Resensi / Serial

Hannibal S02E03: Hassun

Hannibal-Season-2-Episode-3

Show ini memang punya slow-burn plot. Panasnya lama, meski udah horor sejak awal dan tahu siapa sebenarnya otak di belakang kesengsaraan Will Graham.

Gue nggak akan berhenti memuji betapa indahnya show ini. Sinematografi dan artistiknya bikin senang banget ngelihat. Paduan warna-warna yang gelap dan suram. Blocking tiap karakter per adegan juga cakep. Semuanya rapi, tapi kadang terasa terlalu rapi sih. Dan tentunya, korban-korbannya yang ditata begitu menarik. Seharusnya terasa gory, tetapi buat gue jujur aja itu apik banget.

Episode tiga dimulai dari persidangan Will Graham. Dibela dengan alasan ketidaksadaran waktu melakukan. Jack Crawford ngasih kesaksian bahwa dia yang bikin Will begitu karena terlalu menekan Will. Freddie Lounds juga diminta ngasih kesaksian dan dia percaya kalau Will-lah yang bunuh Abigail.

Usai sidang Will nerima kiriman berisi telinga. Yang setelah diselidiki milih seorang juru sita. Sewatktu Jack ke tempat tinggal orang tersebut, apartemennya meledak dan meninggalkan jasad si juru sita dalam keadaan gosong setelah sebelumnya dibunuh, ditaruh di ranggah rusa, dan dimutilasi. Pembunuhan itu menggegerkan dan membuat semua pembelaan yang udah disusun buat Will berantakan. Terakhir, sebelum sidang vonis malah si hakim yang dibunuh dengan ditembak (cara yang sama dengan si juru sita), kemudian didisplay di ruang sidang dengan begitu… rapi sekaligus mengerikan.

Adegan pas tubuh si hakim dilihatin itu bagian terbaik dari episode ini. Digantung, kepalanya dipotong setengah, otaknya ditaruh di atas timbangan. Pembunuhnya bener-bener mau repot dan punya cita rasa seni tinggi.  Pembunuhan si hakim bikin akhirnya seluruh hasil sidang Will dibatalin, mungkin diulang atau malau dibatalin sama sekali.

Episode ini terasa lebih teror daripada yang sebelumnya karena lebih banyak interaksi karakternya sih, terutama Hannibal-Will, Hannibal-Jack, Alana-Will. Apalagi ditambah musik latar yang mengerikan gitu deh, bikin horornya lebih terasa.

Gue lebih enjoy dengan episode ini dibanding dua yang sebelumnya. Mungkin karena mulai panas dan Hannibal secara terang-terangan kayak nantangi Jack dan tim forensik. Gue ngerasa karena show ini nggak based on character, Hannibal kerasa kurang dalem ke gue. Lebih kerasa nelangsa dan depresinya si Will sih. Rasanya tiap episode pengin ngepukpuk Will mulu. Berharap kalau penderitaannya cepat berakhir. Masih ada sepuluh minggu lagi untuk sampai di situ. Sabar ya, Will.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s