film / Resensi

Close Encounters of The Third Kind

close-encounters-of-the-third-kind-original

Pertemuan pertama ETI dan manusia yang dikisahkan oleh Steven Spielberg!

Jadi, dalam rangka menyambut trailer #2 Interstellar, minggu ini gue akan ngereview film-film bertema fiksi ilmiah. Lama ataupun baru. Haha. Halah, sebenarnya itu alasan punya banyak film bertema fiksi sains yang belum sempat ditonton dan gue memang penggemar genre ini.

Mari mulai dengan Close Encounters of The Third Kind karya Steven Spielberg yang dirilis tahun 1977. Salah satu film dalam genre ini yang populer dan kayaknya kesayangan banyak fans deh. Alasan kebanyakan dari mereka adalah karena di dalam film ini ETI (extraterrestrial intelligence) digambarkan jauh dari stereotip yang sampai sekarang sering kita temukan: tukang kolonialisasi.

Pada suatu malam, datanglah cahaya-cahaya aneh yang bergerak di angkasa, yes, UFO (please bedakan UFO dengan ETI. UFO bisa merujuk ke benda apa saja yang nggak dikenal, kalau ETI ya ETI, meski awalnya pasti dianggap UFO).

Eh, tunggu, adegan pembukanya bukan itu, tapi sekelompok ilmuwan yang datang ke Meksiko, di sebuah gurun yang sedang badai. Mereka menerjang badai tentunya bukan untuk sesuatu yang sepele. Ternyata, yang mereka datangi adalah beberapa pesawat yang pernah hilang di tahun 1945 dan muncul lagi di tahun 1977 (disamain aja ya sama tahun rilis filmnya). Semua pesawat tersebut dalam keadaan baik dan masih menyala. Tapi, di mana pilotnya… jeng… jeng… jeng….

Keanehan kedua adalah munculnya sebuah kapal laut yang lama hilang di tengah gurun pasir dan sekelompok orang di India yang dapat suara-suara dari langit.

Nah, pada saat bersamaan, pada suatu malam, datanglah cahaya-cahaya aneh yang bergerak di angkasa di sebuah kota kecil di US. Orang-orang yang kena cahaya itu mukanya bakal kayak kebakar cahaya matahari, padahal malam hari dan mereka dapat semacam ide tentang bikin gambar suatu tempat gitu. Berulang-ulang.

Sorry, gue kebablasan mendeskripsikan isi cerita. Hehe. Soalnya, adegan pembukanya memang keren banget sih!

Tiga di antara sekian orang yang dapet kesempatan interaksi itu adalah Rob serta Jillian dan anaknya, Barry. Rob dan Jillian ini akhirnya melakukan perjalanan ke tempat yang ada di pikiran mereka itu untuk mencari tahu sekaligus menemukan Barry yang diculik oleh para ETI (cosmic kidnapping!).

Ah, padahal di atas tadi gue bilang para ETI itu nggak melakukan sesuatu yang buruk. Ya, kamu memang harus nonton sampai akhir film ini untuk tahu tujuan si ETI itu apa. Ya, yang jelas memang buat berinteraksi sama manusia sih.

Pokoknya setengah jam terakhir film ini juga keren banget! Gue sampai ber-wow beberapa kali sepanjang adegan di ‘tempat’ tersebut. Sampai duduk tegak buat nonton. Cakep scene-nya. Gue suka ngeliat gimana manusia-manusia begitu penasaran dan berani ngadepin para ETI, serta begitu welcome ke mereka. Itu, mungkin karena sebagian besar dari mereka memang ilmuwan ya.

close-encounters-3

Dibanding dengan Contact (kalau suka film ini, rasa-rasanya bakal suka itu juga), Close Encounters of The Third Kind memang lebih fokus pada sudut pandang orang-orang biasa sih, bukan ilmuwan. Jadi, efek dapat ‘undangan’ itu kebeberapa orang-orang, di dalam cerita ini Rob dan Jillian. Rob yang antusias banget dengan itu, sampai keluarnya nganggep dia gila dan dia dikucilkan dari teman-temannya. Atau Jillian yang awalnya ketakutan, tapi punya feeling kuat tentang ETI tersebut. Di sini juga, minus sikap nyebelin orang-orang pemerintah yang biasanya waspada (baca: antipati) terhadap kontak seperti ini.

Detail dalam film ini kuat banget, kamu bakal keingetan terus tone yang dimainin untuk berkomunikasi dengan si ETI. Nah, ini juga cool banget. Jadi, manusia dan ETI ngobrol pakai musik. Suka! Ya nada-nada sederhana sih, tapi yang penting nyambung!

Detail lainnya, pesawat-pesawat UFO, memang nggak terlalu dilihatin bentuknya. Kebanyakan cuma cahaya-cahaya yang terbang, kecuali di akhir, yang bikin gue duduk tegak dan ber-wow-wow. Tahun 1977 men, tahun 1977. Steven Spielberg memang visionary banget! *salim tangan* Bahkan kalau Interstellar memang berakhir digarap dia, gue rela dan restu! Memang awalnya, Jonathan Nolan nulis naskah Interstellar buat beliau kan.

Sorry, ngelantur.😀

Bagian lainnya yang jadi favorit gue adalah di awal, ketika anak-anak Rob pengin percaya apa yang dilihat ayahnya. Akan tetapi, istri Rob melarang. We believe in them! We believe in them! Kan memang nggak semua orang dikasih kesempatan untuk berinteraksi. Bahkan si ilmuwan, terakhir ngomong kepada Rob: ‘I envy you’ (gue pun dalam hati juga bilang begitu).

Aspek ilmiah dalam film ini memang nggak terlalu kental, meski tetap kerasa dan mendetail, maksudnya kalau dibandingkan dengan Contact ya. Nggak terlalu banyak dialog yang berat-berat (gue nggak nganggep Contact berat sih). Hal itu karena memang fokusnya bukan ke si ilmuwan sih ya. Gue suka sikap ilmuwan di sini yang gembira dengan kedatangan ETI, menyambut dengan positif, dan favorit gue: ketika mereka ngirim begitu banyak barang-barang untuk kamp di tempat tersebut demi menyambut kedatangan ETI. Nah mereka tuh pakai truk-truk gede yang bagian luar boksnya ditulisin Coca-cola sampai Baskin Robbins! Itu detail kecil tapi ciamik!

Memang sih para ilmuwan itu bikin tempat itu seolah-olah kena serangan gas beracun gitu, jadi punya alasan untuk mengevakuasi orang-orang dari sekitar sana. Dan ya, itu berhasil. Mereka pakai gas tidur untuk membuat sisa orang-orang yang ngeyel pergi buat nggak tahu apa yang terjadi. Karena mungkin kalau pada tahu, keadaan nggak akan sekondusif itu.

Gue suka film ini karena ninggalin perasaan senang setelah nonton, legowo yang penuh harapan. Juga, ngasih harapan kalau mungkin ETI-ETI itu sebenarnya cuma mau berteman dengan kita saja, membangun silaturahmi antargalaksi, antarbintang. Yah, meski udah lama, kalau beneran suka genre scifi, film ini ya wajib banget ditonton. Salah satu, scifi yang membungkus kisahnya dari sudut pandang yang positif dan bikin hatimu gembira!

close encounters 2

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s