buku

The Lifecycle of Software Objects

the lifecycle

Kalau kamu kira scifi isinya cuma penjelajahan luar angkasa atau perang dengan teknologi canggih… kamu salah. Kamu cuma ada di permukaan genre yang namanya science fiction. Tulisan-tulisan klasik scifi memang lebih banyak mengolah dan mengeksplorasi ide–yang sekarang banyak diadaptasi menjadi film. Sementara, tulisan scifi modern, menyentuh banyak aspek, dari kemanusiaan sampai lingkungan. Bukan hanya ide, tapi gambaran detail apa yang mungkin terjadi.

Dalam scifi, yang namanya sains bukan cuma hiasan, tapi bagian dari plot. Efek yang ditimbulkan teknologi terhadap karakternya gimana aksi-reaksi mereka. Ted Chiang adalah salah satu penulis scifi favoritku karena selalu berhasil bikin aku hanyut dalam ceritanya. Cerita-cerita yang ditulis beliau selalu menyentuh, humanis, dekat dengan pilihan-pilihan yang kita buat sehari-hari, tapi juga selalu menawarkan ide dan sudut pandang baru.

The Lifecycle of Software Objects adalah novela beliau yang terbit tahun 2010. Diterbitkan oleh Subterranean Press. Aku coba cari dalam bentuk hardcopy di toko buku langganan, tapi nggak ada. Eh, malah ternyata novel itu bisa dibaca di web Subterranean Press sendiri.

ilustrasi di dalam versi bukunya. alasan kenapa aku pengin punya!

ilustrasi di dalam versi bukunya. alasan kenapa aku pengin punya!

Artificial Intelligence (AI) sekarang jadi topik hangat di dunia scifi dan dunia nyata. Novel ini mengeksplorasi hal tersebut. Membuat aku sendiri mau nggak mau membayangkan masa depan–suatu hari ketika tumbuh besar bersama perangkat-perangkat lunak yang membantu kita. Sebagian besar memang kita nganggepnya sebagai fungsional aja, tapi gimana kalau mereka bisa berinteraksi sama kita, seperti misalnya tamagochi? Inget tentang itu?

Ana Alvarado yang dulunya staf di kebung binatang direkrut oleh Blue Gamma untuk membantu mengembangkan ‘digient’ semacam digital life-forms. Kamu bisa pelihara mereka, diajari macam-macam, dan jadi teman. Pada awalnya semua orang heboh dengan itu, lama kelamaan, seperti halnya tren apapun di dunia maya, Digient pun nggak terlalu menarik lagi.

Teknologi yang makin canggih, bikin digient pun ikut berevolusi. Bukan cuma sebagai ‘hewan peliharaan’ tapi kemudian bisa diberi komando untuk melakukan tugas tertentu. Tapi, gimana dengan digient versi awal dan orang-0rang yang mengembangkannya, pun terus bertahan bersama mereka?

Ana, Derek (yang dulu juga kerja di Blue Gamma), dan sekelompok kecil penyuka digient masih bertahan. Mereka bikin perkumpulan yang terus berusaha membuat digient-digient tersebut dewasa dan berkembang. Sampai akhirnya, lokasi maya ‘Data-Earth’ yang dijadikan lokasi pun digabung dengan tempat baru yang lebih canggih. Digient-digient tersebut sebagian nggak cocok dengan pemrogaman lokasi yang lebih canggih itu.

Tapi… aku harus berhenti cerita sampai di situ saja.

Itu sedikit dari berbagai kekayaan hal yang dibahas dalam novel ini. Menitikberatkan kepada hubungan manusia dan para digient yang berkaca pada bagaimana manusia membesarkan anak-anaknya dan berinteraksi dengan hewan-hewan. Bikin banyak mikir ketika baca. Bikin bertanya-tanya ke diri sendiri.

Terlebih ketika Ana dan kelompoknya berusaha memperjuangkan digient-digient yang kesepian di Data-Earth itu untuk pindah. Mereka ngorbanin apapun. Apa aja, asal bisa bawa para digient itu pindah. Mereka ngumpulin dana sampai harus ngerelain para digient itu untuk melakukan hal-hal yang nggak terlalu disukai.

Kegigihan Ana juga interaksinya dengan Jax, digient-nya, sering bikin aku berkaca-kaca ketika baca. Terlebih, cara nulis Ted yang lembut dan enak banget dibaca bikin nggak bisa berhenti ketika mulai. Sama sekali nggak salah kalau novel ini memenangkan best novel di Hugo Awards dan Locus Awards. Memang bagus banget!

Banyak yang yang bisa kuceritakan dan bahas. Akan tetapi, itu akan terlalu banyak ditulis di sini. Melalui cerita ini, Ted ngasih aku pandangan baru terhadap A.I., perangkat lunak, dan tentang hubungan antar manusia dan manusia-A.I. Ceritanya bikin inget kalau apapun itu yang bisa lahir dan hadir pasti bakal berlalu, dan kadang-kadang pilihan yang dipunya cuma merelakan.

Kalau kamu suka novela ini, aku rekomendasikan untuk baca karya Ted Chiang yang lain, kayak Story of Your Live dan Exhalation. Duh, aku benar-benar jatuh cinta sama tulisan-tulisan dia!

BACA: THE LIFECYCLE OF SOFTWARE OBJECTS di Subterranean Press.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s