Resensi / Serial

Hannibal S02E07: Yakimono

Hannibal - Season 2

Banyak kematian di episode ini. Ada pula sosok dari masa lalu yang hadir. Dan di sini, kesabaran kita diuji lagi.

Kayak yang kita lihat di preview episode lalu, ya, akhirnya tuduhan buat Will Graham dicabut dan dia bebas. Dia pulang ke rumah lagi, ketemu anjing-anjingnya. Ketemu Alana Bloom yang nggak percaya lagi sama dia. Coat Alana waktu ketemu Will ini cakep banget!

Alana tetap keukeuh kalau Hannibal bukanlah chesepeake ripper, meski tim forensik FBI nemu sidik jadi Hannibal di salah satu petal bunga dari mayat berbunga episode lalu. Hal itu juga diperkuat oleh Miriam Lass, inget nggak trainee FBI yang dikirim Jack untuk nyelidikin si ripper dan akhirnya kembali tangannya doang? Ternyata dia masih hidup. Dia cewek yang ada di tong air minggu lalu. Gue juga sama sekali nggak nyangka. Good twist.

Justru nama lain yang kemudian muncul: Dr. Chilton. Si psikiater yang ngurusin Will selama di rumah sakit jiwa. Nama itu muncul karena Abel Gideon memang ngarahin Jack Crawford ke dia. Padahal, si Chilton ini baru aja ngajuin diri untuk jadi saksi yang memberatkan Hannibal gitu. Dia kan emang percaya kalau Hannibal yang bunuh.

Ah, tapi Hannibal nggak tinggal diam dong. Dia dateng ke rumah si Chilton, bersama Gideon dan ya… bikin beberapa hal di sana. Ini sepuluh terakhir yang harus kamu tonton sendiri.

Gue ngerasa ini episode yang paling nggak banget dari tujuh episode yang udah ada. Garing gitu. Selain itu, di episode ini nggak ada adegan masak dan makan. Huh. Juga, nggak ada display korban yang semenarik episode-episode lalu. Malah yang di episode ini terasa agak berlebihan itu lho cipratan darah di rumah Chilton.

Nggak ada informasi yang baru di sini, kecuali apa yang kita tahu dibolak-balik lagi. Udah deket sama Hannibal, sekarang dibalik ke Chilton. Mana alurnya lambat, kayaknya enam episode ke depan juga nggak banyak hal yang terjadi. Gue sih berharap Alana baik-baik aja. Dia pionnya Hannibal banget sih.

Gue juga menyayangkan ending si Gideon yang gitu aja. Kayak semua orang kok nggak berdaya di depan Hannibal. Kepercayaan antar karakter diuji lagi dan lagi, tapi nggak kelihatan perubahan berarti, kecuali pada Will. Dia nunjukkin tekadnya bakal buktiin kalau Hannibal pembunuhnya. Dan di akhir dia mau ngelanjutin sesinya bareng Hannibal.

Sinematografi episode ini masih bagus kayak episode lain. Tapi, agak ngebosenin. Kecuali bagian akhir ketika kejar-kejaran di atas salju. Dan rumah Chilton yang bagus banget, oh ya, plus kamar Miriam Lass yang cakep.

Oh ya, minggu depan bakal ada adegan makan bareng Jack dan Will nih. Fufufufufu.

Promo episode 8: Suzakana

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s