buku

Baca ulang: The Martian

91322

“My asshole is doing as much to keep me alive as my brain.”

Gara-gara lihat foto-foto behind the scene dari film The Martian yang digarap oleh Ridley Scott (Blade Runner, Alien, Prometheus), langsung saja tiba desakan kuat dari dasar hati untuk baca ulang novel karya Andy Weir ini. Salah satu favoritku tahun lalu. Dan ternyata, ketika baca ulang aku masih merasakan keseruan dan ketegangan yang sama!

Kisahnya tentang Mark Watney yang ketinggalan di Mars! Hahaha. Tapi nggak selucu itu juga sih, lebih ke tragedi. Soalnya, Mark masih hidup setelah ditinggal teman-temannya pulang ke Bumi karena badai pasir yang mengancam. Akhirnya, dengan apa yang ada di sana, Mark pun mencoba bertahan hidup.

Kutipan yang aku taruh di awal tulisan ini, memang serius, juga bercanda. Demi bertahan hidup, Mark menggunakan tinja-nya dicampur dengan tanah bumi yang dia bawa dan tanah Mars untuk dijadikan media bertanam kentang! Dan di akhir pun, dia masih menggunakan air seninya untuk diubah menjadi hidrogen! Huzzah!

Membaca The Martian ini semacam baca catatan perjalanan seseorang di Mars. Bagian-bagiannya ditulis dan dideskripsikan begitu jelas. Sampai rasanya di akhir, berat gitu ninggalin Mars. Sebagian besar dari buku ini memang diceritakan dari jurnal harian di Mark sih.

Serunya lagi, dengan melihat Mars dari mata Mark langsung, karena dia sendirian semua benda mati di sekitar dia itu berasa jadi karakter hidup! Semacam Wilson si bola voli di Castaway. Hanya saja, di buku ini banyak, ada Hab–si tenda tempat Mark tinggal, si rover, si pathfinder, si oxygenator, si atmospheric regulator, sampai kentang dan bakteri-bakteri yang berhasil hidup setelah 1) Hab meledak 2) Hab kempes! Jadi, di bagian akhir ketika harus berpisah dengan itu semua… rasanya sedih!

Namun, semua itu dilewati Mark dengan positif. Karena dia lucu dan selalu realistis. Dia bikin banyak joke di dala jurnalnya itu (kebanyakan joke geek/nerd gitu sih, hahaha). Mark karakter yang menyenangkan meski senang mengumpat. Sikap Mark itu yang bikin semangat menjalani kehidupan di Mars yang keras dan sepi.

Yap, meski Mark banyak omong di jurnalnya. Menjelaskan tentang Mars, hitung-hitungan matematika, perkiraan dia hidup, penjelasakan ilmiah ini dan itu, sampai koleksi film dan musik 70 dari Komandan Lewis–tetap aja kerasa sepi. Tegangnya cerita ini ketika plotnya merambah ke orang-orang yang terlibat di NASA, JPL, dan misi Mars itu sendiri. Kita jadi dibawa melihat dari sudut pandang lain apa yang terjadi sama Mark. Seluruh dunia melihat apa yang dilakukan Mark. Dari NASA sampai agensi antariksa Cina bahu membahu menolong Mark. Kadang-kadang sampai terlintas di pikiranku, miliaran dollar demi menyelamatkan satu orang yang terjebak di Mars? Berbagai proyek luar angkasa dikorbankan demi menyelamatkan satu orang? Keluarga kru ARES 3 yang harus rela berpisah lebih lama ketika ARES 3 memutuskan untuk melakukan terbang balik ke Mars demi Mark?

Ya, pertanyaan-pertanyaan itu bikin aku seakan tidak berperikemanusiaan. Haha. Tapi memang kalau dilihat lebih jauh lagi, tentunya apa yang terjadi sama Mark akan memberi pelajaran bagi ilmu pengetahuan. Seperti apa yang dibilang Mark dalam jurnalnya: “I guess you could call it a “failure”, but I prefer the term “learning experience”.

Membaca The Martian sangat menyenangkan bagiku. Aku harap filmnya juga bisa seseru dengan pengalaman membaca yang kudapatkan. Dua film terakhir Ridley Scott memang agak gimana gitu, aku berharap banget semoga The Martian ini bagus. Apalagi didukung pemain sekelas Matt Damon (memerankan Mark) dan Jessica Chastain (memerankan Komandan Lewis)… ya harus bagus. Hahaha. Lucu ya, Matt Damon memainkan karakter yang sendirian begitu, jadi ingat Dr. Mann di Interstellar. Tapi, tapi, The Martian dan Interstellar beda jauh banget! Dan The Martian ini akan dirilis bulan November 2015. Wohoo!

Kok cuma liam ya krunya. Harusnya enam! Lewis, Johanssen, Vogel, Beck, Martinez, dan Watney. Martinez manaaa?! Kayaknya ini di dalam Hab deh.

“Live Another Sol would be an awesome name for a James Bond movie.”

the-martian-01

Ini Mark habis ambil pathfinder atau… apa? Aku nggak lihat trailernya sih. Haha.

the-martian-02

Mungkin ini pas dia ambil RTG. Hahaha. “As with most of life’s problems, this one can be solved by a box of pure radiation.

the-martian-03

Mark dan kentangnya. Hahaha.

 

4 thoughts on “Baca ulang: The Martian

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s