buku

Invisible Monsters

invisible monster

Ini kali pertama aku baca tulisan dari Chuck Palahniuk. Bahkan, Fight Club aja aku belum nonton dan baca novelnya, padahal populer banget. Tadinya, mau baca itu duluan, tetapi cover dan premis cerita ini bikin aku lebih tertarik. Intinya sih, aku tahu beliau tersohor dengan karya-karyanya, tetapi aku belum pernah benar-benar tahu kenapa.

Kisah Invisible Monster menceritakan tentang seorang model yang kehilangan sebelah wajahnya. Dalam masa pemulihan, dia bertemu dengan Brandy Alexander, queen supreme, yang menunjukkannya tentang perubahan itu sendiri. Aku nggak akan bercerita lebih banyak lagi. Meski, aku ngerasa harus memberi hint kalau cerita ini bersentuhan dengan masalah orangtua/keluarga, LGBT, dan obat-obatan.

Aku benar-benar terkesan dengan cara beliau menulis cerita ini. Ini baru benar-benar alur non-linear yang aku anggap beneran non-linear. Loncat dari satu scene ke scene lainnya. Nggak berurutan. Kamu bahkan nggak akan tahu scene apa yang bakal di dapet setelah bab ini. Namun, semua masih dalam satu kronologi. Buatku, sama sekali nggak sulit mengikutinya, karena aku memang fans berat cara bertutur non-linear. Mungkin kalau The Prestige versi Nolan dibukuin, jadinya bakal seperti ini.

Hal lain yang aku sukai adalah gimana beliau berkata-kata dengan begitu lugas, tetapi nggak terkesan sok gaul. Pokoknya lugas dan tegas. Kerasa maskulin, tapi tetep dramatis dan indah. Kurasa itu pengaruh dari profesi beliau sebagai jurnalis. Meski lugas, tulisannya tetap kaya diksi dan metafora. Suka sekali!

Cerita ini juga dibumbui twist. Nggak mengagetkan sama sekali sih buatku, walau aku juga nggak mengira itu datangnya kapan dan di mana. Haha. Hal ini juga bikin terkesan, kalau dipikir-pikir plot twist yang ada berasa aneh banget, absurd gitu. Berasa habis dibohongin. Akan tetapi, kalau benar-benar masuk dalam ceritanya, berasa ya… itu semua bisa terjadi dan mungkin dalam semesta yang ditulis Chuck Palahniuk.

Aku ngerasa nggak terlalu cakap menuliskan gimana menariknya buku ini. Selain karena tekniknya yang keren, ceritanya sendiri dalam dan penuh makna, kalau nggak mau nyebut itu filosofi. Banyak yang bisa dibahas dan didiskusikan. Bukan cerita tentang perubahan/transformasi biasa. Di sini, lebih mengerikan dan mungkin lebih gila. Akan tetapi, aku bisa terima hal itu.

Aku menyukai buku ini, mungkin kamu nggak suka. Akan tetapi, aku merekomendasikan novel Chuck Palahniuk ini sebagai salah satu buku yang harus kamu coba baca, minimal sekali seumur hidup.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s