film

Westworld

westworld

“Welcome to Westworld, where nothing can go wrong… go wrong… go wrong….”

Film ini fun banget! Serius. Temanya seru, di antara Blade Runner dan Jurrasic Park. Bayangkan kalau Jurrasic Park diisi oleh robot-robot yang diprogram untuk bikin kamu senang, untuk melayani kamu, untuk bikin kamu ngerasa jadi raja. Kamu bisa pilih antara jadi koboi di Westworld, hidup di jaman Medieval World (aku mau ini!) atau bergembira di Roman World. Wohoo!

Tentu saja, untuk bisa ngedapetin semua keasyikan itu harganya tidak mudah. Pada tahun 1973, ketika film ini dirilis, kamu harus membayar $1000. Kalau sekarang mungkin sebesar sekitar $10ribu ya atau $100ribu? Ya pokoknya segitulah ya. Kamu bisa dapat fasilitas sesuai dunia yang mau kamu kunjungi dan tentunya semua robot yang ada di sana sudah diatur sedemikian rupa, sehingga kalau misalnya kamu jadi ksatria medieval, duel pedang apapun, kamu pasti bakalan menang.

Akan tetapi, gimana ketika robot-robot itu mulai membelot? Apa yang terjadi sama kamu yang ada di amusement park tersebut? Dengan konsep amusement park di ruang tertutup yang diset sedemikian rupa menjadi tiga lokasi di atas, tentunya terkurung bersama robot-robot adalah keseruan tersendiri. Keseruan yang berubah menjadi kengerian. Karena, duel pedang atau senjata yang seharusnya kamu menangkan, tidak akan menjadi semudah yang kamu bayangkan.

Itulah yang terjadi di Westworld. Seperti yang aku bilang tadi, awalnya segalanya terasa fun. Sampai pelan-pelan, ketegangan mulai naik dan kamu nggak berharap ada di tempat si tokoh utama yang dikejar-kejar Gunslinger.

Konsep cerita ini memang lahir dari Michael Crichton yang memang nulis Jurrasic Park (iya, Jurrasic Park-nya Steven Spielberg itu adaptasi novel ya). Di sini, beliau menulis dan menyutradari sendiri film debutnya ini. Bisa dibilang sih kalau tema film ini adalah embrio dari Jurrasic Park.

Michael Crichton memang terkenal sama novel-novelnya. Kalau yang biasa baca novelnya, bakal ngerasa kalau cerita ini “beliau banget!”. Kalau di novel beliau bisa berkicau panjang lebar tentang teknologinya. Sayangnya, di film ini nggak. Memang sih penyebab robot-robot itu berubah karena ada “penyakit”, mungkin semacam virus gitu ya. Nah, bagian itulah yang nggak dijelaskan. Juga, detail-detail tentang humanoid-nya nggak dibeberkan secara detail. Buatku, itu kerasa jadi plothole, tapi kalau yang nonton secara kasual aja, kayaknya nggak akan terganggu sih.

Suka banget ngeliat set “dapur” robot-robot ketika diperbaiki. Jadi, setiap malem ketika para tamu istirahat, taman hiburan itu dibersihkan dan robot-robot yang “mati” diperbaiki. Bahkan robot-robot itu bisa diajak bercinta juga. Pokoknya udah android level canggih deh! Yang membedakan robot dan manusia cuma tangan para humanoid ini masih belum sempurna.

Selain menampilkan, taman bermain yang bikin mupeng, adegan aksinya juga lumayan seru. Antara si karakter utama dengan Gunslinger. Kejar-kejaran pakai kuda, tembak-tembakan kayak koboi, haha. Pokoknya seru.

Hanya saja, karena aku nonton setelah 40 tahun berlalu, beberapa teknologi dalam film ini kerasa ketinggalan. Akan tetapi, malah kerasa klasik sih.

Ketika nonton Westworld, aku ngebayangin kalau film ini diremake dengan teknologi sekarang, yang lebih futuristis dan moderen. Ngebayangin dapur robot yang keren kayak di Transcendence (filmnya memang nggak bagus, tapi setnya megah!). Teknologi hologram dan virtual reality ngegantiin layar komputer yang masih tabung, seperti di Prometheus. Dengan definisi virus dan penyimpangan program yang lebih jelas serta detail.

Akkkkk dan Westworld ini memang mau diremake sama Jonathan Nolan!

Aku nonton ini sesungguhnya karena seminggu terakhir dibombardir dengan berita casting dari remake “Westworld”. Remake ini dikerjakan oleh Jonathan Nolan (HOAAAAAA!). Episode pilotnya sudah dipesan oleh HBO. Diproduseri oleh Jonathan Nolan dan J.J. Abrams. Episode pilotnya ditulis oleh Jonathan Nolan dan Lisa Joy, juga disutradarai oleh Jonathan Nolan.

Jonathan Nolan

Jonathan Nolan, adiknya Christopher Nolan. Ganteng yaaaaa~

Nama crewnya aja udah bikin aku excited banget. Jonathan Nolan dan J.J. Abrams sebelumnya sudah jadi tim untuk Person of Interest. PoI sendiri sekarang digadang-gadang sebagai salah satu serial fiksi ilmiah terbaik di TV. Makin nggak sabar lagi ketika jajaran castnya diisi oleh Anthony Hopkins (iya, Anthony Hopkins si Hannibal Lecter), Evan Rachel Wood, Ed Harris (Snowpiercer), Thandie Newton, Jeffrey Wright (Broadwalk Empire, Catching Fire), Miranda Otto (Lord of the Rings), James Marsden, dan lain-lain. Hah!

Produksinya sekarang udah mulai, ya musim panas inilah mulai syuting. Nama crew yang lain yang bikin excited adalah Nathan Crowley (The Dark Knight Trilogy, Interstellar) sebagai Production Designer menurut IMDB (semoga beneran!). Hoaaa… ngebayangin setnya pasti nggak main-main!

Aku percaya gimana aja jadinya sih kalau Jonathan yang nulis. Dia memang jago bercerita, suka fiksi ilmiah, dan suka baca. Cuma untuk nge-direct, aku agak-agak ragu. Memang sih dia udah pernah sekali jadi sutradara untuk satu episode standalone Person of Interest, Relevance (S02E16). Itu episode favoritku sih, keren banget (haha)! Aku harap sih hasil pilotnya bukan sekadar bagus, tapi juga memuaskan.

Remake Westworld ini kabarnya bakal dirilis musim panas tahun 2015. Belum diorder penuh sih sama HBO, tapi aku harap bakal dapet kesempatan itu. Fiksi ilmiah di HBO, diadaptasi dari cerita milik Michael Crichton, dan yang adaptasi Jonathan Nolan… aku mau banget!😀😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s