Serial

Breaking Bad Season 2

Breaking-Bad-Season-2

Setelah lama berhenti nonton sehabis menyelesaikan season satu yang drama banget, akhirnya bangkit lagi keinginan gue untuk melanjutkan dan menamatkan serial ini. Nggak sedikit yang menyemangati: ‘memang panasnya mulai season tiga!’ dan gue pun bersabar.

Season satu dan dua memang dipakai untuk membangun karakter dan membuat mereka punya latar belakang kuat. Sehingga, gue dan penonton lainnya nanti akan punya keterikatan besar sama mereka. Cara yang tradisional buat bercerita. Oleh karena itu, memang yang pengin suspense dan thriller harus sabar-sabar juga untuk season dua ini.

Konfliknya masih seputar keluarga White. Walter yang ngejalanin dua kehidupan. Skyler yang mulai mencium kebohongan Walt. Hank yang ngeburu Heisenberg. Jesse yang harus berurusan dengan masalah adiksi terhadap narkoba yang kemudian bikin dia menyesal banget. Walt yang akhirnya operasi dan Skyler yang melahirkan. Jesse dan Walt yang harus berurusan dengan Tuco dan berakhir dengan terbunuhnya bos kartel tersebut. Karakter baru: Saul Goodman dan Pollos yang ngebantu Jesse dan Walt untuk menjual barang mereka.

Ya pokoknya, intinya ceritanya begitu deh. Namun, semua itu dirangkai dengan apik dan rapi. Dengan dinamika karakter yang begitu realistis yang bikin kamu ngerasa dekat dengan mereka. Dan pada suatu waktu bergumam: ‘ya aku ngerti perasaan walt, ya skyler memang pantas marah, ya marie memang nyebelin tapi butuh’. Apa yang dialami karakter kerasa dekat dan begitu nyata.

Meski gitu, penulisnya nggak suka ngasih jeda lama-lama karakter untuk bernapas lega. Baru sebentar dapet berita baik, eh ketimpa masalah lain. Begitu terus, sampai gue geregetan. Kayak ketika Walt dan Jesse habis masak meth dan dapet sebanyak 38 pounds kemudian eh van mereka keabisan batre akhirnya nggak bisa pulang. Kenapa sih nggak bikin mereka senang dikit dan bisa pulang terus jual dan dapet uang banyak?! Hih.

Pokoknya ini season yang keluarga banget. Meski bisnis meth Walt dan Jesse udah lebih berkembang, tetapi tetap aja itu porsinya belum banyak. Gue pada suatu waktu ngeluh pengin mereka fokus ke jualan meth aja, tapi kemudian sadar kalau bukan itu inti dari cerita Breaking Bad ini. Kalau cuma jual-jual narkotik, banyak tembak-tembakan, ketegangan, dan seru-seruan di jalan, mending gue nonton The Wire.

Breaking Bad Season 2

Hubungan Walt dan Jesse juga makin dekat. Meski masih terus berantem, tapi seenggaknya mulai tumbuh rasa saling percaya. Kayaknya peristiwa yang menimpa Jesse di belakang bakal bikin dia berubah gitu. Sebenernya Jesse itu kan nggak bodoh-bodoh amat, dia cuma takut dan nggak mau dengerin orang lain aja. Sementara Walt juga takut dan selalu cari orang lain untuk menanggung salah dia. Mereka berdua klop sih. Penasaran dengan apa yang bakal terjadi selanjutnya.

Karena bisnis mereka yang makin gede dan sekarang nguasain daerah situ, Walt minta Jesse lebih berani ngadepin yang ngancem usaha mereka. Nggak banyak adegan kekerasan sih di sini, setelah season lalu Jesse bikin ulang dengan bikin bathub bolong karena ngerendam mayat pakai cairan asam di sana, sekarang Jesse dikenal sebagai yang ‘ngancurin kepala orang pakai mesin atm’ (hahaha…).

Gue ngerasa season dua ini antiklimaks. Adegan pembuka yang dijual di depan dan jadi awalan beberapa episode, ternyata nggak semegah yang gue harapkan. Ya memang itu masih efek dari salah satu storyline. Akan tetapi, bukan karena diburu-buru kartel lain atau kecelakaan karena masak obat. Hiks.

Gue suka sinematografi serial ini. Gue nggak tahu gimana harus ngejelasinnya, tetapi gue suka adegan-adegan close up suatu benda, atau ngeliat dari sudut pandang non manusia. Itu ninggalin kesan misterius. Kayak itu tuh adegan pembuka penutup season dua… bikin penasaran dan tegang, taunya cuma gitu aja. Haha.

Meski kerasa datar, gue nggak bisa untuk nggak mengakui betapa apik aktor-aktor di dalam serial ini. Karena merekalah ceritanya jadi hidup banget. Soalnya kalau storyline jualan obatnya disingkirin, ini bakal jadi opera sabun biasa, tapi bakal tetep keren kalau yang mainin aktor-aktor di sini.

Jadi, segini aja review season dua. Mau langsung lanjut season tiga nih. Haha!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s