buku

Alpha

alpha - tia

Alpha adalah kisah yang sederhana. Sepolos dituturkan oleh karakter utamanya, Violet yang seorang Makary dan rela menyerahkan nyawanya demi cinta. Selugu seorang android yang dibilang punya kecerdasan lebih tinggi dibanding dengan manusia biasa.

Makary adalah keistimewaan di suku Makaros. Salah satu suku yang tersisa di masa post-apocalyptic dalam cerita ini. Suku lainnya adalah Suku Gruev yang berusaha membangkitkan monster untuk menguasai dunia. Nah, penghalangnya adalah Makary-Makary tadi di Suku Makaros. Hal itu penyebab bergenerasi-generasi kedua suku tersebut tak pernah akur. Seiring waktu berlalu, Suku Makaros bertahan dengan kesederhanaan mereka, sementara Suku Gruev yang membangun Android.

Pasti tahulah Android, robot dalam bentuk humanoid. Mereka diciptakan untuk memburu Makary. Salah satunya adalah Jesse yang akhirnya berhadap-hadapan langsung dengan Violet. Saat Violet menyerah untuk dibunuh justru Jesse menyuruhnya lari. Sekali. Dua kali. Akhirnya mereka malah bertemu berulang kali. Jesse yang merupakan android Alpha dan ‘dimasukkan perasaan’ oleh kreatornya malah jatuh cinta kepada Violet. Pun sebaliknya Violet kepada Jesse. Cinta terlarang! Akan tetapi, benarkah perasaan Jesse itu murni cinta atau ada apa-apanya…?

Jreeng… aku nggak mau cerita ah apa yang terjadi selanjutnya. Karena itu juga yang membuat aku baca terus sampai belakang novel karya Nathalia Theodora yang diterbitkan oleh Mokamedia ini.

Kisah Alpha ini memang fokusnya ke hubungan Violet dan Jesse. Cinta yang polos dan apa adanya. Meski hubungan mereka pun nggak lepas dari darah dan air mata. Banyak senang-senangnya juga kok. Momen-momen cute ketika mereka berdua ngobrol.

Dan seperti yang aku bilang dari awal tadi, ini kisah yang sederhana. Jadi jangan berharap ada big twist atau pengkhianatan yang bikin hati merana sampai sakit. Juga konflik berlapis atau worldbuilding yang megah yang sebenarnya bisa banget dikembangin. Meski semua itu nggak ditemukan di sini, plot Alpha ini cukup rapi dan fokus. Jadi, kalau ketangkep semua clue-nya sama kamu, twist yang ada di belakang nggak terlalu mengejutkan juga.

Paling yang bikin gemes gimana android Alpha yang dibilang sungguh cerdas itu bisa begitu polos. Dia sadar kalau dia dikasih pelacak, tapi malah dekat-dekat ke tempat suku Gruev. Ya ketahuaaanlah, meski ada juga orang dalam Suku Makaros yang berkhianat. Kemudian, kedua suku tersebut dengan jarak yang begitu jauh, kenapa bisa adem ayem rasanya. Kenapa android-android itu nggak langsung disuruh nyerang aja, apalagi dengan teknologi yang beberapa langkah lebih maju, aku yakin 100% mereka bisa menang banget dan naklukin Suku Makaros secepat makan mie goreng.

Sebenarnya, Alpha ini scifi fantasy sih. Ada beberapa hal supernatural yang nggak bisa dijelaskan dengan ilmiah, kayak si monster punya Suku Gruev yang bentuknya bayangan (ngingetin aku sama Smog di Un Lun Dun). Elemen scifi sendiri cuma android. Akan tetapi, menurutku, keduanya dicampur dan diolah dengan baik kok. Ketika baca pun aku cukup menikmatinya, hehe.

Justru pertanyaan menarik malah muncul setelah selesai baca novel ini, oke, Jesse dan Violet memang bersama. Tapi yang bikin penasaran gimana hubungan mereka, kan satu manusia dan satunya android, meski Jesse rupanya sungguh manusia, nantinya akan berkembang Ah, mungkin Violet yang baru mau 18 tahun itu terlalu muda untuk menyadari bahwa bersama bukan butuh cinta saja! :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s