film

Sunshine

sunshine_ver5

Matahari sekarat. Manusia mengirimkan tim penyelamat yang membawa bom nuklir sebesar Manhattan ke Matahari. Agar manusia selamat. Tim pertama gagal, dan inilah cerita tim kedua yang menumpang pesawat luar biasa besar bernama Icarus II.

Setelah perjalanan berbulan-bulan (atau mungkin dalam bilangan tahun), mereka sampai di antara Venus dan Merkurius. Semua wajah dari tim kelihatan lelah, tegang, dan lesu. Kelihatan mereka berusaha menghibur diri sendiri-sendiri, tapi kayaknya gagal. Pokoknya pesawat berinterior kelihatan masih sangat baru itu kelihatan suram dan nggak menyenangkan.

Salah satu adegan pembukanya adalah observation deck, tempat mereka bisa melihat matahari secara langsung. Bayangin dalam jarak sedekat itu ngelihat matahari, pasti luar biasa. Tempat itu jadi sesuatu yang sakral di dalam cerita, jadi semacam karakter ketiga, setelah Capa (Cillian Murphy) dan matahari.

observation deck sunshine

Tentunya perjalanan nggak seru kalau nggak ada yang terjadi. Ketika mereka lewat dekat Merkurius, tim mendengar sinyal dari Icarus I yang nggak berhasil menyelesaikan misi. Mereka pun terbagi antara mau disamperin dan bawa dua bom atau langsung ke matahari aja? Capa, si physician, the outsider, satu-satunya yang bisa mengoperasikan bom tersebut dimintai keputusan. Dia bilang: “two hopes is better than one.

Jadi, mereka pun nyamperin Icarus I.

Mungkin karena lelah tadi, salah satu tim yang harusnya menentukan arah si Icarus II, lupa kalau harus mengarahkan pelindung mereka juga. Yep, semua dimulai dari human error dan berlanjut ke human error lainnya. Tim pun jadi lebih tegang dan stres. Mulai kehilangan satu demi satu anggota tim untuk menyelamatkan tim lainnya.

Keadaan jadi sangat menegangkan. Dan yang suka thriller-horor akan suka film ini. Ngeliat mereka lari-lari antar koridor. Ngeliat lampu-lampu yang mati sendiri. Ngeliat mereka saling debat, berantem, dan menyalahkan. Ngeliat darah dan ledakan-ledakan.

Aku sendiri lebih milih ngelihat hal begitu di Bumi, bukan di tengah pesawat yang sedang melakukan misi menyelamatkan dunia dari matahari yang mau mati.

Aku berharap ngelihat banyak matahari dan space, tetapi film garapan Danny Boyle (Slumdog Milliunaire, 127 Hours) ini memang fokus ke mental dan psikologis dari manusia-manusianya. Jadi, hampir 80% adegannya itu kita lihat manusia yang interaksi satu sama lain di dalam spaceship.

Dari human error di luar angkasa, pada third act, ceritanya bergeser jadi horor. Kerasa aneh sih, tetapi memang ketegangannya jadi naik banget. Buat yang suka thriller-horor kayaknya bakal menikmati.

Cerita ini mungkin bakal ngingetin kamu dengan Alien (1969) dan 2001: A Space Odyssey (1968). Contohnya dibentuk spaceship yang kentara banget terinspirasi dari pesawat di 2001, serta ada monolith di adegan terakhir film ini. Aku agak mikir sih, kenapa ada monolith di sana? Hubungannya apa? Ya, mungkin Danny Boyle ingin menunjukkan kekagumannya buat Stanley Kubrick.

Kalau ingin sesuatu yang drama manusia dan spaceporn-nya lumayan imbang, cobain space opera indie yang dirilis tahun lalu, Europa Report. Ceritanya tentang ekspedisi ke Europa, salah satu satelit alami Jupiter, dalam rangka penelitian ilmiah. Aku suka banget film itu. Meskipun low budget rendering luar angkasanya keren abis dan untuk itu mereka ambil footage dari NASA lho!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s