Resensi / Serial

Hannibal S02E04: Takiawase

Hannibal - Season 2

Minggu lalu, Will Graham akhirnya menjalani persidangan dan tepat sebelum vonis dijatuhkan ternyata si hakimnya mati dibunuh.

Di awal episode, kembali baca ada woro-woro tentang adegan kekerasan dan kali ini ditambahin peringatan tentang cahaya terang yang kedap-kedip. Kamu bakal temuin ini di sesi Will dan Chilton. 

Jadi, di episode ini dibuka dengan adegan Will memancing bersama Abigail. Di rumah sakit jiwa, Will akhirnya bersedia ditangani oleh Dr. Chilton dengan syarat nggak ada sama sekali diskusi tentang dirinya bareng Dr. Lecter. Ketika diperiksa oleh Chilton, mulai tuh ingatan Will balik sedikit demi sedikit, terutama gimana dia yakin kalau Hannibal yang ngebuat dia kayak gitu.

Sementara itu, istrinya Jack Crawford, Bella, akhirnya mau ikut kemotrapi. Kemudian dia mengutarakan niatnya untuk bunuh diri ke Dr. Lecter. Dia hampir bunuh diri tapi dicegah Lecter.

Pembunuhan yang terjadi di sini. Kayaknya nggak terkait sama plot utama. Cuma bumbu aja. Tentang mayat yang ditemukan jadi sarang lebah. Yang ternyata pelakunya adalah seorang ahli akupuntur. Dari seluruh bagian show, ini jadi favorit gue. Tapi, ya gitu, porsinya dikit banget. Nggak dapet detail kayak di season satu pas korban-korban dijadiin media tanam jamur. Adegan ini sama sekali nggak gore kok. Malah artistik banget menurut gue, ehehehe.

Will ini juga memengaruhi Beverly tentang kecurigaannya ke Hannibal. Mereka mulai ngelihat-lihat pola. Sampai Will menyimpulkan kalau tropi atau bagian tubuh yang hilang dari korban-korban pembunuhan itu dimakan oleh Hannibal. Ketika mendengar Hannibal sedang ngurusi Bella, Beverly mengendap-endap ke rumah Hannibal. Dia nemu bagian tubuh di dalam kulkas, tapi juga nemuin ruang bawah tanah. Nah, pas turun ke ruang bawah tanah ini dan Beverly lihat sesuatu… jreeng Hannibal dateng.

Begitulah episode ini diakhiri, pas banget adegan yang ngangetin. Gue harap sih Beverly baik-baik aja. Dia salah satu karakter favorit gue di sini. Cuma ngeliat dari preview minggu depan… rasanya nggak gitu. Dan di preview minggu depan juga ada karakter baru–seorang pembunuh. Hmm… penasaran nih jadinya.

Hannibal memang panasnya lama banget. Atau gue aja yang ngerasa gitu ya? Alurnya lambat. Satu adegan bisa beberapa detik sendiri. Ya meskipun akhirnya menang di detail, buat gue agak susah bikin fokus jadinya. Padahal udah didukung musik latar yang nyeremin dan warna-warna yang gelap nan suram.

Gue gampang keiket ke sebuah tayangan gara-gara dialognya. Meski Hannibal ini punya visual yang mengagumkan banget, dialognya nggak berhasil mengikat gue. Karena entah karena konten dialognya sendiri atau karena cara ngomong semua karakternya senada… satu tone. Lambat seperti alur ceritanya. Episode ini padahal quoteable banget lho, ehehehe.

Episode ini masih sama bagus dan rapinya dengan episode-episode kemarin, terutama untuk visualnya yang keren banget. Pokoknya kasih jempol empat buat sutradara, cinematographer, dan tim artistiknya deh.

Oh ya, di episode ini nggak ada adegan makan lagi. Gue kangen lihat adegan makan bareng Hannibal!

Preview episode 5

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s