buku

Foundation (Foundation trilogy #1)

20140924_160228

Beberapa hari lalu, aku menyusuri sejarah Roman Empire. Membaca dari kaisar ke kaisar dan apa yang menyebabkan peradaban ratusan tahun itu akhirnya tumbang. Jadi, ketika aku tiba di bagian awal novel ini, Foundation, ketika Hari Seldon menjelaskan kepada dewan dan kaisar jika Empire sedang sekarat–aku langsung, ha! Empire adalah Roman Empire di masa depan, di angkasa.

Saat aku baca artikel tentang trilogi ini, ternyata aku benar. Isaac Asimov yang menulis Foundation ketika berumur 21 tahun memang terinspirasi dari buku The History of the Decline and Fall of the Roman Empire yang ditulis oleh Edward Gibbon.

Jadi, kisah dalam Foundation terjadi dalam skala besar. Event-event yang terjadi sejak Foundation, kelompok yang didirikan Hari Seldon, dipindahkan ke Terminus. Hari Seldon yang seorang psychohistory, memperhitungan kejatuhan Galactic Empire dari pola-pola yang pernah terjadi selama 12.000 tahun. Seldon menurunkan pengetahuan itu kepada keturunan-keturunannya yang jadi bagian dari Foundation. Itulah dasar kisah Foundation. Seldon sendiri nggak terlalu banyak keluar, dari penerus-penerus Foundation, kisah bagaimana mereka menghadapi krisis dituturkan.

Karena kisah ini mencakup skala besar, meski mengikuti naratif personal salah seorang tokoh, cerita sama sekali nggak sederhana. Aku akui, aku baca dua kali sebelum baca ini. Rasanya, ketika baca kedua kali: “wow pas baca kemarin kok bagian ini bisa kelewat?!”. Begitu banyak informasi yang terselip dalam dialog-dialog antar tokohnya. Dialog-dialog yang cerdas dan tentunya mengandung sarkasme.

Foundation cocok banget buat yang suka ngeliat sesuatu dalam gambaran besar. Aku kagum banget dengan karakter Salvor Hardin. Cara dia nyelesaiin krisis yang dialami Foundation benar-benar keren! Ketika itu, Foundation yang ada di tepi galaksi, terpisah dari Empire dan diapit beberapa area yang memerdekakan dirinya sendiri. Negara-negara barbar. Dan apa yang dilakuin Hardin? Dia bikin ilmu pengetahuan sebagai agama. Itu… keren!

Banyak banget hal dalam novel itu, apa yang dilakukan Hardin hanya salah satunya. Novel ini ngeliatin gimana karakter-karakternya bereaksi terhadap krisis besar secara personal, tentunya pakai akal sehat dan ilmu pengetahuan yang mereka punya. Karena masa yang jadi latar di cerita Foundation adalah masa barbarian, ketika ilmu pengetahuan stagnan dan akhirnya nggak berkembang. Ketika Empire, terlalu sibuk dengan ibukotanya sendiri, Trantor, dan memusatkan segalanya di sana. Persis seperti yang jadi alasan kejatuhan Roman Empire.

Saat masa Salvor Hardin yang jaya dengan ‘agama’-nya akhirnya nggak bisa lagi mengimbangi perkembangan situasi politik dan sosial waktu itu, muncullah para ‘trader’. Meski awalnya masih bawa alasan agama, selayaknya misionaris. Kemudian, muncul trader-trader yang murni, yang agamanya adalah uang. Ini benar-benar menarik. Ngingetin sama sejarah negeri sendiri, ya kan?

Fiksi ilmiahnya sendiri kentel banget! Suka banget baca visi Asimov dalam buku ini. Kolonisasi manusia yang sampai ujung galaksi itu benar-benar bikin otak meletup!

Buku ini mengandung banyak hal. Aku bisa cerita berlembar-lembar. Baca ulang dan kembali nulis tentang hal yang lain lagi. Aku suka mempelajari sejarah dan buku ini bikin aku banyak ingin tahu hal-hal lain. Sejarah bisa ditulis oleh pemenang, tetapi orang yang mengerti sejarah adalah yang paling bisa bertahan. Asal nggak terjebak nostalgia aja sih.

Di akhir buku, krisis yang dihadapi Foundation belum selesai. Meski Salvor Hardin dan Hober Mallow berhasil menyelesaikan krisis mereka masing-masing dengan gemilang, masih akan ada krisis yang harus dihadapi penerus Foundation. Dan itu… bersambung ke buku keduanya, Foundation and Empire.😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s