buku / Catatan

10 Buku Berpengaruh dalam Hidupku

Dari kemarin dapat tag tentang buku berpengaruh dalam hidupku. Aku mulai membaca sejak SD, dari komik sampai teenlit. Kemudian SMP ketika baru kenal novel-novel klasik dalam negeri sampai Agatha Christie (tapi kebanyakan aku lupa ceritanya) dan Harry Potter, dan SMA ketika senang baca sastra, sejarah, dan true story, dari Ayu Utami sampai Soe Hoek Gie. Ketika kuliah balik lagi ke metropop dan novel-novel populer, termasuk yang genrenya thriller kayak Dan Brown dan Michael Chrichton.

Dari sekian banyak buku yang aku baca dan punya, tentu aja ada beberapa yang berpengaruh banget. Daftar ini bisa berubah dari tahun ke tahun dengan makin banyaknya buku yang aku baca. Ini beberapa yang aku inget banget sih ya, sekaligus menjawab tag dari teman-teman!😀

1. Nomor satu, tiada lain dan tiada bukan adalah seri Harry Potter.

Sampai sekarang aku masih terkesima. Masih ingat ketika kali pertama menemukan buku itu dan bimbang antara mau beli atau nggak. Maklumlah, waktu itu masih awal 2000an, uang saku masih terbatas. Kalau nggak salah yang pertama harganya sekitar Rp. 25.000,- dulu, sementara uang saku bulananku cuma Rp. 50.000,-. Jeng jeng. Akhirnya kebeli juga sih. Dan nggak bisa berhenti.

Sayangnya, salah satu koleksi terlamaku ini hilang di nomor tiganya (dua bulan lagi aku ultah dan nerima banget kalau ada yang mau kasih). Sementara nomor 6 dan 7, aku punya versi Bloomsbury-nya juga, karena nggak tahan alamak lamanya nunggu versi terjemahan.

Biasanya setahun sekali aku suka re-read salah satu seri atau semuanya. Aku benar-benar terkesima sama dunia Harry Potter. Itu alasannya. Cukup. Banget.

Koleksinya udah buluk banget. Udah dipinjem sana-sini. Haha.

Koleksinya udah buluk banget. Udah dipinjem sana-sini. Haha.

2. Seri Supernova dari Dee, terutama buku KPBJ, Akar, dan Petir.

Soalnya, tiga buku pertama memang susah banget dilupain! Udah dibaca berulang kali, entah berapa kali, mungkin belasan kali!

KPBJ bikin aku terkesan banget sama sains, meski aku nggak sampai menganggap cerita itu masuk genre scifi. Bisa gitu nulis tentang sains dikaitkan dengan filosofi, dikaitkan dengan cerita roman. Itu bikin kepalaku meledak-ledak.

Sementara dua lainnya, ada banyak banget hal baru yang aku dapet dari situ. Benar-benar menarik dan mengesankan. Suka banget cara mbak Dee bercerita, kayak didongengin. Pokoknya aku jatuh cinta sama seri Supernova.

Nyesel banget nggak punya Akar versi kover yang kontroversial ituuu.

Nyesel banget nggak punya Akar versi kover yang kontroversial ituuu.

3. Buku-bukunya Michael Chrichton, terutama Airframe dan Next.

Next adalah buku pertama beliau yang aku baca. Kupinjam dari temanku dan tak kukembalikan (tapi seingatku kuganti dengan yang baru). Lagi-lagi yang bikin aku terpesona adalah sisi saintifiknya. Kok bisa nulis sains dicampur thriller. Seru lagi. Menegangkan lagi.

Dari situ aku baru deh ngikutin semua karya-karya beliau dan sedih betul ketika tahu beliau udah meninggal. Sementara itu, Airframe, justru ceritanya lebih ke thriller dibanding sains. Mengangkat tema tentang kecelakaan pesawat terbang yang justru penyebabnya sederhana banget dan amat manusiawi. Sisi manusiawi ini lho yang kadang nggak ketemu di buku-buku beliau. Itu yang bikin aku tersentuh.

Tapi semuanya aku suka. Aku kagum sama beliau. Kalau di dunia paralel punya kesempatan ketemu, aku ingin diangkat jadi murid dan asistennya!

Review: Airframe, The Terminal Man, & Westworld

Ini Airframe-nya malah ketinggalan di foto. Nggak lengkap nih koleksinya, ada yang di rak lain, ada yang masih dibaca, ada yang dipinjem...

Ini Airframe-nya malah ketinggalan di foto. Nggak lengkap nih koleksinya, ada yang di rak lain, ada yang masih dibaca, ada yang dipinjem…

4. Seri Princess Diaries dari Meg Cabot

Ini bacaan favoritku waktu SMP-SMA. Haha. Karakter pertama yang bikin aku kesengsem berat ada di sini, yaitu Michael Moscovitz. Seri ini juga yang bikin aku suka baca teenlit atau YA.

Lah buku pertamanya kok malah nggak ada ya. Ke mana ya? Siapa yang pinjam? Nooooo...

Lah buku pertamanya kok malah nggak ada ya. Ke mana ya? Siapa yang pinjam? Nooooo…

5. Angels and Demon serta Deception Point-nya Dan Brown

Sesungguhnya, sampai sekarang aku nggak punya novel Angels and Demons. Dulu aku numpang baca punya temenku deh. Tapi, untuk Deception Point aku punya versi English-nya. Sama seperti kenapa aku terkesan kepada seri Supernova dan tulisan-tulisannya Michael Crichton, karena sainsnya, karena sejarah dan budayanya. Untuk Deception Point, aku tambahi sisi politiknya. Gemes banget ketika sains dijadikan alat politik. Sampai sekarang, aku sama sekali nggak pernah bisa lupa kedua cerita tersebut!

20140912_101416

6. The Hobbit dan The Lord of The Rings dari J.R.R. Tolkien

Aku akui baru baca The Hobbit dua tahun lalu, sementara LOTR sudah kulahap sejak SMP. Kalau yang ini kekagumanya lebih kepada worldbuilding yang dilakukan oleh Tolkien. Bikin bahasa, bikin dunia, bikin ras, yang masing-masing punya cerita dan sejarah. Itu benar-benar… bikin kagum!

20140912_100937

7. Seri Bilangan Fu dari Ayu Utami

Aku mulai baca Bilangan Fu dari buku Manjali Cakrabirawa. Setelah itu, aku nggak putus ngikutin seluruh serinya. Suka dengan cara bercerita Ayu Utami. Terlebih banyak banget hal menarik dalam buku-buku tersebut, terutama sisi sejarah dan budayanya. Duh. Cakep deh.

Review: Lalita & Maya

20140912_101345

8. Seri novel grafis The Sandman

Aku juga baru namatin seri ini akhir tahun lalu dan aku… aku nggak bisa untuk nggak jatuh cinta. Ceritanya memang komplek dan rumit dan nggak cukup sekali dibaca untuk mendalami benar. Justru di situ indahnya. Dunia yang dibangun Neil Gaiman untuk Morpheus benar-benar memukau. Karakter-karakternya yang unik dan diambil dari berbagai mitologi.

Baru punya satuuuu

Baru punya satuuuu

9. I, Robot dari Isaac Asimov

Baru namatin beberapa minggu lalu, tapi aku ngerti betul… nulis fiksi ilmiah nggak perlu rumit. Dan buku ini bercerita tentang hubungan robot dan manusia dengan indah banget. Aku nangis, aku ketawa, aku mikir dan merenung.

10. The Prestige dari Christopher Priest

Ini buku yang bikin aku jejeritan setelah baca. Yang bikin aku ketika baca langsung berpikir *cling* begini harusnya bikin cerita misteri. Rapi dan menegangkan. Bikin pengin tahu apa yang terjadi selanjutnya, selanjutnya, dan selanjutnya. Padahal, udah nonton filmnya lho. Tapi, ini contoh bagus banget gimana menceritakan misteri lengkap dengan twist yang keren.

Jangan lihat kovernya, terjemahan ciamik banget!

Jangan lihat kovernya, terjemahan ciamik banget!

Sebenernya banyak banget buku-buku yang berpengaruh tetapi nggak cukup disebutin dan pantas banget ditaruh di nomor 10, kayak novel-novelnya Alberthiene Endah, Chuck Palahniuk, Carl Sagan, John Scalzi, Phillip K. Dick, Rainbow Rowell, Ahmad Tohari, George R.R. Martin, dan lain-lain. Banyak banget deh yang berpengaruh. Meski nggak besar, setiap buku yang kubaca selalu ngajarin hal tertentu.😀

20140912_101649

7 thoughts on “10 Buku Berpengaruh dalam Hidupku

  1. 1. sampai sekarang belum punya novel harry potter (bacanya, minjem dan sewa). Nunggu harga diobral eh.. malah melangit!
    2. Wah… jurrasipack sana the lost wordnya mau donk… (tahu beli dimana gak?)
    3. A case of need bercerita ttg apa tuh?
    4. Game of Thrones!! buset tebel bgt bukunya, haha… Apa bukunya juga gonta-ganti sudut pandang kayak di filmnya?

    • 1. Harpot yang terjemahan memang udah susah carinya, hehe. Tapi yang versi English baru keluar versi kover barunya deh, kalau nggak salah satu set sekitar 1jutaan aja.
      2. Wah ini udah langka bangeeeet. Carinya harus di toko buku bekas/second.
      3. Belum baca.
      4. Cara bercerita di seri Game of Thrones mengikutin bukunya, ya ganti-ganti POV gitu. Lumayan sih paling tebel sekitar 1200an halaman, hehe.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s