buku

Animal Farm

animal farm

Animal Farm, terjemahan Bentang Pustaka tahun 2015. Suka banget kovernya!

 

Dibandingkan dengan 1984, Animal Farm jauh lebih ringan–baik secara jumlah halaman (karena ini hanya novella) juga ceritanya. Kamu bisa baca ini sembari menunggu kereta datang, di angkot, sambil ngelamun sore-sore setelah seharian bekerja, atau pagi hari usai membereskan rumah. Lebih menyenangkan lagi jika kamu tinggal di pedesaan atau lokasi di mana kamu bisa melihat-lihat sendiri karakter-karakter utama cerita ini.

Babi, kuda, biri-biri, keledai, kucing, angsa, bebek, dan berbagai binatang peternakan lainnya! Mereka semua dikisahkan tinggal di Peternakan Manor. Salah satu yang tertua, si tua Major yang memimpikan sebuah visi dan membaginya kepada anggota peternakan lainnya. Jadi, pada suatu malam itulah ketika Major menyampaikan bahwa manusia adalah segala biang masalah, bahwa penindasan terhadap binatang akan berakhir, dan PEMBERONTAKAN yang suatu hari akan terjadi.

Kata-kata Major pun mengendap di dalam hati binatang-binatang itu. Setelah Major berpulang, mereka semua, dipimpin oleh dua babi yang dianggap paling cerdas, Snowball dan Napoleon. Tampaknya keberuntungan menyertai mereka semua hingga hari pemberontakan datang lebih cepat dari perkiraan Major dan berjalan cukup sukses. Mereka semua pun menguasai Peternakan Major!

Semua tidak berjalan di situ saja. Butuh usaha keras untuk merebut kebebasan dan menegakkan keadilan. Akan tetapi, lebih sulit lagi untuk mempertahankan prinsip-prinsip yang dimiliki dan diperjuangkan. Sesudah mereka merebut Peternakan Major dan menggantinya menjadi Peternakan Binatang. Menerapkan tujuh prinsip Binatangisme. Lalu dengan kerja keras berusaha mengurus peternakan itu sendiri, termasuk hal-hal yang tak pernah mereka bayangkan sebelumnya, seperti bergaul dengan manusia.

Di tampuk penguasanya sendiri, Snowball dan Napoleon, yang terjadi pun tidak kalah menggemaskan. Napoleon dengan cara licik dan piciknya berhasil mengusir Snowball dari peternakan itu. Mejadikan sosok Snowball sebagai mitos yang digunakan untuk menakuti dan meneror seisi peternakan. Dengan cara membangun ketakutan pada seisi peternakanlah, Napoleon membangun dan mempertahankan tahtanya. Banyak hal yang dia lakukan. Banyak sekali, kamu bisa melihat itu juga pada manusia-manusia yang kamu temui.

Dalam kisah satir ini, George Orwell memperlihatkan pola berulang yang terjadi setiap kali terjadi pemberontakan dan naiklah penguasa baru. Menunjukkan motif, ya salah satu motif dan cara penguasa untuk mempertahankan kekuasaan. Dan semua itu dideksripsikan dengan sungguh praktis–gampang dicoba. Iya, aku serius.

Ketika kamu merasa kasihan terhadap isi peternakan itu, kamu akan mulai mengasihani dirimu sendiri karena bisa jadi kamu terjebak di keadaan yang sama. Kamu mungkin Boxer, si kuda yang pekerja keras, loyal, dan menganggap semua benar. Atau Benjamin, si keledai tua yang tahu banyak hal tapi memilih diam. Atau kamu seperti bebek dan ayam yang enggan belajar membaca, sehingga tidak tahu apa-apa saat satu persatu dari tujuh prinsip Binatangisme diubah.

Pada akhirnya, di bahwa pemerintahan Napoleon, disaksikan beberapa anggota peternakan yang masih hidup sejak masa pemberontakan hingga ‘perubahan’, kehidupan mereka kembali ke siklus di awal. Kondisi awal ketika mereka hidup terjajah di bawah kekuasaan Pak Jones, pemilik peternakan sebelumnya. Babi menjadi manusia. Manusia tidak mau kalah dari babi. Dan mereka yang diam tanpa mau melawan ketidakbenaran dan takut menyuarakan pendapat akhirnya harus menerima keadaan mengenaskan yang sama. Perubahan adalah mustahil bagi mereka yang diam saja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s