, interaksi karakter Jake dan Ellen yang dapet chemistry-nya daripada Jake sama istrinya. Btw, setelah syuting film ini, McConaughey dan memang sempat pacaran sama Sandra Bullock dua tahun.

Adegan favorit gue adalah ketika Jake beberapa jam sebelum sidang, duduk di puing-puing rumahnya yang habis terbakar. Nunggu anjingnya kembali sambil berusaha masukin foto keluarganya ke pigura yang udah rusak. Itu dalem banget. Dan tentunya, McConaughey dapet banget bikin adegan itu hidup. Pada saat itu, gue rasanya pengin meluk, termasuk bilang udah sih, udah dilepasin aja kasusnya. Akan tetapi, tetap dia nggak mau ngelepasin itu. Obsesi.

Sebenarnya bukan karena obsesi juga, Jake punya anak perempuan dan kalau itu terjadi ke anaknya, dia pasti akan ngelakuin hal yang sama dengan Carl Lee. Apalagi malam sebelum penembakan itu, Carl Lee dateng ke Jake dan menyiratkan maksudnya itu. Semestinya penembakan itu bisa dicegah kalau Jake lapor sama sherrif, tapi dia nggak ngelakuinnya.

a time jake

Jake Brigance (Matthew McConaughey)

Gue sendiri sebenarnya ikut dilema sih dengan konflik di cerita ini. Carl Lee jelas udah ngebunuh orang, tapi juga anaknya diperkosa oleh orang tersebut. Pantes nggak sih kalau akhirnya bebas? Gue sih penginnya seenggaknya Carl Lee dapet hukuman penjara dikit gitu. Samuel L. Jackson dapet banget meranin Carl Lee yang keras kepala.

Thriller dalam cerita ini didapatkan dari teror-teror yang terjadi di sepanjang film. Berapa kali aja gue berharap, udah sih Jack dilepas aja kasusnya, kasihan kamu masih muda. Tetapi, Jack (yang terobsesi dan gue ngerasa dia nggak realistis serta too good to be true) ya udah jelas nggak mau lepasin. Kayaknya karakter Jack yang diperanin McConaughey ini salah satu pioner kalau pengacara itu ganteng serta mengesankan kayak gitu ya.

Sepertinya film ini berusaha untuk sesuai dengan cerita novelnya banget ya. Khasnya John Grisham kan memang plotnya berlapis dengan beberapa sub plot. Kalau memang tujuannya begitu, mungkin dapet ya. Rasanya, dulu gue pernah baca dan punya novel A Time to Kill ini, tapi pas dicari kok nggak ada ya.😦

Btw, di Oscars kemarin ada Sandra Bullock, Kevin Spacey, juga Samuel L. Jackson. Berasa reuni gitu ya. Apalagi setelah dua puluh tahun lebih berkarir akhirnya, McConaughey berhasil ngedapetin Oscar pertamanya untuk kategori Aktor Terbaik. Dan aku pribadi ngerasa itu pantas banget buat dia. Kemampuannya memang nggak diragukan. Selamat Mr. McConaughey!

One thought on “A Time to Kill

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s