Resensi / Serial

Hannibal S02E11: Ko No Mono

Hannibal - Season 2

Mereka menemukan mayat Freddie. Hangus terbakar di atas kursi roda.

Alana sendiri akhirnya mulai curiga kepada Hannibal. Dia cerita kepada Will. Dan ya, hubungan mereka membaiklah sedikit. Akan tetapi, malah kemudian si Alana ini ngerasa semua orang udah ngebohongin dia. Idih, capek deh ya. Dia sendiri yang dari awal nggak percaya sama Will dan Jack kok, tiba-tiba di sini berubah jadi nyalahin semuanya. Ya, gue tahu dia takut. Tapi, apa yang terjadi sama Alana di season ini bikin karakter dia yang tadinya keren di season satu jadi jeblok banget di sini. Rasa nggak konsistennya perempuan itu diangkat banget dan dilihatin banget dalam karakter dia. Bukan nggak konsisten sih, tapi lebih percaya hati daripada logika. Dia jadi buta dan kehilangan detail sekelilingnya.

Karakter perempuan yang lain, Margot, malah lebih bikin simpatik. Meski mukanya nyebelin, apa yang terjadi sama Margot di episode ini bikin… kenapa sih dia nggak lagi dari kakaknya yang gila itu dari dulu? Dia hamil, mungkin anak Will (yep, aku bilang mungkin karena semua di sini adalah unreliable narrator!). Nggak tega gitu lihat dia dimacem-macemin kakaknya yang gila. Poor Margot.

Will yang merasa jadi bertanggung jawab sama Margot pun ngedatengin si kakaknya Margot itu. Ah, ternyata mereka bertiga sebenarnya sama-sama tahu. Sama-sama tahu siapa yang semestinya jadi makanan babi-babi di kandang itu.

Siapa?

Siapa lagi kalau bukan psikiater mereka, Dr. Lecter. Semua bagian si Hannibal ngebosenin di episode ini. Ya, dia emang kejam, tapi rasa-rasanya cara karakter dia diperlihatkan dari episode ke episode itu monoton. Memang sih dia stoik gitu kan mukanya, tapi seharusnya nggak bikin ngebosenin karena dia karakter yang menarik dan rumit!

Bryan Fuller harus nyari partnet nulis yang lebih oke untuk season tiga nanti. Serius. Jaminan, sinematografi aja nggak bisa bikin bertahan lama nonton, tentu aja masih butuh cerita yang bagus dan solid, serta menggigit. Seluruh season dua ini, memang slow burn, tapi sampai episode ini masih tetep begitu. Ini kayak bikin api unggun, masukin kayunya satu-satu, pesta udah mau dimulai masih masukin kayu satu-satu juga. Harusnya dikasih bensin!

Tapi, yes, ada sedikit yang bikin terbakar di akhir. Kejutan yang mungkin nggak kamu duga. Ehehehe.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s