Serial

Person of Interest 4.1: Panopticon

samaritan

Episode yang solid sebagai pembuka season 4 Person of Interest. Semua yang biasa kita temukan di episode-episode lain, bisa ditemukan di sini. Humor, sarkasme, misteri, dan aksi. Meski aksi-aksinya nggak maksimal, karena fokus episode ini bukan di situ dan The Machine Gang harus beradaptasi dengan identitas mereka yang baru.

Nggak ada yang merasa nyaman dengan identitas baru mereka, baik John, Saamen, atau Harold. Namun, Root datang dan mengingatkan: “This is war” & “Everyone matters. The numbers, our identities, they all mean something,” kepada Harold dan “You have to believe to The Machine” & “She has the plan” kepada Saamen.

Aku ngerasa kalimat-kalimat sederhana itu adalah kunci di dalam season ini. Yang showrunner, Jonathan Nolan dan Greg Plageman bilang bahwa season ini adalah cold war–perang dingin. Perang antara dua A.I., The Machine dan Samaritan.

Sejauh ini mereka aman. Rencana Root di akhir season tiga, mengelabui Samaritan dengan memberi the machine gang identitas palsu cukup berhasil. Setiap kali Samaritan ngeliat mereka, kemudian langsung muncul identitas baru yang dibuat Root. Akan tetapi, sampai kapan mereka bisa bertahan? Karena, Samaritan ngebaca pesan dan telepon mereka. Apalagi, nomor-nomor terus keluar dan John nggak bisa berhenti buat menolong.

Bagaimana dengan Harold? Aku inget di season satu ketika Finch bilang “Only the paranoid survive”. Dan kita ketemu lagi dengan Harold dalam mode tersebut, meski nggak setertutup ketika bersama Gillinger. Harold sebagai dosen dengan isi kelasnya sedikit dan disertasinya dianggap sebagai “interesting read” karena menghabiskan biaya $9 juta dengan hiasan begitu banyak typo. Hmm… masa The Machine bisa selip typo gitu?

Bukan cuma kehidupan baru Harold yang menarik. John dan Saamen lebih lucu lagi. Haha. Mereka yang dirujuk Root sebagai “The Mayhem Twins”, bikin ketawa cengar-cengir. Saamen yang kerja di konter kecantikan iri kepada John yang dapet kerjaan sebagai polisi narkotik.

Kayak kata Root kalau semua nomor ada maknanya. Itu dilihatin di episode ini, Ali, seorang ahli komputer yang punya toko komputer. Dia diteror oleh kelompok namanya The Brotherhood. John minta tolong kepada Elias (yihaaaa, dia balik!) untuk mengatasi kelompok tersebut. Di akhir, ketika John berhasil memberantas kayaknya cuma kaki-kaki kelompok The Brotherhood itu aja, muncul si cewek pembunuh di awal. Cewek pirang yang nembak jurnalis karena tahun tentang A.I. Cewek yang ditandai Samaritan sebagai aset. Juga, dari menyelamatkan Ali, Harold bisa nemu cara berkomunikasi tanpa terdeteksi Samaritan: yaitu menggunakan jaringan yang dibangun Ali via antena VHF (alias antena tivi jadul!). Aku terpekur sebentar, rasanya pengin nurunin antena yang ada di atas rumah. Haha.

Sementara itu, Samaritan nandai Greer sebagai admin. Dan hoaaa! Komunikasi Samaritan dan Green lebih mulus dan moderen. Cuma samaritan irit kata-kata banget sih. Senator Garrison mulai resah dengan rasa penasaran ke mana perginya seluruh data yang masuk jadi bagian Samaritan. Green bilang, itu sih bukan urusan Garrison. Setelah itu, Garrison pun ditandai sebagai ‘threat’. Ketika Greer nanya apakah harus dieliminasi sekarang, Samaritan jawab: “Not yet.” Jadi, rencana apa yang dipunya Greer dan Samaritan? Aku ingin tahu banget!

Sepanjang episode ini, nggak kelihatan lagi sudut pandang The Machine. Sejak opening title muncul, pelan-pelan warna gelap berganti putih khas Samaritan. Sampai akhir, dari sudut pandang Samaritan itulah kita ngeliat seua hal. Kangen juga sama The Machine. Cuma, sejauh ini Samaritan masih dalam kapasitas memata-matai dan ngawasin aja. Aku juga nunggu banget Samaritan beraksi. Uhuhu.

Dominasi Samaritan bikin The Machine harus kerja lebih keras nyampein pesan ke the machine gang, salah satunya dengan typo di desertasi Harold. Itu keren. Kode yang dikasih merujuk buku di perpustakaan universitas. Dari situ, Harold bawa kita ke akhir episode, sebuah ruang bawah tanah. Gelap. Mungkin Library 2.0!😀

Selain tentang Samaritan, aku juga penasaran peran Elias di season ini. Mereka nggak mungkin jadi rekan lagi, seperti halnya Elias dan Carter dulu. Elias baik kepada Carter karena utang nyawa, tapi kepada John? Elias nggak punya tanggungan apa-apa. Aku belum lupa kalau Elias dan Harold masih main catur di papan yang sama. Kayaknya sih peran Elias bakal ada hubungannya lebih jauh dengan The Brotherhood yang menggantikan peran HR.

Ada satu adegan yang bikin nyess banget. Adegan ketika John yang dapet promosi ke homicide, dateng ke ruangan tempat Fusco berada. Jalan ke meja ke kosong. Sampai mereka berdua menyadari kalau meja itu dulunya milik Carter. Mereka berdua saling lihat, nggak ada sepatah kata tentang Carter. Mereka percaya kita masih inget. Writer-writer percaya kalau kita nggak akan lupa Carter. Sampai akhirnya, Fusco bilang selamat datang.

Sejak showrunner memutuskan banting stir, ngubah haluan kapal mereka dari prosedural ke serial. Jelas itu mempengaruhi episode ini juga. Aku juga salah ketika bilang season 4 seperti season baru, kamu bisa mulai nonton dari sini. Nggak, kamu nggak bisa. Namun, dengan apa yang terjadi di episode ini dan apa yang mereka tanam bikin aku yakin kalau showrunners dan writers punya arah tujuan. Dan show ini ada di tangan yang tepat.

Oh ya, kalau kamu penasaran apa makna ‘Panopticon’ baca ini dan ini. Interesting read!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s