buku

Ancillary Sword (Imperial Radch #2)

ancillary sword

foto: koleksi pribadi

Ancillary Sword adalah bagian kedua dari trilogi Imperial Radch karya Ann Leckie. Buku ini dirilis sekitar bulan November tahun lalu, sementara event pada ceritanya sendiri berlangsung seminggu setelah cerita di buku pertama selesai. Di akhir Ancillary Justice, Breq berhadap-hadapan dengan Anaander Mianaai. Dan dia tahu jika Anaander Mianaai terpecah jadi dua bagian. Breq diberi sebuah kapal, sebuah Mercy, tepatnya Mercy of Kalr.

Tentu saja, Mercy of Kalr yang diawaki manusia tidak tahu siapa sebenarnya Breq. Namun tak ada yang berani mengusik karena Breq dengan nama keluarganya yang baru, Mianaai, dianggap sebagai sepupu dari Lord of The Radch sendiri. Breq bersama Seivarden dan Mercy of Kalr mereka menempuh perjalanan panjang menuju Athoek, planet perkebunan teh (bayangkan Lembang! Puncak! haha).

Di sana, Breq mencari Basnaaid, adik dari Liutenant Awn (kapten Justice of Toren/Breq dulu) dan menawarkan untuk diangkat menjadi penerus/bagian keluarga Mianaai. Akan tetapi, Basnaaid menolak. Selain urusan dengan Basnaaid sendiri, Breq memperingatkan kapten/kapal lain tentang kondisi Anaander Mianaai yang terpecah belah. Namun yang paling menjadi fokus adalah bagaimana Breq menggunakan posisi tingginya itu untuk membereskan urusan di Athoek dan Athoek Station sendiri.

Dua hal yang paling menonjol adalah kondisi Undergarden, semacam kawasan kumuh-ilegal di Athoek Station dan ketidakadilan yang terjadi di salah satu perkebunan teh. Breq jadi mencoba mengurai masalah itu, meski ditentang berbagai pihak. Dengan pengalaman hidupnya yang sudah ribuan tahun plus plus posisi tingginya dalam politik, Breq bisa mengendalikan keadaan-keadaan itu.

Bukan berarti dalam novel ini nggak ada kejutan. Memang sih, ceritanya lebih lurus dan stabil dibanding Justice. Breq lebih kerasa seperti ‘robot’. Walau dia berusaha untuk menyamakan persepsinya dengan manusia, juga mendiskusikan masalan-masalah manusia (ha! seks dan cinta. ha!). Breq juga berusaha membangun hubungannya dengan Ship/Mercy of Kalr.

Di dalam ceritanya yang mengalir lebih tenang ini, malah beberapa hal-hal mengagetkannya keluar tanpa terduga. Bikin gemes, tapi juga cepat dingin lagi. Ada dua bagian yang paling bikin aku tercengang, yang pertama ketika Translator Dlique dari Presger dibunuh dan kedua, adegan klimaks di Garden–ketika Station memilih untuk menyelamatkan penduduk Athoek Station dengan menonaktifkan gravitasi di Garden. Bayangkan di situ ada kolam besar yang airnya mencuat keluar dan melayang-layang karena kondisi vakum tersebut. Ha!

Peran Seivarden di Sword, tidak terlalu banyak. Terganti oleh karakter Tisarwat, letnan baru Kalr yang ternyata disusupi Anaander Mianaai. Selain itu, sisanya adalah karakter-karakter baru yang ikut serta dalam konflik dan sub konflik yang ada dalam cerita ini.

Worldbuilding yang dibuat Ann Leckie untuk Sword masih semegah dan menyenangkan seperti Justice! Masih dengan bahasa-bahasanya. Tapi bagiku yang paling kusuka adalah gimana tea set jadi salah satu lambang prestise di Radch. Makin tinggi jabatannya, maka peralatan minum tehnya harus sesuai.

Leckie di sini juga kembali menggunakan banyak sudut pandang untuk satu karakter. Sebenarnya karakternya cuma Breq, tapi dengan kemampuannya sebagai (segmen) A.I. bikin dia bisa melihat dengan banyak mata. Di sini bukan cuma satu dua bagian adegan saja ketika Breq bicara dengan orang lain dan mendengarkan orang yang lain di tempat berbeda. Itu bagian favoritku!

Ancillary Sword masih bagus sekali buatku. Kisahnya yang multikonflik, banyak isu yang diangkat, serta worldbuilding-nya yang keren banget–itu cukup banget bikin aku yakin akan baca bagian ketiga. Walaupun Sword nggak diakhiri dengan cliffhanger, tapi ada banyak hal yang disebar sepanjang Sword dan bikin penasaran bagaimana akhirnya. Ada apa di balik Ghost Gate? Dan konflik dengan alien Presger… akankah terjadi?

Ha! Ancillary Mercy, bagian ketiga dari Imperial Radch akan terbit bulan Oktober 2015. Nggak sabar!

Leckie_AncillaryMercy_TP10

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s