film / Resensi

Amistad

amistad_ver1_xlg

Sesungguhnya, gue nggak pernah suka film dengan tema perbudakan. Nggak tega aja nontonnya. Sedih gitu pasti. Yang gue berhasil tamatin rasanya cuma 12 Years a Slave dan Amistad ini. Amistad digarap oleh Steven Spielberg dan dirilis tahun 1997. Berhasil dinominasikan untuk berbagai awards, termasuk 4 nominasi Academy Awards.

Meski 12 YAS dan Amistad sama-sama bertema perbudakan, tetapi keduanya mengangkat sudut pandang yang berbeda. Kalau 12 YAS ngambil sudut pandang dari si Solomon Northup-nya sendiri, Amistad lebih kepada orang-orang di luar para tawanan yang memperjuangkan nasib mereka.

Judul Amistad ini diambil dari nama sebuah kapal milik Spanyol yang berlayar dari Cuba, La Amistad. Di tengah perjalanan, para budak itu berhasil membebaskan diri dan membunuh hampir semua awak kapal. Mereka terus berlayar, sampai akhirnya tiba di Amerika Serikat. Semuanya ditangkap dan dimasukkan ke penjara.

Nah, ketika peradilan dimulai untuk memutuskan nasib mereka. Orang-orang mulai mengklaim nih. Salah satunya adalah mereka yang ingin membebaskan, Theodore Joadson (Morgan Freeman) dan seorang aktivis, Lewis Tappan (Stellan Skasgard), keduanya dibantu oleh seorang pengacara bernama Roger Baldwin (Matthew McConaughey). Dengan keterbatasan komunikasi antara mereka dan pemimpin dari kelompok Amistad ini, Cinque (Djimon Honsou).

Amistad-photo-freeman-mcconaughey

Proses gimana mereka bisa komunikasi satu sama lain ini menarik. Karena nggak tahu Cinque ini dari mana, sementara di Afrika kan banyak banget bahasa, jadi mereka bicara pake bahasa isyarat gitu. Adegan ini banyak interaksi antara McConaughey dan Honsou sih. Mereka berdua keren banget!

Sampai akhirnya, mereka ketemu dengan James Covey (Chiwetel Ejiofor) yang ngerti bahasa Mende dan jadi penerjemah. Proses pengadilan pun jadi lebih mulus, terlebih setelah Baldwin menemuin kayak buku catatan punya kru La Amistad. Akhirnya, mereka menang dong di tingkat federal court. Namun, nggak semudah itu, karena tekanan politik, akhirnya Presiden US saat itu, Martin Van Buren (Nigel Hawthrone), meminta agar kasus itu dinaikkan ke tingkat supreme court. Gara-gara itu, Cinque sempat marah sama Baldwin dan menolak ngomong. Baldwin ngasih tahu Cinque betapa dia kehilangan klien-kliennya dan dapet banyak ancaman pembunuhan gara-gara membela Cinque dan teman-temannya. Tapi, itu nggak menggugah Cinque dan juga nggak menghentikan usaha Baldwin.

Joadson dan Baldwin pun akhirnya meminta tolong kepada mantan presiden US, John Quincy Adams (Anthony Hopkins) untuk bantu ngasih pembelaan. Awalnya beliau nggak mau, tetapi setelah disurati secara pribadi oleh Baldwin, akhirnya mau juga. Beliau sama Baldwin sama-sama nyusun pembelaan, selain belaiu ngobrol bareng Cinque. Di supreme court, Adams ngebacain pembelaannya, ngingetin tentang kemerdekaan Amerika gitu. Sampai akhirnya, supreme court pun menjatuhkan vonis bebas ke Cinque dan teman-temannya, selain juga menyatakan kalau mereka semua adalah free people, bukan budak.

amistad33

Dalam film berdurasi dua setengah jam ini, awal-awalnya gue ngerasa lucu, terlebih pas bagian Baldwin dan Cinque dkk. nyoba untuk komunikasi. Gue terkikik-kikik. Sampai akhirnya, Cinque cerita gimana perjalanan mereka dari Sierra Leone ke Cuba dan sampai di Amerika Serikat. Bagian ini nih, yang selalu bikin nyess dan nggak tega. Mereka, ada ratusan diculik dari desanya, dibawa di sebuah kapal dengan kondisi nggak manusiawi. Di tengah jalan banyak di antara mereka yang mati, sengaja bunuh diri, sampai ditenggelamkan dengan kejam.

Selain bagian itu, Amistad cukup nyaman untuk ditonton. Selama di penjara pun, Cinque dan teman-temannya diperlakukan dengan layaklah, meski tetap dirantai dan sebagainya. Akting Djimon Hounsou juara! Begitu juga yang lainnya, Morgan Freeman dan Anthony Hopkins. Matthew McConaughey sendiri bagus kok, mencuri perhatian di antara aktor-aktor senior, tapi dia masih kayak buah menjelang mateng gitu loh, masih butuh waktu untuk jadi luar biasa kayak sekarang.

Dialog dalam film ini banyak yang panjang-panjang. Monolog Anthony Hopkins di bagian belakang aja hampir 5-10 menit sendiri. Ehehe. Dan kerasa sejarah amerika banget sih. Nggak sulit diikuti, tetapi kadang-kadang gue ngerasa kata-katanya belibet. Haha. Kostum dan setnya juga bagus. Cuma karena di sini aktornya dominan cowok, ya kostum-kostum detailnya paling dapet untuk cowok-cowok aja. Musik latarnya juga oke.

Gue sendiri sebenarnya agak bosen pas nonton karena tadi, adegannya terlalu panjang-panjang. Karakternya juga banyak. Nggak seemosional 12 Years a Slave juga. Mungkin itu karena tadi, beda sudut pandang dalam penceritaan. Secara keseluruhan ceritanya cukup rapi kok. Menyentuh di beberapa adegan. Ada lucunya juga, frustasi juga. Lengkap sih.

Ini film kedua Matthew McConaughey di mana dia berperan sebagai pengacara, yang pertama adalah A Time to Kill. Meski kasus yang ditangani berbeda, tapi sama-sama yang jadi korban adalah kulit hitam, dia bagus di sini. Jelas banyak belajar dari peran pertamanya. Cuma gue agak geli dengan dandanannya sik. Lucu gitu. Ehehe.

amistad mcconaughey

Matthew McConaughey sebagai Roger Baldwin di Amistad

2 thoughts on “Amistad

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s