buku

Pirate Latitudes (Sang Perompak)

pirate latitudes

Bisa dibilang Michael Crichton ini adalah sosok paling awal yang bikin aku tertarik ke genre fiksi ilmiah. Aku melahap dan mengoleksi buku-buku beliau. Akan tetapi, Pirate Latitudes yang diterbitkan setelah beliau meninggal, harus nongkrong di rak bukuku selama dua tahun setelah dirilis dan diterjemahkan oleh Gramedia, sebelum akhirnya kusentuh.

Satu hal yang selalu bikin aku bersemangat baca karya beliau adalah sisi ilmiahnya, terlebih karya-karya sebelumnya selalu kaya dengan detail ilmiah! Biasanya disisipi rujukan bacaan di akhir buku, bahkan salah satunya, State of Fear (yang juga diterjemahkan Gramedia) udah hampir mirip baca buku nonfiksi deh. Dan Pirate Latitudes ini selain ceritanya berlatar di masa lampau, tentang bajak laut, dan hmm… tanpa sains.

Jadi, dua hari yang lalu, di antara break baca salah satu novel sci-fi, aku begitu aja ngambil buku ini. Ternyata plot utamanya adalah tentang ‘heist’ alias perampokan. Selama ini aku menikmati genre ‘heist’ dari film, kali ini dari buku ternyata cukup seru juga.

Pirate Latitudes mengikuti kisah karakter Kapten Charles Hunter, seorang pelaut. Dia diminta oleh Gubernur Jamaika, James Almont, untuk merebut kapal milik Spanyol, El Trinidad, yang isinya emaaaaaas (begitu banyak emas dan harta deh). Hunter pun merekrut beberapa orang untuk membantunya. Setelah seluruh persiapan selesai, dia membawa Cassandra, nama kapalnya menyerang benteng Spanyol di lain pulau. Dengan nggak terlalu susah payah, Hunter, dkk. bisa membawa lari El Trinidad… tapi apakah semua berlalu semudah itu saja? Tentu saja tidak.

Selain harus menghadapi kejaran tentara Spanyol, berperang di bawah topan, terdampar di pulau berisi kanibal… dan jreng… tak lengkap cerita di laut tanpa kemunculan Kraken! Aku jadi penasaran banget sama Kraken jadinya.

Dan kadang-kadang melawan monster lebih mudah dibanding melawan sesama manusia, bahkan bagi seorang Charles Hunter.

Karakter Kapten Hunter nggak jauh berbeda dengan karakter-karakter pria yang hampir selalu jadi protagonis utama di novel Crichton. Salah satu, kekhasan lainnya adalah gimana mudahnya membedakan mana pihak yang baik dan yang buruk. Itulah kenapa aku nggak pernah kesengsem sama karakter-karakter bikinan beliau, karena terlalu dangkal.

Meski plot utama Pirate Latitudes juga nyaris seragam dengan novel yang sudah-sudah. Tetap aja sih karena cerita heist, tetap terasa seru ngikutin. Bahkan plot ‘heist’ yang begitu-begitu aja, juga masih aku bisa nikmatin banget. Terutama bagian Hunter mengumpulkan kru untuk diajak merampok. Bagaimana dia milih orang-orang yang ikut dengannya.

Petualangan Hunter melewati segala halangan dan rintangan itu memang seru. Bikin gemes dan berharap dia bisa selamat. Akan tetapi, hal paling berkesan buatku dari novel ini adalah bagian ketika mendeskripsikan Lazue, perempuan yang jadi navigator, dan Enders, sang nahkoda, memandu kapal melewati karang-karang. Menarik banget membaca bagaimana Lazue mengandalkan mata telanjang dan tanda-tanda di sekitarnya untuk merencanakan arah kapal. Pun, Enders yang menerima arahan Lazue dan memadukannya dengan pengalamannya melaut dari merasakan arah angin, bayangan di air, dan goyangan kapal. Itu benar-benar hal yang indah. Dan sekarang mungkin nggak kita temukan lagi, karena… ‘udah sih lihat GPS aje’. Huft.

Secara keseluruh novel ini cukup menghibur. Nggak perlu mikir keras-keras buat bacanya. Seru-serunya tetap dapat, meski kerasa kalau novel ini nggak sedalam kisah Crichton yang lain karena memang ditemukan asistennya ketika beres-beres komputer setelah beliau meninggal.

Kematian beliau selalu sedih ketika aku ingat-ingat. Karena nggak akan ada novel baru lagi. Namun, meski begitu, apa yang beliau tinggalkan nggak akan tenggelam. Pirate Latitudes sendiri sudah dilirik Steven Spielberg untuk dijadikan film. Tahun ini juga  akan dirilis Jurrasic World, masih sekuel dari Jurrasic Park. Dan salah satu film beliau, Westworld yang kemudian jadi inspirasi novel Jurassic Park, bakal muncul remake-nya di HBO. Digawangi oleh Jonathan Nolan dan Lisa Joy, serta bintang besar semacam Anthony Hopkins, Westworld jadi satu yang paling ditunggu!

Teaser Westworld

Trailer Jurrasic World

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s