komik

The Sandman: Overture #3

640

Series ini adalah perjalanan panjang. Benar-benar panjang. Dari rencana dua bulanan, akhirnya jadi empat bulanan. Setiap kali volume barunya keluar, baca sekali nggak akan cukup. Dua atau tiga kali, barulah cukup. Karena terlalu banyak yang disampaikan, ilustrasi yang memukau dan detail-detail kecil dalam cerita.

Morpheus melanjutkan perjalanan menuju City of Stars bersama si Kucing. Di perjalanan mereka bertemu dengan Hope, seorang anak kecil yang bersembunyi di bawah tempat tidur. Ayahnya dibunuh oleh beberapa makhluk yang mengancam kalau semesta sedang berakhir. Akhirnya, Morpheus dan si Kucing pun mau membawa Hope dalam perjalanan mereka.

Pada suatu malam, Hope meminta untuk diberikan cerita. Cerita yang di dalamnya ada Prince of Dreams dan seorang putri. Morpheus pun menceritakan salah satu kisahnya, dulu ketika The Endless masih muda. Ada dua sosok yang mengaku sebagai Lord of the Dream, Morpheus kalah dan dia kehilangan kerajaannya. Oleh karena itu, Morpheus meminta bantuan dari saudara-saudaranya, namun hanya Desire yang bersedia membantu dengan memberi seorang ‘teman’. Seorang perempuan cahaya yang Morpheus beri nama Alianora (namanya cantiiik!). Dengan bantuan Alianora, mereka bisa mengalahkan makhluk-makhluk yang menguasai Dreamland. Akan tetapi, seperti halnya setiap kisah cinta yang dialami Morpheus, akhir cerita itu tidaklah bahagia.

overture 3 -1

Volume ketiga ini dibuka dengan narasi tentang perang yang sedang berlangsung. Berbagai makhluk sedang menuju ke perang tersebut, untuk ambil bagian atau sebagai pengamat. Kira-kira mereka mau menghancurkan semesta yang ada untuk bikin semesta baru. Aku agak bingung juga sih, belum ngeh banget. Yang aku tangkep, perjalanan Morpheus ke City of Stars untuk ketemu ayahnya nggak ada hubungannya dengan perang tersebut, tetapi untuk cari tahu siapa yang sudah membunuhnya. Namun, kurasa Morpheus dan perang itu bakal bersimpang jalan. Ha!

Ketika aku bilang di atas banyak detail-detail yang banyak dan bikin berbinar, antara lain kayak kemunculan Delight! Cuma satu panel tapi dia bilang ‘i’m changing’. Hoaaaaa! Penasaran kenapa, semoga diceritakan! Di situ juga kita tahu kalau peristiwa ditawannya si Morpheus itu terjadi setelah perselisihan antara Dream dan Desire. Kemudian, ada juga cerita tentang gerbang kerajaannya dan asal-usul helm keren punya Morpheus!

Ketika pertama kali baca, detail-detail itu akan bikin aku siwer karena lebih fokus sama ilustrasinya yang keren banget. Warna-warna yang dipakai enak banget dilihat mata. Kerasa banget perubahan atfosfer situasi cuma dari permainan rona di sana sini. Merah, hijau. biru, hitam. Dan suka banget beberapa panel hitam putihnya. Vitamin mata banget! Juga covernya yang arrrgghhhhhhh… pas pertama lihat bikin berkaca-kaca. Aku benar-benar suka!

Aku sungguh terpana dengan universe di Sandman ini. Di mana apapun yang mungkin dan tidak mungkin bisa terjadi. Imajinasi yang paling liar bisa hidup. Namun, semua masih kerasa nyata di sana karena ada rules yang dipunya Morpheus. Pokoknya aku cinta banget dengan semesta yang dibangun Gaiman dan dituangkan oleh Williams ini, ya pokoknya semua deh dari awal Sandman dan Sandman Overture itu.

Meski harus nunggu begitu panjang untuk setiap volume, apa yang didapet memang sesuai banget. Cerita yang kaya. Ilustrasi yang pantas banget. Volume 4 bakal rilis bulan Oktober nanti. Haha. Sabar-sabar aja. Cukup banget tuh buat baca 75 volume Sandman yang udah ada. Ini cover untuk volume 4: Madness of The Stars.

cover via JH Williams III

cover via JH Williams III

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s