film

Automata

automata 1

Aku langsung tertarik sama film ini ketika kali pertama lihat trailernya. Robot beneran! Beneran! Bukan manusia yang pura-pura jadi robot. Bukan robot yang loncat, berantem, dan meledak! Dan dua protocolnya bikin familier banget dengan Tiga Hukum Robotik-nya Isaac Asimov. 

Ketika nonton film debut dari sutradara Gabe Ibanez dan dibintangi Antonio Banderas ini memang aku kagum banget dengan worldbuilding-nya. Luar biasa. Masa depan yang kering karena peningkatan aktivitas matahari menyapu hampir 97% populasi manusia. Pada masa itu manusia mengalami kemunduran teknologi dan mereka menciptakan ‘Pilgrim’, robot yang diharapkan bisa membantu manusia menyelamatkan Bumi.

Namun mereka gagal dan ada jutaan robot hidup bersama manusia. Dinamika kehidupan robotnya pun digambarin dengan apik, meski cuma setting ya. Ada robot yang jadi peminta-minta, ada yang pemulung, ada yang… macem-macem! Tapi tetep, mereka hidup di bawah dua protokol, yaitu pertama, robot nggak bisa melukai bentuk kehidupan apapun, dan kedua, robot nggak bisa memperbaiki, memperbanyak dirinya sendiri.

Meski latar ceritanya menarik banget, plot utamanya adalah tentang Jacq Vaucan, seorang petugas asuransi yang menangi robot dan dia menemukan keanehan pada salah satu robot yang biokernel (semacam otaknya) udah dimodifikasi. Dia pun berusaha mencari tahu apa yang terjadi sesungguhnya.

Pencarian itu diwarnai konflik dengan perusahaan termpat dia bekerja, diculik robot-robot, sampai istrinya yang mau melahirkan. Sebenarnya, potensi konfliknya bagus, meski memang konflik manusia robot ini cukup klise kalau nggak bagus ngemasnya. Lambatnya alur cerita film ini dan… tadi ngemas ceritanya yang kurang greget bikin nggak menyentuh.

Untungnya tadi, worldbuilding-nya bagus banget. Production design-nya juara. Robot-robotnya non-CGI. Pokoknya aku suka dan kagum ngeliatnya. Desain di film ini ngingetin banget sama Blade Runner dan cerita Do Android Dreams of Electric Sheep-nya Phillip K. Dick. Adegan pembukanya, iklan-iklan hologramnya, warna-warnanya, dan gurun radioaktifnya. Tapi, tetep aja sih keren.

Film ini dapet rating kurang bagus, senasib dengan Transcendence, meski kedua film ini punya production design yang oke. Bagus kalau mau dijadiin referensi desain untuk masa depan yang dipengaruhi banget kehadiran robot/artificial intelligence dan post-apocalyptic. Kalau suka banget dengan fiksi ilmiah dan tema robotik harus disempetin nonton banget sih!

2 thoughts on “Automata

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s