film / Resensi

Two for The Money

Two for the money

Entah kenapa film yang dirilis tahun 2005 ini dapet rating begitu kecil. Karena gue sendiri benar-benar menikmati, terhibur dan tersentuh sekaligus. Al Pacino dan Matthew McConaughey ngidupin banget film ini. Chemistry antara mereka–pesona satu sama lain nggak terelakkan begitu aja. Mereka berdua adalah bagian terbaik dalam film ini.

Keduanya bermain sebagai rekan kerja. Matthew McConaughey sebagai Brandon Lang, mantan atlet futbol yang terpkasa pensiun karena cedera. Dia bekerja sebagai operator telepon yang ngasih nasihat tentang tim mana yang bakal menang untuk taruhan. Nah, karena tebakannya sering banget jitu, suatu hari dia dateng telepon dari Walter (Al Pacino) yang minta dia dateng ke New York dan nawarin pekerjaan. Brandon yang anak baik dan polos itu pun berangkat ke NY demi nyari uang untuk adiknya yang lagi kuliah dan ibunya. Di sana, dia juga disuruh buat prediksi, tapi kali ini yang ngejual prediksi itu adalah orang-orang yang kerja di kantor Walter.

Dari awal pertemuan mereka, chemistry-nya udah idup banget. Brandon yang polos dan Walter yang suka tipu-tipu. Namun ada yang lebih dari sekadar rekan kerja, yaitu mereka berdua lebih keliatan kayak ayah dan anak. Walter sendiri ngakuin itu ke istrinya, Toni (Rene Russo), di salah satu adegan.

Walter ngasih identitas baru ke Brandon, yaitu John Anthony, the multi million man. Dia dikasih mobil mewah, Mercedes S-series (seksi ih!) dan juga didandanin dengan pakaian bermerek. Pokoknya jadi beda deh, New York abis. Dan hasilnya kantor makelar taruhan Walker rame terus, untung makin banyak, dan klien makin gede.

two-for-the-money-2

Ada yang nggak bisa kita hentikan: perubahan. Tetapi, ada juga beberapa hal memang nggak bisa berubah: apa yang udah terjadi di masa lalu dan apa yang menetap banget di dalam diri kita. Sebaik apapun Brandon jadi John, dia tetep balik lagi jadi Brandon.

Karena ternyata, inti dari cerita ini adalah kebiasaan gambling Walter yang nggak hilang. Apapun dia pertaruhkan.

Di bagian akhir cerita, di mana gue berkaca-kaca, ada adegan yang mengingatkan gue tentang kesukaan berjudi Yudhistira, salah satu Pandawa. Sebelum mereka diasingkan, Yudhistira diajak bermain dadu sama Kurawa yang akhirnya membuat dia mempertaruhkan segalanya. Ada satu lagi adegan yang jadi favorit gue banget, ketika Brandon dan Walter pergi ke Puerto Rico. Adegan yang bener-bener nunjukkin chemistry McConaughey dan Al Pacino di film itu kayak bapak dan anak laki-lakinya.

Mereka berdua benar-benar luar biasa deh. Kalau bukan mereka berdua yang meranin Brandon dan Walter, gue berani bilang filmnya nggak akan begitu menyentuh. Gimana mereka berdialog satu sama lain, itu bikin dialognya menyenangkan banget untuk diikutin. Kayak mereka bener-bener Brandon dan Walter, kayak mereka bukan akting. Itu yang bikin gue nikmatin banget ceritanya. Meski McConaughey yang karakternya adalah orang Las Vegas, tapi aksen Texas-nya masih kerasa bener, haha.

two for the money mcconaughey

Di dalam film ini juga banyak adegan McConaughey shirtless, tapi jelas maklum karena dia memang mantan atlet yang menjaga banget kebugaran tubuhnya. Suka banget lihat dia bersepeda. Fit banget gitu. Dan asik seksilah.

Buat gue, McConaughey sendiri nggak cukup untuk film ini. Dia tanpa Al Pacino bakal bikin film ini nggak ada apa-apa. Duet keduanya yang apik banget bikin film ini layak tonton. Serius. Meski ratingnya nggak terlalu bagus, mending nilai setelah nonton sendiri. Roger Ebert aja ngasih 3.5 dari 4 bintang lho buat film ini.  Jadi, tonton sendiri baru menilai!😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s