Serial

Game of Thrones 4.8: The Mountain and The Viper

game-of-thrones-red-viper-death-hbo

Jadi, sesuai dengan judulnya, pertarungan antara The Mountain dan The Viper, alias Gregor Clegane dan Oberyn Martell memang jadi puncak dari episode ini. Tapi, sebelum ngomongin keseruan itu, biar gue rekap dulu apa-apa yang terjadi di season ini. Banyak hal mengejutkan, tetapi nggak seseru lima menit terakhir dari episode ini.

Di Mole Town, para Wildings menyerbu. Sam yang dapat kabar tentang itu langsung panik dong dengan nasib Gilly dan si bayi. Ada juga Yggrite yang sempat berpapasan dengan Gilly, tapi alih-alih membunuh, malah nyuruh untuk diam dan pergi.

Kemudian, nyebrang dulu ke Meeren. Skandal! Skandal! Ser Jorah ketahuan sebagai mata-mata untuk King’s Landing. Ya, akhirnya diusir gitu sama Daenerys deh. Poor Jorah. Udah di-friendzone dan diusir pula. Sebelumnya, ada bumbu-bumbu romansa antara Grey Worm dan Missandei. Nggak tahu subplot ini mau dibawa ke mana sih….

Lalu, di Eyrie. Littlefinger diajak ngomong sama dedengkot famili-famili di House Arryn, ditanya gini gitu. Sampai akhirnya, Sansa dipanggil. Keren nih Sansa di sini. Dia bilang Littlefinger memang suka bohong… tapi semua itu buat nyelamatin dia. Jreeeeng. Gue jadi suka nih dinamika hubungan Sansa dan Littlefinger. Soalnya kalau di buku rada flat gitu setelah kematian Lysa Arryn. Setelah tahu kalau Littlefinger yang jadi otak kematian Jon Arryn, tentunya Littlefinger ini punya rencana-rencana lain, yang pasti melibatkan Sansa. Terakhir, Sansa keluar sebagai Alayne, dalam penampilan yang badass dan keren abis! Gaun item pakai bulu-bulu gitu deh, beda banget sama Sansa.

Sementara itu, Arya dan The Hound sampai ke depan gerbang Eyrie. Ketika diberitahu kalau Lysa Arryn udah meninggal, Arya malah ketawa keras-keras. Ha? Hahaha.

So, mari kembali ke King’s Landing. Sempet ada momen unyu Tyrion dan Jaime. Unyuu. Ketika lonceng berdentang tibalah waktunya adu antara Mountain dan Oberyn. Mountain kan gede banget tuh. Oberynnya juga rada sombong gitu sih. Gue malah ngerasa nggak ngeliat dendam di mata dia. Tapi, memang karakternya begitu kan, suka ngeremehin yang lain. Itu juga yang bikin dia mati. Kalau dia mati ya gue maklum aja.

Nggak terlalu kaget dengan adegan ini karena udah baca di buku. Cuma nggak nyangka akan sebrutal itu. Bahkan lebih dramatis dari yang gue bayangkan! Gue kira di season 4 yang rada datar ini, GoT udah berkurang jauh kesadisannya, tapi ternyata nggak sama sekali. Adegan Mountain dan Oberyn… mengerikan. Jadi, Oberyn udah sempat menang tuh lawan Mountain. Si besar udah jatuh. Oberyn teriak-teriak di depan Cersein dan Twyin tentang Elia Martell. Kalau lupa: Elia ini istrinya Rhaegar Targaryen, adik Oberyn, yang meninggal oleh The Mountain dan anaknya sekarang kabarnya mati (tapi simpang siur).

Nah, ketika si Oberyn mau ngehajar lagi si Mountain. Kepalanya ditangkep, terus badannya dibanting ke tanah. Matanya dicolok. Habis itu kepalanya diremukkin pakai tangan. Haha… benar-benar di luar ekspektasi gue kalau bakal seeksplisit itu. Beneran eksplisit, buat yang nggak suka adegan sadis dan darah mungkin bakal bikin mual deh, jadi dihindari aja. Tutup mata. Tutup telinga. Bahkan dibayangin aja nggak asik sama sekali.

RIP Oberyn Martell.

Kalau kamu kira kematian-kematian berakhir sampai di episode ini… nggak sama sekali. Masih ada beberapa. Tunggu aja. Haha. Oh ya, episode 9 biasanya jadi klimaks, nggak sabar!

Preview episode 9 ‘Battle of Castle Black’

Bonus:

Video kompilasi reaksi yang nonton Mountain vs Oberyn.

Alternate ending Mountain vs Oberyn. Haha.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s