buku / film / komik / Resensi

Tales from Year Zero & Pacific Rim (novelisasi)

toyz 1

Tales from Year Zero

Dulu, kali pertama nonton Pacific Rim juga langsung jatuh kesengsem. Setelah itu, adek gue ngajakin nonton berkali-kali gue makin demen. Dan, barulah gue tahu kalau Pacific Rim punya cerita prekuel berupa novel grafis, Tales from Year Zero. Novel ini ditulis oleh Travis Beacham yang juga ikut ambil bagian di naskah skenario Pacific Rim.

Tales from Year Zero berkisah tentang orang-orang di belakang PPDC ketika programnya dihentikan, yaitu Tendo, Jasper, dan Pentecost. Sebenarnya wawancara Naomi dan Tendo itu terjadi nggak sengaja, karena Pentecost yang tadinya mau ditemui sedang tidak ada di PPDC. Akhirnya, Tendo yang setelah mendengar penjelasan dari Naomi tentang apa yang akan ditulisnya jadi mau bicara. Tendo menceritakan kalau dia dulunya, ketika K-Day (hari pertama kali kaiju menyerang) ia adalah staf ferry penyeberangan.

Di sini lumayan dapet gambaran horornya ketika K-Day itu gimana. Kemudian, jadi ketahuan kalau darah kaiju itu punya efek tertentu pada manusia atau biasa disebut kaiju blue.

Dari cerita Tendo kemudian beranjak ke cerita usaha perlawanan manusia. Dr. Jasper Schoenfeld adalah salah satu inisiator program Jaeger. Dia terinspirasi membuat jaeger karena lihat mainan anaknya. Kemudian, Jasper ngajak koleganya Caitlin Lightcap. Mereka berdua berkerja sama deh membangun program Drift. Tak disangka, cinta lama bersemi kembali. Namun, karena banyak laki-laki di program itu, terturama karena Caitlin harus meriksa kompabilitas calon pilot. Cinta bersemi dengan yang lain. Cinta jugalah yang bikin ketahuan untuk mengendalikan jaeger butuh dua orang. Caitlin ini salah satu pilot jaeger Mark I lho.

Kisah ketiga, si Naomi reporter tadi akhirnya ketemu dengan Pentecost. Kali ini lagi, cerita K-Day dari sudut pandang Pentecost. Dia sedang break dan teman-temannya di militer terpaksa menghancurkan Onibaba. Salah satu temannya akhirnya melakukan misi bunuh diri dengan nabrakin pesawatnya ke si kaiju. Jadi, itulah salah satu alasan Pentecost begitu menggebu-gebu melawan kaiju.

Sebagai cerita prekuel, ini lumayan sih. Meski nggak terlalu menggugah penasaran dan membangkitkan ketegangang. Senggaknya tahu apa-apa yang terjadi ketika K-Day dan cukup untuk pemanasan. Kalau suka banget Pacific Rim nggak ada salahnya baca ini, jadi nambah pengetahuan gitu. Hehe.

toyz 3


20140413_172059

Pacific Rim (novelisasi)

Secara garis besar isi novel ini sama dengan filmnya. Cerita tentang Operation Pitfall, Raleigh dan Mako, serangan ke Hongkong, dan pengeboman The Breach. Yang gue suka banget dari novelisasi ini adalah karena eksplorasi dari penulisnya. Banyak aspek sudut pandang yang menarik disajikan di sini. Dua adegan favorit gue adalah kisah masa lalu Herc dan Chuck (sumpah ini sedih banget jadinya) dan penyerangan ke Hongkong.

Kalau di film kita lihat serangan di Hongkong itu ngikutin sudut pandang dari Gipsy Danger, sementara di novel ini serangan pertama, yaitu Leatherback versus Gipsy Danger diceritakan dari sudut pandang Herc dan Chuck yang ada di atas Striker Eureka. Untuk Gipsy Danger versus Otachi dituturkan dari sudut pandang Newt. Jadi dapet banget persepsi baru dan itu nyenengin. Chuck jadi nggak nyebel-nyebelin amat sih.

Di cerita serangan ini ada satu hal yang bikin gue penasaran, yaitu tentang nasib si triplet Wei. Ada satu paragraf di halaman 224 yang ngasih harapan kalau mereka masih selamat. Tapi, ah di belakang, ternyata mereka bertiga memang meninggal. Sayang banget, padahal pengen lihat lebih banyak aksi dari Crimson Typhoon dan Cherno Alpha. Tapi, lumayan diceritakan juga kok pilot-pilotnya dalam beberapa adegan.

Yang menyenangkan lagi dari novelisasi ini adalah banyak banget informasi pelengkap baru yang dikasih! Tentang kaiju yang ternyata badannya dari silikon. Tentang gimana sebenarnya proses drift-nya Newt. Tentang senjata-senjata di Jaeger. Pokoknya banyak! Apalagi di setiap ganti bab ada selipan artikel gitu, dari sekadar informasi tentang karakter, kaiju, jaeger, tapi juga ada artikel tentang kaiju cult dan kaiju prayer! Suka banget!

Di akhir, bahkan gue ngerasa novelisasi ini lebih haru daripada filmnya. Paragraf terakhir ketika Marshal Herc Hansen ngasih pengumuman terakhir. Dilanjut dengan deksripsi shatterdome yang kosong dari Jaeger–itu bikin gue sedih. Ada yang berakhir.

Cara nulis Alex Irvine awal-awalnya memang kerasa lugas banget. Tapi semakin ke belakang makin enak dibaca. Deskripsinya nggak lebay. Beberapa adegan dapet banget punchline-nya.

Novelisasi ini bagus kalau kamu mau belajar mendeksripsikan gimana robot versus monster berantem. Banyak istilah teknis juga, yang bikin aroma scifi-nya kental banget. Bagusnya sih memang nonton filmnya dulu baru nonton, karena kalau baca dulu, gue nggak terlalu yakin semua bisa kebayang. Terlalu banyak hal dan detail di dalam sini. Tapi, kalau udah nonton semua itu nggak akan masalah!

Salah satu sisipan di dalem novelnya. Maaf ya miring fotonya. Haha

Salah satu sisipan di dalem novelnya. Maaf ya miring fotonya. Haha

paragraf terakhir. hiks.

paragraf terakhir. hiks.

2 thoughts on “Tales from Year Zero & Pacific Rim (novelisasi)

  1. Novel punyaku sampulnya udah lusuh gegara sering dibuka-buka nyari artikel suplemen tertentu. Trus banyak marginalia-nya walau cuma pake pensil. Engga tega nulis pake bolpen XDD

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s