art / buku / film

Interstellar: The Complete Screenplay

20150415_091534

Sesungguhnya judul lengkapnya adalah ‘Interstellar: The Complete Screenplay with Selected Storyboards’. Haha. Tapi kepanjangan ya, jadi kita singkat aja menjadi Interstellar: TCS. 

Dari judulnya saja, sudah cukup memberi tahu isi buku ini, screenplay atau skenario yang digunakan untuk syuting dan storyboard dari beberapa adegan, yaitu adegan di Planet Mann, adegan docking Lander ke Endurance, adegan Endurance melintas Gargantua, dan adegan di Tesseract.

Semua itu menarik, akan tapi bagian paling seru ada di awal buku. Interview Jordan Golberd (EP Interstellar) dengan kedua penulis screenplay-nya, Jonathan dan Christopher Nolan. Mereka adalah dua dari sedikit sosok favoritku di dunia ini. Setiap kali membaca inteviu mereka ada perasaan kagum. Termasuk juga di percakapan singkat yang membuka buku ini.

Dari obrolan yang singkat itu, mereka kelihatan akur (lho). Chris dan Jonah terasa saling melengkapi satu sama lain. Jonathan yang punya pandangan luas dan jauh, sedangkan Chris yang lebih membumi. Itu membuat pandangan-pandangan mereka saling mendukung satu sama lain.

Dua hal yang menarik perhatianku dari obrolan itu, yang pertama adalah sudut pandang Jonathan tentang hubungan manusia dan Bumi. Menurut dia, orang-orang sekarang terlalu atau senang menarik kesimpulan kalau apa yang terjadi kepada Bumi adalah ulang kita. Bagi Jonathan, coba bayangkan jika Bumi mengubah dirinya sendiri menjadi seperti sekarang atau ‘beracun’ karena Bumi tidak peduli kepada kita? Kita cuma sekadar penumpang, sekarang insiden yang terjadi di permukaannya. Bukan sesuatu yang istimewa.

Oleh karena itulah, manusia harus berjuang mencari rumah baru untuk tempat tinggal. Mereka meninggalkan Bumi bukan karena tak sayang. Akan tetapi, pilihan untuk maju dan bertahan hidup. Ya, seperti anak-anak yang setelah besar merantau….

Kedua adalah ketika mereka ditanya mengenai pesan dalam film Interstellar, mengapa mereka begitu menekankan pentingnya manusia untuk mengeksplorasi. Jawaban keduanya panjang sih, tapi sederhananya mereka ingin menunjukkan optimisme bahwa manusia bisa bertahan. Bahwa hal-hal baik, seperti rasa ingin tahu, kasih sayang, cinta, keluarga–adalah sesuatu yang penting. Keduanya setuju, hal-hal buruk atau ‘neraka’ atau ‘armageddon’ lebih mudah digambarkan dan dipaparkan secara realistis oleh pembuatnya. Terinspirasi oleh film-film scifi tahun 70-80a, seperti Close Encounters oh Third King, E.T., keduanya ingin memperlihatkan hal yang sama: menciptakan rasa ingin tahu dan keberanian, bukan ketakutan.

Membaca interviu itu sedikit banyak menghadirkan perspektif baru ketika baca screenplay-nya. Kemudian menikmati storyboards-nya sambil mendengarkan komposisi Hans Zimmer. Asik deh. Hehe.

Hampir setengah buku ini berisi storyboards. Itu yang membuat buku ini jadi tebal banget, sekitar 400 halaman dan dan untuk buku paperback harganya juga cukup mahal. Tapi, kalau kamu fans berat Interstellar, buku ini sangat pantas dikoleksi, menemani The Science of Interstellar, Interstellar (novelisasi), dan Interstellar: Beyond Time and Space.

salah satu storyboards dari adegan docking Endurance

20150423_084929

salah satu storyboard dari adegan docking Endurance

Interstellar

Semua buku tie-in dari film Interstellar. Bisa dipesan lewat toko buku impor lokal.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s