Serial

Person of Interest: Jonathan Nolan

Jonah nolan THR

Jonathan Nolan (yang kiri, kaos item, dan unyu) dan Greg Plageman. Keduanya adalah eksekutif produser dari Person of Interest. (photo by THR)

Inget tahun lalu ketika lagi semangat-semangatnya ngikutin tv series. Kayak semacam dapat berkah kalau ngikutin tv series itu seru. Karena sebelumnya, gue selalu enggan dengan alasan capek dan gampang bosenan. Salah satu yang gue incer waktu itu adalah Person of Interest. Jelaslah kenapa, karena ada Jonathan Nolan.

Setelah ngecek udah berapa panjang serialnya berlangsung, ternyata udah dua musim berlalu dengan masing-masing sebanyak 22 (eh 23 ya) episode. Uh, gue langsung keder lagi. Sanggup nggak nih? Haha. Akhirnya urung deh dan nggak jadi mulai… sampai semalam gara-gara mati listrik.

Hanya saja, gue baru nonton episode yang ditulis sendiri oleh Jonah, yaitu episode pilot (S1E1) dan yang jadi debutnya sebagai sutradara, Relevance (S2E16).

Dan yaaaa… seperti yang gue harapkan dari sesuatu yang ditulis oleh Jonah. Menarik. Padat. Banyak adegan aksi. Twist, twist, twist…. Rasanya udah lama banget nggak nonton begituan karena sejak awal tahun gue hinggap dari satu detektif ke detektif yang lain. Sebulan terakhir malah stuck di Westeros dan sama Hannibal. Jadi, dua episode yang gue tonton ini menghibur banget. Mungkin karena nontonnya nggak ngerasa terikat dan dengan ekspektasi yang terpenuhi.

Person of Interest digagas oleh Jonah juga. Ceritanya tentang seorang mantan agen, John (nggak tahu nama belakangnya, gue cuma nonton dua episode ih) yang direkrut seorang milyuner jenius bernama Finch. Finch ini dulu bikin sebuah mesin hebat yang bisa memilih urusan yang penting buat negara dan yang nggak. Ini dalam konteks kejahatan dan ancaman gitu ya. Nah, justru lama-lama Finch ini khawatir sama nama-nama yang tereliminasi, yang dianggap ‘nggak membahayakan’. Untuk itu, mencegah terjadinya hal-hal yang tidak-tidak, dia merekrut John.

Di episode pilot, sudut pandangnya dari John, sementara di episode Relevance, dilihat dari sudut pandang orang yang diikuti dan berusaha ditolong John, Shaw. Shaw ini menurut keterangan yang gue baca karakter baru sih. Dan gue merasa beruntung diajak melihat dari sudut pandang yang berbeda. Jujur aja sih, dua episode yang gue tonton itu berhasil menggaet rasa tertarik gue untuk ngikutin.

Kalau debut sutradaranya Jonah Nolan sih. Cakep! Cakep! Gue nggak tahu standar PoI gimana, tetapi buat gue yang baru nonton tanpa tahu alur yang ada, episode Relevance itu keren banget. Jonah juga jadi co-writer episode itu, jadi sih ya, memang seharusnya bagus. Gue suka banget adegan ketika Shaw dateng ke apartemen Veronica dan ketemu cewek yang dia kira Veronica ternyata bukan. Si cewek itu ngancem Shaw yang udah keiket di kursi pakai setrika! Kampret! Itu jenius! Haha.

Yang seru lagi, ketika si Shaw melarikan diri dari apartemen lain waktu ambil data. Di narik salah satu musuhnya, lempar diri berdua ke jendela, makai si musuhnya itu sebagai alas jatuh. Idih keren! Gemes gue! Yang keren juga endingnya. Ketika Shaw dateng untuk ngasih fd berisi data ke salah satu petinggi organisasi apa gitu, kemudian ada orang yang dia sebelin yang berusaha bunuh dia.

Si petinggi: “You’re good soldier. You dont want revenge. You want to protect organization.”

Shaw: “A good soldier does both.”

*ciuuuu ciuuuu* si Shaw nembak Wilson, cowok nyebelin itu. Pokoknya harus nonton sendiri. Itu adegan yang keren banget! Super awesome! 

Sehabis itu, seiring Shaw pergi, mengalunlah lagu The Killers yang judulnya Future Starts Slow. Oh, dari dulu gue udah suka The Killers! Dan bikin gue makin kesengsem aja. Cakep deh!

Haha… Siaplah, kalau di masa depan nanti Jonathan nyutradarain film-film yang dia tulis sendiri. Siap gue. Haha.

Dari episode 16 itu, kayaknya Person of Interest ini juga punya karakter-karakter perempuan yang kuat. Nggak sekadar tempelan doang. Shaw keren banget! Ngingetin sama Agent May di Agent of SHIELD, tapi rasanya Shaw lebih keren.😀

55f443e624

Kayaknya gue akan mulai ngikutin Person of Interest mulai minggu ini. Buhuhuhu. Jonah, kau berhasil merebut hatiku!

Jonathan Nolan sebelumnya pernah nulis cerpen Memento Mori, yang jadi inspirasi Chris Nolan nulis screenplay film Memento. Juga jadi co-writer untuk The Dark Knight dan The Dark Knight Rises.

Proyek Jonah yang terbaru adalah Interstellar, yang dia tulis bareng abangnya, Chris, dan disutradarai juga sama Chris Nolan. Rilis 7 November 2014. Person of Interest season 4 kembali bulan September 2014. Tahun kemarin sih beredar kabar HBO ngasih lampu ijo buat Jonah untuk bikin remake dari serial Westworld yang dulu ditulis oleh Michael Crichton (penulis favorit gue nge-remake punya penulis favorit gue yang lain! heaven!). Cuma sampai sekarang belum ada kabar-kabar lagi sih. Ah!😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s