buku

Fahrenheit 451

Fahrenheit 451

Sudahkah kamu baca buku ini? Belum? Segera baca, karena ke manapun kamu mencari rekomendasi buku-buku yang harus dibaca dalam hidupmu, judul dari Ray Bradbury ini pasti muncul. Masih beralasan susah cari dan nggak mau baca versi Inggris, pergi ke toko buku terdekat (atau online) karena tahun lalu Elex Media menerjemahkannya ke dalam Bahasa Indonesia. Nggak suka fiksi ilmiah? Aku nggak peduli, genre itu cuma alat buat jualan. Jadi, baca sana!

Jangan takut terhadap sisi fiksi ilmiah dari buku ini, karena sebagian besar meliputi setting-nya saja dan beberapa teknologi yang melampaui masa tersebut. Bukan hard-science fiction dengan segala kerumitan istilah dan nama. Karena kisahnya tentang kondisi distopia di masa depan. Masa depan saat seluruh buku yang ada harus dibakar dan orang-orang yang memiliki buku mesti dimasukkan ke rumah sakit jiwa.

Dari sudut pandang seorang petugas pemadam kebakaran, Montag, kita melihat situasi dan kondisi yang ada pada saat itu. Bagaimana dia begitu senang melihat api menari-nari ketika membakar tumpukan buku-buku. Dia dan timnya, seringkali menerima panggilan dari tetangga paranoid yang memergoki tetangganya memiliki koleksi buku. Montag dan kawan-kawannya akan segera melesat ke tempat kejadian dengan seragam khas dan alat penyemprot minyak. Dalam sekejap, baammm… api pun membumbung ke angkasa.

Aku nggak mau hidup di dunia yang seperti itu. Dan ketakutan itu membekas banget ketika aku baca, dari halaman ke halaman. Seperti membaca versi novel dari film Idiocracy, tetapi yang kali ini dalam kemasan lebih kelam, serius, dan penuh teror. Tentu aja di sini masalahnya bukan sesederhana kualitas genetik yang menurun, tetapi karena pemerintah yang tidak ingin rakyatnya punya kebebasan berpikir, tidak mau orang-orang bisa berpikir di luar apa yang pemerintah tentukan. Mengerikan, kan? Aku nggak mau hidup di dunia yang seperti itu.

Montag yang menikmati pekerjannya mulai bertanya-tanya pada suatu kali dia melaksanakan tugas dan menemukan pemilik buku yang rela dibakar bersama koleksi bukunya. Hatinya terketuk. Terlebih setelah mendengar cerita dari kapten Beatty, tentang masa lalu yang dijalani sosok tersebut–yang dulunya adalah seorang pembaca. Montag┬ámulai membawa satu dua buku pulang ke rumahnya, menunjukkannya kepada istrinya Mildred yang terobsesi dengan drama di televisi dinding mereka.

Mulailah timbul percik-percik api dalam diri Montag. Terlebih setelah insiden antara dia dan Kapten Beatty. Montag harus mengalami sesuatu yang tak pernah dia bayangkan, yaitu ketika dia mulai berpikir di luar apa yang dikehendaki oleh pemerintah.

Jelas banget di dalam novel kalau Ray Bradbury terpengaruh oleh momen-momen di perang dunia. Situasi yang diceritakan dalam novel terasa sama mencekam. Terlebih ketika beliau menulis tentang pesawat yang terbang hilir mudik dan mengenai bom yang meledakkan sebuah kota.

Meski sudah ditulis puluhan tahun lalu, kisah dalam novel ini masih sangat relevan dengan kehidupan sekarang. Seringkali terdengar kalau ada orang-orang yang ingin melarang sebuah buku karena ketakutan akan kontennya. Ada orang-orang yang senagaja mengubah isi buku karena ketakutan akan mempengaruhi orang lain, terutama anak-anak. Itu mengerikan.

Ketika baca novel ini, aku ngerasa beruntung ada di masa aku bisa baca apapun, aku mudah mengakses apapun, aku bisa mencari tahu apa yang aku butuhkan. Menakutkan membayangkan tinggal di setting yang Ray Bradbury ceritakan. Aku nggak mau, aku tahu kamu pun nggak ingin itu menjadi nyata. Maka, mulailah membaca sekarang juga!

2 thoughts on “Fahrenheit 451

    • ray bradbury memang kalimatnya panjang-panjang, bacanya butuh konsentrasi lebih. cobain kurt vonnegut aja yang slaughterhouse five, ambu. itu seru deh. haha.

      *belum baca 1984*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s