film

The Hobbit The Battle of Five Armies

The-Hobbit-Battle-of-the-Five-Armies

Di dua review film yang sebelumnya, The Unexpected Journey dan The Desolation of Smaug, aku nulis minimal tiga ribu kata, untuk instalasi terakhir dari The Hobbit versi Peter Jackson ini, aku akan kasih pendek aja. Aku serius, ini akan pendek saja.

Bagian terakhir dari The Hobbit ini menutup tiga tahun, tiga film, hampir sembilan jam untuk cerita yang bukunya bahkan bisa diselesaikan lebih cepat daripada itu. Peter Jackson memberikan visual penuh dengan efek CGI dan penampilan dari aktor-aktor ternama. Ada momen-momen menyentuh, terutama untuk yang suka drama percintaan Kili dan Tauriel, juga jatah-jatah adegan heroik untuk setiap karakter.

BOFTA meneruskan yang sudah terbangun di dua film sebelumnya, rombongan Thorin serta Bilbo di Erebor, Smaug menyerang Kota Danau, dan Gandalf yang ditawan Orc di Dol Guldur.

Film dibuka dengan adegan Smaug menyerang kota Danau. Seru sih. Cuma apa ya, kelihatan kayak animasi gitu, hahaha. Tapi, seru. Bard juga oke banget. Nggak semenyeramkan dan sedramatis dalam pikiranku, tapi ini cukup.

Peter Jackson menambal lubang di novel The Hobbit, di mana Gandalf yang tiba-tiba menghilang di pertengahan buku. Di film, Gandalf ditawan di Dol Guldur. Kemudian, muncullah Galadriel, Elrond, dan Saruman. Bersama mereka melawan si necromancer alias Sauron, sampai dia terlempar jauh.

Di Erebor, Thorin kena ‘dragon sickness’ alias jadi paranoid dan terlalu terikat sama hartanya. Sampai-sampai dia curiga salah satu dari rombongannya mencuri arkenstone dan dia curhat itu kepada Bilbo sambil senyum-senyum (superfanservice cih). Sampai akhirnya, Smaug mati, orang-orang kumpul di Kota Danau. Bard dipanas-panasi oleh Thranduil yang mau mengambil lagi kalung punyanya. Akhirnya, Bard menghadap Thorin, tapi Thorin ogah ngasih. Thorin ngundang Dain Ironfoot dari Ironhills. Sementara Thranduil dan pasukannya siap nyerang. Di tempat lain, Azog dan pasukan orc pun siap-siap untuk ngerebut harta.

Dari judul, meski kamu nggak baca buku tentunya akan tahu kalau film ini isinya adalah perang. Apalagi kalau sudah baca dan ngikutin dua film sebelumnya, tentu yang diharapkan adalah perang yang seenggaknya 11-12 dengan yang pernah dilihat di LOTR. Di awal, perangnya cukup apik dan keren, punya potensi banget untuk bisa jadi perang yang megah. Apalagi dengan kepiawaian WETA workshop menangani CGI, harusnya bisa jadi senjata. Akan tetapi, malah entah karena efek 3D dan HFR, beberapa adegan kelihatan belebihan efek komputernya. Kerasa nggak nyata, ya meski aku berusaha menerima, kalau ini kan film fantasi.

Perangnya sendiri berjalan tanpa klimaks. Malah ketegangannya menurun, nggak banyak aksi yang bikin bergidik-gidik dan ngerasa kalau jadi pengin ikutan perang. Bahkan, karena perangnya yang nggak berhasil mengobarkan semangat, final antara Thorin dan Azog pun jadi kerasa kurang menggigit.

Selain, plot Thorin, yang menonjol banget dalam cerita ini adalah kisah cinta Tauriel dan Kili. Cinta segitiga sih sebenarnya sama Legolas juga. Kalau yang suka, cerita beda ras ini bisa menyentuh banget. Buatku sendiri, justru ini subplot yang paling mengganggu, apalagi setelah PJ mengorbankan tragedi Durin, untuk kisah cinta yang menurutku amat sangat nggak sepadan. Ck.

Aku sempat senang dengar kabar kalau PJ bilang ini film durasinya nggak akan sepanjang dua lainnya. Memang sih lebih pendek, tapi masih tetap panjang banget… dan ini kerasa lama banget! Baiknya pipis dulu sebelum nonton dan hindari nonton malam-malam karena bikin ngantuk. Meski begitu, tetap aja sih film ini wajib nonton buat yang udah ngikutin dua film sebelumnya, tapi nggak usah berekspetasi tinggi-tinggi–terlebih kalau udah baca bukunya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s